Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Waspadai Kekurangan Energi Akibat Perang Timur Tengah, Warga Bali Khawatir Harga BBM Naik

    3 April 2026

    Libur Lebaran 2026 Tingkatkan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit

    3 April 2026

    Sifat Weton Jum’at Pahing: Jodoh, Karir, dan Rezeki

    3 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 3 April 2026
    Trending
    • Waspadai Kekurangan Energi Akibat Perang Timur Tengah, Warga Bali Khawatir Harga BBM Naik
    • Libur Lebaran 2026 Tingkatkan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit
    • Sifat Weton Jum’at Pahing: Jodoh, Karir, dan Rezeki
    • Sangkakala Temukan Mayat Terpotong di Freezer Ayam Geprek, Pelaku Tertangkap
    • Aglomerasi Surabaya dan Malang Jatim Jadi Lokasi Proyek Waste to Energy
    • 5 Diet yang Bantu Kendalikan Eksim
    • Smoothie atau Jus, Mana yang Lebih Sehat?
    • Daftar Hadiah Kejuaraan Asia 2026: Kenaikan Signifikan, Juara Raup Rp700 Juta
    • Arus balik Sumatera-Jawa merata, 79 persen pemudik telah kembali
    • 12 Ramalan Shio Penuh Makna: Cinta, Karier, dan Nomor Keberuntungan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Kata-kata menua dengan bahagia

    Kata-kata menua dengan bahagia

    adm_imradm_imr26 Januari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengalaman Sederhana yang Menginspirasi



    Nyessss!

    Cireng yang masih hangat, tercelup di bumbu rujak. Cireng buatan Mbak Anna (tetanggaku) ini berbeda. Tidak banyak minyak, kenyal dan tentu saja cocolannya bikin nagih. Pedas manis asam.

    Sementara di luar jendela, warna langit mirip seprai kasur yang sudah kusam. Mendung. Belum juga hujan turun, notifikasi HP berbunyi. Pesan dari mbak Anna: Mbak, pesanan cireng untuk besok sudah ready. Mau diantar ke rumah pean sekarang atau besok saja?

    Pesan dari Mbak Anna membuatku ingin tersedak. Kata-kata “cireng ready” ini, entah kenapa mengingatkanku pada satu kumpulan esai “Menua dengan Gembira” yang baru saja kuletakkan di rak jati. Benar-benar ingatan yang masih hangat. Aku menelan cireng di mulutku buru-buru sebelum meledak keluar.

    Komedi Hidup di Sela-sela Hari

    Di media sosial sempat beredar video orang yang enggan nikah muda karena takut nanti status WhatsApp-nya berisi update “cireng ready y bund”. – Menua dengan Gembira halaman 2.

    Tiga hari yang lalu, buku Menua dengan Gembira ini masih ada di pangkuanku. Aku ingat membacanya sambil menunggu bocah bermain rumah balon saat berkunjung ke kota Bung Karno. Pukul sepuluh siang lebih sedikit, aku baru saja membuka cover plastiknya. Dan dalam hitungan detik, sudah dibawa pada humor-humor getir buku esai itu.

    Mulai dari perkara cireng di grup WhatsApp ibu-ibu kompleks, yang tentu membuatku membayangkan Mbak Anna dan cirengnya sampai perkara hidup sehari-hari yang rasa-rasanya jarang kupikirkan.

    Di bawah pohon rimbun di Kebun Rojo (sebuah taman di kota itu) dadaku meremang sambil sesekali berseloroh, “iya juga sih. Tapi mau bagaimana lagi.” atau sesekali menanggapi hal-hal yang terlalu dekat dengan lingkungan sosialku.

    Sepuluh menit kemudian tetangga saya menyahut, barusan Dokter Amin mengirim WA: yang bersangkutan tidak kena corona, melainkan dirawat karena kecapean saja….

    Lantas bagaimana dengan RSIA yang diisolasi?

    “Itu foto klinik di Bojonggede,” jelas Dokter Amin. “Disegel karena menjadi tempat aborsi. Kasus lama itu, sudah lima tahun lalu. Warna kliniknya memang mirip dengan rumah sakit kami.” – Menua dengan Gembira halaman 63

    “Ya, begitulah ibu-ibu kompleks. Sering share-share yang belum tentu benar,” kataku sambil geleng-geleng. Jam saat itu, masih belum tengah hari, tak terasa sudah setengah buku. Ketika si bocah datang mendekat ke arahku, meminta segelas air, Glek glek! Sungguh lucu suara yang terdengar. Barangkali juga aku tak sadar ada suara tawaku yang tak terdengar dari sisa komedi di sela-sela buku.

    Gembira di Sela-sela Kompromi dan Negosiasi

    Kukira setelah minum si bocah hendak meminta pulang. Tapi, rasanya dia masih nyaman bermain di rumah balon itu. “Ya sudah lima belas menit lagi ya. Setelah itu pulang,” izinku padanya.

    Namanya bocah. Mereka kadang mudah akrab dengan siapa saja, bahkan pada teman yang baru dikenalnya. Kubuka lagi buku yang terjeda. Halaman 65. Sesekali kepalaku manggut-manggut.

    Gimana tidak? Aku jadi teringat perilakuku sendiri di era Covid saat itu yang doyan berselancar sampai merasa stress karena banyak menemui berita-berita kurang sedap soal covid (mereka menyebutnya doom-surfing). Panik dan lagi-lagi overthinking. Lalu sebagai pelarian, aku akan mencari buku-buku self-help yang tidak bisa diberikan media sosial atas algoritmanya akan produktivitas. Bisa kukatakan buku-buku self-help masa itu menjadi antitesis darinya. Anti-produktivitas dan anti-flexing.

    Tren penggunaan media sosial yang sangat tinggi rasanya juga turut berkontribusi bagi larisnya buku-buku self-help anti-produktivitas ini. – Menua dengan Gembira halaman 73

    Aku mengipasi diriku. Bukan karena aku merasa panas dengan buku yang kubaca, tapi terlebih soal cuaca kota Blitar yang panas. Kurasa mendung belum sampai di kota ini. Di tengah gerakan tanganku yang mendinginkan suhu tubuh dengan buku itu, kuperhatikan sekali lagi bocah yang sedang bermain. Kepalaku sedikit kumiringkan, saat melihat rumah balon yang bergerak-gerak. Gerakannya tak beraturan, tapi membuatku jadi membayangkan, apakah rumah balon itu senang karena anak-anak bermain di atasnya?

    Cukup lama pikiran tentang gerakan rumah balon itu menggantung di kepala. Cukup aneh, apa yang sebenarnya mengganjal saat itu. Pertanyaannya bahkan sampai kubawa pulang ke Malang.

    Setelah tiga hari, tepat pada kata-kata cireng ready terbaca, barulah gerakan rumah balon itu merepresentasikan bahwa kadang gembira datang ketika kita bisa bercerita dan berusaha menikmati segala kompromi hidup. Ya, mirip-mirip rumah balon yang tetap bergerak meski ada beban di atasnya.

    Barangkali aset terbesar negara ini adalah orang-orang yang cukup berbahagia dengan jajan di pasar malam, ngobrol ngalor ngidul sambil minum kopi instan dan membawa anak mereka naik odong-odong lima ribuan, sementara di atas sana semuanya berjalan seperti business as usual. – Menua dengan Gembira halaman 140

    Jari bermain di atas layar. Pesan mbak Anna kubalas: nanti habis jemput bocah kuambil ya mbak. Terima kasih. Kububuhkan emoji tangan menangkup. Tanda terima kasih.

    Setelahnya, satu cireng sisa kucelupkan dalam cocolan bumbu rujak sambil pikiran melanjutkan rasan-rasan kata menua dengan gembira.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Smoothie atau Jus, Mana yang Lebih Sehat?

    By adm_imr3 April 20261 Views

    30 Kata-kata Halal Bihalal untuk Guru: Santun dan Penuh Doa dalam Berbagai Kategori

    By adm_imr3 April 20261 Views

    Naik Dango Kalbar 2026: Tradisi Syukur yang Menyatukan Masyarakat

    By adm_imr3 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Waspadai Kekurangan Energi Akibat Perang Timur Tengah, Warga Bali Khawatir Harga BBM Naik

    3 April 2026

    Libur Lebaran 2026 Tingkatkan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit

    3 April 2026

    Sifat Weton Jum’at Pahing: Jodoh, Karir, dan Rezeki

    3 April 2026

    Sangkakala Temukan Mayat Terpotong di Freezer Ayam Geprek, Pelaku Tertangkap

    3 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?