Popda 2026, Panggung Pertama Sandra Riskiana untuk Meraih Emas
Sandra Riskiana (17), seorang atlet bola voli asal Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, akan mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 di Kota Semarang. Bagi Sandra, ini adalah panggung pertamanya dalam ajang bergengsi tersebut. Meskipun baru pertama kali tampil di Popda, ia memiliki target yang jelas: membawa pulang medali emas.
Persiapan untuk Popda dilakukan secara serius oleh Sandra dan rekan-rekannya. Latihan rutin dilakukan tiga kali seminggu, dengan intensitas yang ditingkatkan menjelang keberangkatan. Tambahan sesi latihan pagi dan sore juga dilakukan agar kondisi fisik dan teknik mereka tetap optimal.
“Persiapannya latihannya agak keras, tiap hari latihan terus,” kata Sandra kepada Tribunjateng, Kamis (27/8/2026). Ia mengaku bahwa selama dua bulan terakhir, kondisi timnya sudah siap bertanding. Latihan khusus juga diberikan untuk memperkuat kekompakan dan kesiapan menghadapi pertandingan.
Meski baru pertama kali tampil di Popda, Sandra menyadari bahwa persaingan akan sangat ketat. Namun, ia tidak gentar. Ketika ditanya mengenai lawan yang paling sulit, jawabannya menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi.
“Enggak ada sih,” ujarnya. Bagi Sandra, lawan terbesarnya bukanlah tim lain, melainkan kemampuan untuk menjaga fokus, mental, dan performa saat pertandingan berlangsung.
Wakil Bupati Batang, Suyono, juga menekankan pentingnya semangat juara bagi para atlet. Menurutnya, jiwa petarung dan semangat tinggi menjadi modal utama bagi atlet. Meskipun dukungan pemerintah dan anggaran penting, Suyono menegaskan bahwa semangat harus melebihi keterbatasan anggaran.
“Mimpinya ya satu, menjadi atlet yang punya jiwa petarung. Yang kedua, harus mempunyai semangat tinggi, fokus pada ruangnya, sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan oleh atlet itu sendiri menjadi sang juara,” katanya.
Selain dukungan dari pemerintah daerah, Disparpora Kabupaten Batang juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk kontingen. Kontingen Batang terdiri dari 116 atlet yang akan berlaga dalam 17 cabang olahraga. Selain atlet, kontingen juga diperkuat 36 pelatih dan enam official.
Cabang olahraga yang akan dipertandingkan antara lain senam, atletik, bola basket, voli indoor, sepak takraw, dayung, bulu tangkis, tenis lapangan, tinju, karate, taekwondo, panahan, pencak silat, tenis meja, panjat tebing, renang, hingga balap sepeda.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Ulul Azmi, mengatakan bahwa pihaknya tidak membebani atlet dengan target jumlah medali tertentu. Prinsipnya, seluruh atlet diminta memberikan kemampuan terbaik untuk meraih hasil sebanyak-banyaknya.
“Kalau target ya sebanyak-banyaknya,” ujarnya. Meski demikian, Disparpora memiliki harapan agar capaian kontingen Batang pada Popda 2026 dapat melampaui prestasi sebelumnya. Pada gelaran tahun lalu, Batang berhasil meraih satu medali emas dengan total 20 medali.
“Harapannya melebihi prestasi tahun lalu. Tahun lalu kan dapat 1 emas, berikut dengan 20 medali. Kalau bisa tahun ini lebih dari itu,” ucap Ulul.
Untuk mendukung perjuangan para atlet, Pemkab Batang juga menyiapkan kebutuhan selama pelaksanaan Popda, mulai dari penginapan, uang saku, transportasi hingga perlengkapan berupa jaket dan kaos atlet. Selain dukungan tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi.
Ulul menyebut besaran bonus emas, jika mengacu pada tahun sebelumnya, sebesar Rp5 juta. “Ada nanti. Iya, bonus kita siapkan. Kalau nilainya seperti tahun lalu, kalau yang emas itu Rp5 juta, dan perak dan anu di bawah itu,” ungkapnya.







