Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

23 October 2026
Panduan Praktis Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Sehat dan Mengembang di Iklim Tropis

Panduan Praktis Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Sehat dan Mengembang di Iklim Tropis

23 October 2026
Strategi Menanamkan Kecerdasan Finansial Anak Sejak Dini Melalui Kebiasaan Sederhana Keluarga

Strategi Menanamkan Kecerdasan Finansial Anak Sejak Dini Melalui Kebiasaan Sederhana Keluarga

23 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Friday, 23 October 2026
Trending
  • Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
  • Panduan Praktis Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Sehat dan Mengembang di Iklim Tropis
  • Strategi Menanamkan Kecerdasan Finansial Anak Sejak Dini Melalui Kebiasaan Sederhana Keluarga
  • Strategi Cerdas Mengelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tidak Numpang Lewat
  • Menelusuri Jejak Rempah dan Filosofi Merantau dalam Selembar Kuali Rendang Minangkabau
  • Strategi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Kantoran Tanpa Harus Mengorbankan Produktivitas Harian
  • Ancaman Pembacokan Warnai Investigasi Dugaan Pelanggaran Asusila di Maguan Malang
  • Menimbang Kurikulum Baru: Dilema Beban Administrasi Guru dan Daya Serap Murid
  • Kalistenik vs Latihan Beban: Mana yang Lebih Cepat Membentuk Postur Tubuh Ideal?
  • Bahaya Ghibah Digital dan Urgensi Tabayyun di Tengah Derasnya Arus Informasi Media Sosial
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Politik»Bantuan Warga Mengalir untuk Massa Pati, Ojol Sumpan Dana dan Jam Tangan

Bantuan Warga Mengalir untuk Massa Pati, Ojol Sumpan Dana dan Jam Tangan

adm_imradm_imr25 August 20260 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR Dapat Dukungan Warga



Rencana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) untuk menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR mendapatkan dukungan dari masyarakat. Bantuan berupa air mineral, makanan, hingga uang tunai terus mengalir. Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, tampak kaget ketika seorang pengemudi ojek online (ojol) tiba-tiba mendekatinya. Saat itu, Botok dan rekan-rekannya sedang beristirahat di taman depan gedung DPR.

Driver ojol tersebut lalu membuka dompetnya dan menyerahkan sejumlah uang kepada Botok. Dia juga memberikan arloji yang dikenakannya. Momen ini terekam dalam video dan viral di media sosial. Botok menyampaikan bahwa dia tidak mengenal orang tersebut. Pengemudi ojol itu mengaku sebagai warga Betawi yang merasa prihatin dengan aksi mereka.

Video lain yang beredar menunjukkan seorang perempuan turun dari mobil dan langsung menghampiri massa AMPB. Dia kemudian menyerahkan sejumlah uang kepada Botok. Sebagaimana diketahui, Botok dan rekan-rekannya tiba di Jakarta pada Jumat (21/8). Mereka berencana menggelar aksi di depan gedung DPR pada Kamis (27/8). AMPB akan bergabung dengan kelompok lain dalam aksi tersebut.

Ada dua tuntutan utama yang akan disampaikan kepada DPR, yaitu pengesahan RUU Perampasan Aset dan penyusunan regulasi yang mengatur hukuman mati bagi koruptor. Namun, bantuan warga mengalir setelah Botok mengaku rekeningnya diblokir oleh Bank Mandiri. Akibatnya, uang pribadi dan donasi dari teman-temannya tidak dapat diambil. Total dana yang tertahan mencapai Rp 80,9 juta.

Pengakuan ini memicu reaksi warganet. Akun Bank Mandiri di media sosial dibanjiri kritik. Admin Bank Mandiri menjelaskan bahwa pemblokiran dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum. Polda Metro Jaya kemudian memberikan klarifikasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto mengatakan bahwa polisi tidak melakukan pemblokiran rekening. Yang dilakukan adalah mengajukan permohonan penundaan transaksi keuangan sementara.

”Di sini kita luruskan ya, bahwa surat yang diajukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu tentang penundaan transaksi. Kami klarifikasi bahwa tidak ada pemblokiran,” tegas Budi kemarin (24/8). Dia menjelaskan bahwa penundaan transaksi dan pemblokiran rekening merupakan dua tindakan hukum yang berbeda, baik secara prosedur maupun jangka waktu.

Permohonan penundaan transaksi itu diajukan berdasarkan Pasal 26 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Berdasarkan aturan tersebut, penundaan transaksi berlangsung paling lama lima hari kerja sejak surat diajukan pada Jumat (21/8). Penyidik juga merujuk Pasal 237 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) untuk meneliti legalitas pengumpulan dana publik tersebut.

”Di mana di dalam penghimpunan dana itu harus menggunakan izin terkait tentang badan usaha, bukan dilakukan oleh perorangan. Sehingga pada hari ini penyelidik sedang mengirimkan klarifikasi untuk bisa ditindaklanjuti penggalangan tersebut tujuannya untuk apa,” jelas Budi. Dia menegaskan, saldo Rp 80,9 juta di rekening tersebut tidak disita. Jika hasil penelusuran tidak menemukan indikasi tindak pidana, akses rekening akan kembali normal setelah masa penundaan lima hari kerja berakhir.

Penundaan transaksi dilakukan untuk memastikan dana yang terkumpul tidak berasal dari kegiatan ilegal, seperti perjudian daring maupun peredaran narkotika. Untuk mendalami pengumpulan dana tersebut, Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Sosial. Penyidik juga telah melayangkan undangan klarifikasi kepada Supriyono. Dia dijadwalkan hadir pada Rabu (26/8).

Sementara itu, pihak Kementerian Sosial dijadwalkan memberikan keterangan pada Kamis (27/8). Polda Metro Jaya menegaskan tetap menjamin hak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum secara damai. Namun, polisi mengimbau massa mematuhi aturan hukum. Termasuk tidak menyasar objek vital nasional, kawasan istana, maupun lingkungan diplomatik sebagai lokasi demonstrasi.

Respons Positif dari Mahasiswa

Aksi AMPB mendapat respons positif dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. Dia menyambut baik gerakan masyarakat yang menyuarakan keresahan rakyat. Menurut Dimas, gerakan mahasiswa hanya menjadi katalisator. ”Sisanya, gerakan mahasiswa haruslah menjadi bagian dari gerakan rakyat dan semoga hari ini menjadi perwujudannya,” ujarnya.

Dia menekankan, mahasiswa tidak bisa mengklaim diri sebagai perwakilan rakyat. Sebab, mahasiswa merupakan bagian dari rakyat. Terkait rencana bergabung dalam aksi pada 27 Agustus, Dimas mengatakan masih dibahas di internal organisasi. ”Kami masih membicarakan dan belum ada sikap final yang akan kami ambil,” ungkapnya.

Audiensi dengan Pimpinan DPR

Pimpinan DPR kemarin menggelar audiensi dengan sejumlah warga Pati. Namun, yang diundang bukan Botok dan kawan-kawan, melainkan Forum Komunikasi Rakyat Pati (FKRP). Mereka diterima Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, didampingi pimpinan dan anggota dewan lainnya, yakni Sari Yulianti dan Andre Rosiade.

Audiensi berlangsung secara bergiliran. Para peserta menyampaikan fakta dan aspirasi dari berbagai sudut pandang. Salah satunya disampaikan Pengurus Pusat LBH Gerakan Pemuda Ansor Korwil Jateng-DIJ sekaligus Pengurus Pusat Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor Lukman Hakim. Sebagai warga Pati, Lukman menyampaikan keresahan atas framing negatif di media sosial selama setahun terakhir. Dia juga mempertanyakan progres percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset di DPR.

”Kami juga menuntut ketegasan aparat penegak hukum di Pati atas aksi-aksi perusakan dan kegaduhan publik. Perlu regulasi ketat terhadap konten kreator yang menyebarkan hoaks,” jelasnya. Dia mengaku selama setahun terakhir Pati menjadi sasaran berbagai narasi di media sosial. Karena itu, rakyat menuntut ketegasan aparat penegak hukum di Kabupaten Pati. ”Jangan sampai alat negara kalah dengan sekelompok kecil orang,” tegasnya.

Pada bagian lain, Supriyono alias Botok mengatakan FKRP bukan bagian dari AMPB. Dia mengaku heran dengan kedatangan forum tersebut di tengah persiapan aksi AMPB. ”Yang di dalam DPR itu bukan bagian dari Aliansi Masyarakat Bersatu. Kehadiran mereka itu kalau bahasa Jawa kan ujug-ujug, tiba-tiba,” katanya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

JAKI & Forum Kota Berkah 2026, Jakarta Hadirkan Platform Digital untuk 200 Kota

By adm_imr25 August 20261 Views

Target Utama Intensitas Tinggi! Bernardo Tavares Siap Menggemparkan Persebaya Surabaya di Thailand

By adm_imr25 August 20260 Views

Ingin Tahu Siapa yang Bisa Dipercaya? Coba 7 Strategi Sederhana Ini!

By adm_imr25 August 20266 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

23 October 2026
Panduan Praktis Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Sehat dan Mengembang di Iklim Tropis

Panduan Praktis Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Sehat dan Mengembang di Iklim Tropis

23 October 2026
Strategi Menanamkan Kecerdasan Finansial Anak Sejak Dini Melalui Kebiasaan Sederhana Keluarga

Strategi Menanamkan Kecerdasan Finansial Anak Sejak Dini Melalui Kebiasaan Sederhana Keluarga

23 October 2026
Strategi Cerdas Mengelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tidak Numpang Lewat

Strategi Cerdas Mengelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tidak Numpang Lewat

23 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?