Ringkasan Berita:
- Kebakaran di Batu Ceper, Gambir, Jakarta Pusat, menghanguskan 114 rumah dan berdampak pada 310 KK atau 880 jiwa.
- Pemprov DKI menyiapkan empat posko pengungsian, lengkap dengan tenda, toilet, air bersih, dan bantuan makanan.
- Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara pemerintah menyiapkan bantuan logistik, pengurusan dokumen yang hilang, hingga pemulihan hunian.
Infomalangraya.com, JAKARTA — Kebakaran yang melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, berdampak pada 310 Kartu Keluarga (KK) atau 880 jiwa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka sejumlah posko pengungsian untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (31/8/2026) tersebut menghanguskan 114 rumah.
Pemprov DKI memastikan tidak ada korban jiwa dari kalangan warga akibat kebakaran tersebut.
Sebanyak empat RT di RW 01 terdampak dalam peristiwa tersebut, yakni RT 04, RT 05, RT 07, dan RT 09.
Camat Gambir Muhammad Iqbal bersama lurah, RT, dan RW setempat kemudian menyiapkan empat posko pengungsian.
Posko pengungsian tersebut berada di lapangan, tanah kosong, jalur belakang, serta rumah warga.
Pemprov DKI turut menyediakan tenda, toilet, dan air bersih bagi warga terdampak.
Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi seluruh warga, termasuk balita, lansia, dan anak usia sekolah agar memiliki tempat beristirahat yang layak.
Pada malam hari setelah kebakaran, Dinas Sosial menyalurkan makanan siap saji ke sejumlah posko pengungsian.
Bantuan Makanan Disalurkan ke Pengungsian
Bantuan lanjutan dari Bazis, Baznas, dan PMI dijadwalkan masuk secara bergantian mulai Selasa (1/9/2026).
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan pendataan warga terdampak juga terus diperdalam untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Pendataan tersebut turut memperhatikan kebutuhan kelompok rentan dan anak-anak usia sekolah.
“Malam itu juga kewilayahan dan Dinas Sosial sudah membuka posko serta menyalurkan makanan,” jelasnya.
Pemadaman Libatkan 29 Mobil Damkar
Laporan kebakaran diterima Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) pada pukul 13.40 WIB.
Unit pertama tiba di lokasi beberapa menit kemudian dan operasi pemadaman dimulai pukul 13.46 WIB.
Kondisi permukiman yang padat serta angin kencang membuat api cepat merambat.
Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat kemudian menambah armada hingga mencapai 29 unit mobil pemadam dengan dukungan 135 personel.
Api berhasil dilokalisir pada pukul 16.17 WIB dan dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 18.00 WIB.
Setelah itu, petugas tetap melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin langsung meninjau lokasi kebakaran.
Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Pusat telah menurunkan tim forensik untuk mendalami penyebab kebakaran.
Dua petugas Damkar yang mengalami kelelahan dan terpapar asap juga telah mendapatkan penanganan medis.
Pemprov DKI mengapresiasi kerja keras personel Gulkarmat yang harus menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, mulai dari akses yang sempit, sumber air yang jauh, hingga perambatan api yang berlangsung cepat.
Ke depan, Pemprov DKI bersama Pemkot Jakarta Pusat memastikan kebutuhan logistik harian warga tetap terpenuhi.
Pemerintah juga akan membantu pengurusan dokumen warga yang hilang serta merumuskan langkah pemulihan hunian secara bertahap.
Warga di sekitar lokasi kebakaran diimbau tidak mendekati puing-puing bangunan demi keselamatan serta menjaga kelancaran distribusi bantuan.
Gubernur Pramono Anung telah menginstruksikan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk terus mendampingi warga Batu Ceper, khususnya masyarakat yang terdampak kebakaran. (m27)







