Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*

Lonjakan Cabai Surabaya Tembus Rp60 Ribu, Urban Farming Jadi Andalan

7 November 2026

Bupati Pasuruan Pastikan Tarif PBB-P2 Tak Naik, Warga Kecil Aman dari Beban Pajak

7 November 2026

Prediksi Bristol City vs Norwich City: The Canaries Bidik Poin Penuh di Ashton Gate

7 November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Saturday, 7 November 2026
Trending
  • Lonjakan Cabai Surabaya Tembus Rp60 Ribu, Urban Farming Jadi Andalan
  • Bupati Pasuruan Pastikan Tarif PBB-P2 Tak Naik, Warga Kecil Aman dari Beban Pajak
  • Prediksi Bristol City vs Norwich City: The Canaries Bidik Poin Penuh di Ashton Gate
  • Herannya Dokter Tirta Lihat Raffi Ahmad Klarifikasi Soal Acara Sumpah Pemuda
  • Rhenald Kasali Skakmat Raffi Ahmad: Jutaan Followers Bukan Segalanya!
  • Cek Fakta Sepekan: Isu Dino Patti Djalal, Saaiful Mujani, dan Anies Baswedan
  • Dikhianati hingga terseret kasus hukum, ini alasan istri sah tetap maafkan Dwi Bagus pembunuh Madiun
  • Pengakuan istri sah pembunuh ibu dan anak di Madiun, percaya penuh ke suami, tak tahu ada istri siri
  • Pemkot Surabaya Sanski 39 Perusahaan Penyalur ART,Buntut Kasus Dugaan Penyekapan
  • Menghadang Adhyaksa FC: Semen Padang Incar Hattrick Kemenangan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»berita»Lonjakan Cabai Surabaya Tembus Rp60 Ribu, Urban Farming Jadi Andalan

Lonjakan Cabai Surabaya Tembus Rp60 Ribu, Urban Farming Jadi Andalan

adm_imradm_imr7 November 20260 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Lonjakan Cabai Surabaya Tembus Rp60 Ribu, Urban Farming Jadi Andalan

Dinamika harga komoditas pangan, khususnya cabai, kembali menjadi sorotan di berbagai pusat perbelanjaan tradisional di Kota Surabaya. Di sejumlah pasar rakyat, harga komoditas pedas ini terpantau berada pada kisaran angka Rp52 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram. Meskipun angka tersebut menunjukkan sedikit penurunan, namun harganya masih tergolong tinggi bagi sebagian besar masyarakat.

Sebelumnya, pada penghujung bulan Oktober 2026, lonjakan harga cabai sempat mencatatkan angka yang lebih mengkhawatirkan, yakni menyentuh Rp60 ribu per kilogram. Situasi ini langsung dirasakan oleh para pedagang eceran di lapangan. Salah seorang pedagang di Pasar Balongsari, Rahma, mengungkapkan bahwa gejolak harga tersebut berdampak langsung terhadap pola belanja para konsumen setianya.

  • Dampak Penurunan Daya Beli Konsumen:
    • Sebagian besar pembeli terpaksa mengurangi kuantitas pembelian harian mereka.
    • Konsumen yang biasanya membeli dalam takaran setengah kilogram kini beralih menjadi seperempat kilogram saja demi menghemat pengeluaran.
    • Meskipun harga saat ini sudah berangsur turun ke rentang Rp52 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, kehati-hatian dalam berbelanja masih tampak di kalangan masyarakat.

Lonjakan harga komoditas hortikultura ini ternyata tidak hanya dirasakan di tingkat lokal Surabaya, melainkan juga terekam secara nasional dalam data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan laporan lembaga tersebut, cabai merah, cabai rawit, dan tomat menjadi trio komoditas utama yang memberikan dorongan signifikan terhadap inflasi bulan Oktober 2026 yang tercatat sebesar 0,22 persen secara bulanan (month-to-month / mtm).

Cabai Merah Menjadi Penyumbang Inflasi Terbesar

Dalam pemaparan resminya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menduduki posisi tertinggi sebagai penyumbang inflasi bulanan. Kelompok ini secara keseluruhan mengalami inflasi sebesar 0,51 persen dengan andil terhadap inflasi umum mencapai 0,15 persen.

Komoditas-komoditas yang memegang peranan dominan dalam mendorong laju inflasi pada kelompok tersebut antara lain:
* Cabai Merah: Menjadi penyumbang terbesar dengan memberikan andil inflasi sebesar 0,13 persen pada periode tersebut.
* Cabai Rawit: Menyusul di posisi berikutnya dengan memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen terhadap Indeks Harga Konsumen.
* Tomat: Turut memberikan tekanan inflasi dengan catatan andil sebesar 0,04 persen secara bulanan.

Melihat tren kenaikan harga yang berpotensi kembali terulang menjelang periode libur akhir tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis langsung dicanangkan guna memperkuat ketahanan pangan serta mengendalikan gejolak harga di pasaran.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkot Surabaya secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari warga perumahan, kelompok tani lokal, hingga pegiat komunitas urban farming, untuk menggencarkan aksi penanaman mandiri. Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyebutkan bahwa gerakan masif ini sebenarnya telah dimulai sejak akhir bulan Agustus hingga awal September 2026.

Pelibatan Warga Melalui Urban Farming dan Inovasi Teknologi

Sebagai bentuk nyata dari upaya mitigasi lonjakan harga, Pemkot Surabaya menginisiasi berbagai program kreatif, salah satunya melalui ajang Surabaya Urban Farming Competition. Melalui kompetisi ini, warga yang tinggal di berbagai perkampungan didorong untuk mempraktikkan bercocok tanam secara mandiri di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Pemerintah menargetkan bahwa hasil dari penanaman mandiri ini sudah dapat dipanen pada penghujung tahun. Dengan demikian, suplai tambahan dari tingkat rumah tangga dan kelompok masyarakat diharapkan mampu membanjiri pasar lokal dan meredam laju kenaikan harga cabai.

Selain memberdayakan masyarakat umum, DKPP Kota Surabaya juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok-kelompok tani (poktan) untuk memperluas skala budidaya cabai. Salah satu lokasi percontohan yang dikembangkan berada di kawasan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan.

Di lokasi tersebut, DKPP mengerahkan sumber daya untuk menanam ribuan bibit dengan metode modern:
* Pemanfaatan lahan secara optimal menggunakan media tanam praktis berupa polybag.
* Penanaman total sebanyak 4.100 bibit cabai yang tertata rapi dalam 2.050 polybag.
* Penerapan teknologi pertanian mutakhir hasil kolaborasi strategis bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Inovasi teknologi yang diterapkan bersama pihak akademisi ini difokuskan untuk melahirkan varietas tanaman yang memiliki daya tahan lebih kuat terhadap serangan hama tanaman. Selain itu, teknologi ini juga dirancang untuk meningkatkan kualitas hasil panen secara keseluruhan, termasuk meminimalisasi risiko pembusukan dini pada buah cabai.

Mengajak Masyarakat Memanfaatkan Lahan Pekarangan

Keberhasilan program stabilisasi harga pangan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga. Oleh karena itu, pihak DKPP terus mengimbau masyarakat luas, terutama para ibu rumah tangga, untuk menjadikan aktivitas bercocok tanam sebagai bagian dari gaya hidup mandiri dalam memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

Keterbatasan luas lahan di kawasan perkotaan padat penduduk tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti mencoba. Pemerintah memastikan bahwa metode bercocok tanam modern saat ini sangat fleksibel dan ramah bagi area permukiman yang padat.

Masyarakat tidak harus memiliki pekarangan yang luas untuk bisa menghasilkan panen sendiri. Lahan yang sempit atau terbatas di teras rumah tetap dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan menggunakan media pot atau wadah tanam alternatif lainnya demi mewujudkan kemandirian pangan dari tingkat keluarga terkecil.

Dengan menanam cabai sendiri, setidaknya kebutuhan rumah tangga bisa terbantu ketika harga cabai di pasaran sedang tinggi,” katanya. Fenomena fluktuasi harga komoditas pangan, khususnya cabai, memang kerap menjadi momok tersendiri bagi para ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner skala kecil. Oleh karena itu, gerakan menanam cabai di pekarangan rumah bukan lagi sekadar hobi pengisi waktu luang, melainkan sebuah langkah strategis untuk menciptakan ketahanan pangan tingkat keluarga.

Keuntungan Menanam Cabai Mandiri di Rumah

  • Memiliki ketersediaan pasokan bumbu dapur yang segar setiap saat tanpa harus bergantung penuh pada fluktuasi harga di pasar tradisional maupun supermarket.

    Kualitas cabai yang dipanen sendiri juga cenderung lebih terjamin kesehatannya karena proses pemupukan dan pengendalian hama dapat diawasi secara langsung menggunakan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan.

  • Memanfaatkan lahan sempit atau pekarangan terbengkalai menjadi area yang produktif, hijau, dan asri.

    Bahkan bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan padat penduduk dengan keterbatasan lahan, teknik penanaman modern seperti penggunaan polybag, pot gantung, ataupun sistem hidroponik sederhana dapat menjadi solusi yang sangat efektif.

Tips Sederhana Merawat Tanaman Cabai Agar Berbuah Lebat

Untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan dan berlimpah, tentu ada beberapa tahapan penting dalam perawatan tanaman cabai yang harus diperhatikan oleh para pemula:

  1. Pemilihan Bibit Unggul

    Pastikan menggunakan benih atau bibit cabai berkualitas tinggi yang tahan terhadap penyakit tanaman agar pertumbuhan di fase awal bisa berjalan secara optimal.

  2. Media Tanam yang Gembur

    Gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan yang pas guna memastikan sirkulasi udara serta penyerapan nutrisi oleh akar berjalan lancar.

  3. Penyiraman dan Pemupukan Rutin

    Lakukan penyiraman secara berkala pada pagi atau sore hari, serta berikan pupuk organik secara berkala untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah cabai.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Bupati Pasuruan Pastikan Tarif PBB-P2 Tak Naik, Warga Kecil Aman dari Beban Pajak

By adm_imr7 November 20260 Views

Herannya Dokter Tirta Lihat Raffi Ahmad Klarifikasi Soal Acara Sumpah Pemuda

By adm_imr7 November 20260 Views

Dikhianati hingga terseret kasus hukum, ini alasan istri sah tetap maafkan Dwi Bagus pembunuh Madiun

By adm_imr7 November 20261 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Lonjakan Cabai Surabaya Tembus Rp60 Ribu, Urban Farming Jadi Andalan

7 November 2026

Bupati Pasuruan Pastikan Tarif PBB-P2 Tak Naik, Warga Kecil Aman dari Beban Pajak

7 November 2026

Prediksi Bristol City vs Norwich City: The Canaries Bidik Poin Penuh di Ashton Gate

7 November 2026

Herannya Dokter Tirta Lihat Raffi Ahmad Klarifikasi Soal Acara Sumpah Pemuda

7 November 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?