Memahami Karakter Seseorang dengan Lebih Jelas
Tidak semua orang yang terlihat baik benar-benar dapat dipercaya. Ada orang yang pandai berbicara, ramah ketika membutuhkan sesuatu, dan mampu membuat kita merasa nyaman dalam waktu singkat. Namun, ketika keadaan berubah, barulah terlihat siapa yang benar-benar tulus dan siapa yang hanya hadir ketika ada kepentingan.
Masalahnya, kepercayaan sering kali diberikan terlalu cepat. Kita menilai seseorang dari kata-katanya, penampilannya, atau kesan pertama yang mereka berikan. Padahal, dalam psikologi, perilaku yang konsisten dari waktu ke waktu jauh lebih bermakna daripada sekadar ucapan yang terdengar meyakinkan.
Jika Anda ingin mengetahui siapa yang benar-benar bisa dipercaya, Anda tidak harus menjadi curiga kepada semua orang. Anda hanya perlu lebih jeli mengamati pola perilaku mereka.
1. Perhatikan Apakah Perkataan dan Perbuatannya Selaras
Salah satu tanda paling sederhana dari seseorang yang dapat dipercaya adalah adanya kesesuaian antara apa yang ia katakan dan apa yang ia lakukan.
Orang bisa mengatakan, “Saya selalu ada untuk kamu.”
Namun, kalimat itu sendiri belum membuktikan apa-apa.
Lihat apa yang terjadi ketika Anda benar-benar membutuhkan bantuan. Apakah dia datang? Apakah dia setidaknya berusaha membantu? Atau justru menghilang dan memberikan berbagai alasan?
Kepercayaan tidak dibangun oleh janji besar, tetapi oleh tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Seseorang yang berkata akan menelepon kemudian benar-benar menelepon. Seseorang yang berjanji menyelesaikan sesuatu berusaha menepatinya. Jika tidak bisa menepati janji, ia memberikan penjelasan tanpa harus terus-menerus dicari.
Pola seperti ini jauh lebih berharga daripada kata-kata manis.
Karena itu, ketika ingin menilai seseorang, jangan hanya bertanya, “Apa yang dia katakan?”
Tanyakan juga:
“Apa yang biasanya dia lakukan setelah mengatakan hal tersebut?”
Di situlah karakter mulai terlihat.
2. Lihat Bagaimana Ia Memperlakukan Orang yang Tidak Bisa Memberinya Keuntungan
Ini adalah salah satu cara terbaik untuk memahami karakter seseorang.
Perhatikan bagaimana seseorang memperlakukan pelayan restoran, petugas kebersihan, pegawai toko, bawahan, orang asing, atau siapa pun yang dianggap tidak memiliki posisi penting.
Mengapa hal ini menarik?
Karena ketika seseorang tidak membutuhkan sesuatu dari orang lain, dorongan untuk berpura-pura biasanya berkurang.
Seseorang mungkin sangat sopan kepada atasannya karena ada kepentingan profesional. Ia mungkin sangat ramah kepada orang kaya karena berharap mendapatkan sesuatu.
Tetapi bagaimana sikapnya terhadap seseorang yang tidak dapat memberikan keuntungan apa pun?
Apakah ia tetap menghargai?
Apakah ia berbicara dengan sopan?
Apakah ia memperlakukan orang lain sebagai manusia yang memiliki martabat?
Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat memberikan gambaran yang jauh lebih dalam mengenai nilai-nilai yang dimiliki seseorang.
Orang yang benar-benar memiliki rasa hormat biasanya tidak hanya bersikap baik kepada orang-orang yang berguna baginya.
3. Berikan Kepercayaan Sedikit Demi Sedikit
Anda tidak perlu memberikan kepercayaan penuh kepada seseorang hanya karena baru mengenalnya.
Kepercayaan bisa dibangun secara bertahap.
Bayangkan kepercayaan seperti sebuah tangga. Anda tidak harus langsung melompat ke anak tangga paling atas. Mulailah dari hal-hal kecil.
Berikan informasi sederhana.
Lihat apakah dia mampu menjaga cerita tersebut.
Berikan tanggung jawab kecil.
Perhatikan apakah dia menjalankannya.
Ceritakan sesuatu yang tidak terlalu sensitif.
Amati apakah informasi itu tetap berada di antara Anda atau tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan orang lain.
Dengan cara seperti ini, Anda tidak sedang “menguji” seseorang secara manipulatif. Anda hanya memberikan ruang bagi perilaku mereka untuk berbicara.
Orang yang dapat dipercaya biasanya menunjukkan konsistensi ketika tingkat kepercayaan meningkat.
Sebaliknya, orang yang tidak dapat dipercaya sering kali mulai menunjukkan pola ketika diberikan kesempatan lebih besar: membocorkan rahasia, mengingkari kesepakatan, menggunakan kelemahan orang lain, atau mengambil keuntungan dari kepercayaan yang diberikan.
Jadi, jangan merasa bersalah jika Anda membutuhkan waktu untuk mempercayai seseorang.
Kepercayaan memang seharusnya diperoleh, bukan dipaksakan.
4. Perhatikan Responsnya Ketika Anda Mengatakan “Tidak”
Salah satu cara paling efektif untuk melihat karakter seseorang adalah dengan memperhatikan bagaimana ia bereaksi ketika Anda menolak permintaannya.
Katakan Anda tidak bisa membantu.
Anda tidak bersedia meminjamkan sesuatu.
Anda tidak ingin mengikuti rencana tertentu.
Atau Anda hanya ingin memiliki waktu sendiri.
Orang yang menghargai Anda mungkin kecewa, tetapi biasanya tetap menghormati keputusan tersebut.
Sebaliknya, orang yang terbiasa mendapatkan apa yang ia inginkan mungkin menunjukkan reaksi yang berbeda.
Ia bisa membuat Anda merasa bersalah.
Ia mengatakan bahwa Anda egois.
Ia mendiamkan Anda sebagai bentuk hukuman.
Ia terus mendesak sampai Anda menyerah.
Atau ia mencoba memanipulasi emosi Anda agar berubah pikiran.
Perbedaan antara kedua respons tersebut sangat penting.
Karena hubungan yang sehat tidak hanya membutuhkan kemampuan seseorang untuk menghargai “ya”, tetapi juga kemampuan untuk menghargai “tidak”.
Jika seseorang hanya bersikap baik ketika Anda memenuhi keinginannya, mungkin yang ia hargai bukanlah diri Anda, melainkan manfaat yang bisa ia dapatkan dari Anda.
5. Amati Bagaimana Ia Bertindak Ketika Melakukan Kesalahan
Tidak ada manusia yang sempurna.
Orang yang dapat dipercaya juga bisa berbohong, terlambat, lupa, salah mengambil keputusan, atau mengecewakan orang lain.
Yang membedakan bukan apakah seseorang pernah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana ia bertanggung jawab setelah melakukan kesalahan tersebut.
Perhatikan apakah ia mampu mengatakan:
“Ya, saya salah.”
Apakah ia meminta maaf tanpa mencari kambing hitam?
Apakah ia berusaha memperbaiki dampaknya?
Apakah ia belajar agar kesalahan yang sama tidak terus berulang?
Atau justru setiap kali melakukan kesalahan, selalu ada orang lain yang disalahkan?
Orang yang selalu memiliki alasan untuk kesalahannya sendiri perlu diperhatikan.
Bukan berarti setiap kesalahan menunjukkan bahwa seseorang tidak dapat dipercaya. Yang perlu dilihat adalah polanya.
Seseorang yang mengakui kesalahan dan memperbaikinya justru dapat menunjukkan integritas yang lebih kuat dibandingkan orang yang selalu berusaha terlihat sempurna.
Karena itu, jangan hanya mengamati seseorang ketika semuanya berjalan baik.
Lihat dia ketika sesuatu berjalan salah.
Di saat seperti itulah karakter sering terlihat dengan lebih jelas.
6. Perhatikan Apakah Ia Menjaga Rahasia Orang Lain
Ada sebuah kesalahan yang sering kita lakukan ketika menilai seseorang.
Kita berpikir:
“Dia sering menceritakan rahasia orang lain kepada saya. Berarti dia sangat percaya kepada saya.”
Belum tentu.
Bisa jadi justru sebaliknya.
Jika seseorang dengan mudah membicarakan masalah pribadi orang lain kepada Anda, ada kemungkinan ia juga akan membicarakan masalah pribadi Anda kepada orang lain.
Tentu tidak semua percakapan pribadi memiliki bobot yang sama. Namun, pola membocorkan informasi yang seharusnya dijaga dapat menjadi tanda bahwa seseorang tidak terlalu menghargai batas privasi.
Cobalah memperhatikan cara seseorang berbicara tentang orang yang tidak hadir.
Apakah ia menjaga cerita pribadi?
Apakah ia senang membicarakan kelemahan orang lain?
Apakah ia menggunakan informasi pribadi sebagai bahan hiburan?
Atau apakah ia tahu kapan harus berhenti berbicara?
Orang yang dapat dipercaya biasanya memahami bahwa tidak semua hal yang diketahui harus diceritakan.
Kemampuan untuk diam pada saat yang tepat merupakan salah satu bentuk kedewasaan yang sering tidak dihargai.
7. Lihat Apakah Perilakunya Konsisten dari Waktu ke Waktu
Pada akhirnya, salah satu indikator paling penting dari kepercayaan adalah konsistensi.
Jangan menilai seseorang hanya berdasarkan satu percakapan.
Jangan pula menilai berdasarkan satu hari ketika dia sangat baik kepada Anda.
Seseorang bisa bersikap luar biasa baik selama beberapa jam.
Tetapi karakter tidak dibentuk dalam beberapa jam.
Karakter terlihat melalui pola.
Bagaimana ia memperlakukan Anda ketika sedang senang?
Bagaimana ketika sedang marah?
Bagaimana ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan?
Bagaimana ketika tidak ada yang melihat?
Bagaimana ketika Anda sedang berada dalam posisi yang lebih lemah?
Bagaimana ketika hubungan tersebut tidak lagi memberikan keuntungan baginya?
Semakin lama Anda mengamati seseorang, semakin banyak pola yang akan terlihat.
Inilah alasan mengapa kepercayaan yang sehat biasanya tumbuh secara perlahan.
Waktu memberi kesempatan kepada seseorang untuk menunjukkan apakah perilakunya memang merupakan karakter asli atau hanya sebuah peran.
Jangan Mencari Orang yang Sempurna
Ada satu hal penting yang perlu diingat.
Mencari orang yang dapat dipercaya bukan berarti mencari manusia yang tidak pernah salah.
Tidak ada orang seperti itu.
Orang yang dapat dipercaya tetap bisa mengecewakan Anda. Mereka bisa lupa. Mereka bisa salah memahami sesuatu. Mereka bisa membuat keputusan buruk.
Yang membedakan adalah cara mereka menghadapi kesalahan tersebut.
Apakah mereka jujur?
Apakah mereka bertanggung jawab?
Apakah mereka menghormati batasan?
Apakah mereka berusaha memperbaiki keadaan?
Dan yang paling penting, apakah perilaku mereka menunjukkan pola yang relatif konsisten?
Karena itu, jangan menuntut kesempurnaan dari orang lain sebelum memberikan kepercayaan.
Carilah integritas.
Kesimpulan: Biarkan Perilaku yang Berbicara
Jika Anda ingin mengetahui siapa yang bisa dipercaya, Anda tidak perlu melakukan permainan psikologis atau menjebak seseorang.
Cukup amati.
Perhatikan apakah perkataan sesuai dengan tindakan.
Lihat bagaimana ia memperlakukan orang yang tidak dapat memberinya keuntungan.
Berikan kepercayaan secara bertahap.
Amati reaksinya ketika Anda berkata “tidak”.
Lihat bagaimana ia menghadapi kesalahan.
Perhatikan apakah ia menjaga rahasia.
Dan yang terakhir, lihat konsistensinya dari waktu ke waktu.
Pada akhirnya, orang mungkin bisa mengontrol kata-katanya, tetapi jauh lebih sulit untuk mengontrol pola perilaku dalam jangka panjang.
Jadi, jangan terburu-buru mempercayai seseorang hanya karena mereka mengatakan hal yang tepat.
Dengarkan kata-katanya, tetapi perhatikan tindakannya.
Karena dalam banyak hubungan, jawaban tentang siapa yang benar-benar bisa dipercaya tidak ditemukan dalam apa yang seseorang katakan tentang dirinya sendiri.
Jawabannya terlihat dari apa yang ia lakukan berulang kali.







