Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS

    5 April 2026

    Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

    5 April 2026

    Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber

    5 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS
    • Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar
    • Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber
    • DPRD Sidoarjo Minta Kaji Ulang Kebijakan WFH untuk ASN, Rafi Usulkan Perbaikan Transportasi Umum
    • KPK Temukan Aliran Uang ke Gus Alex
    • Menteri: Percepatan PSEL Surabaya-Malang Terealisasi
    • Perbedaan Body Scrub dan Body Wrap: Pilih yang Tepat!
    • 7 Makanan yang Membantu Embrio Menempel di Rahim
    • Arema FC Cari Pengganti Dalberto dan Joel Vinicius di Lini Depan, Tampil Pincang Hadapi Malut United
    • 9 destinasi tersembunyi di Jenawi Karanganyar: Pemandangan indah Gunung Lawu dan spot foto viral
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Kesabaran Ibu Keisya Levronka Terbatas, Tanggung Jawab Kampus Belum Memenuhi Harapan

    Kesabaran Ibu Keisya Levronka Terbatas, Tanggung Jawab Kampus Belum Memenuhi Harapan

    adm_imradm_imr5 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjuangan Keluarga Lexi Valleno Havlenda dalam Mencari Keadilan

    Keluarga Lexi Valleno Havlenda telah menjalani perjalanan panjang selama hampir dua tahun untuk mencari keadilan atas kejadian yang menimpa putranya. Awalnya, mereka memilih untuk diam dan menempuh jalur kekeluargaan, tetapi akhirnya memutuskan untuk memviralkan kasus ini setelah tidak mendapatkan respons yang diharapkan.

    Lexi terjatuh dari lantai enam gedung kampus saat sedang mengikuti latihan caving atau susur gua. Kejadian ini terjadi karena pengait pengaman yang digunakan oleh Lexi tiba-tiba terlepas. Penanganan awal terhadap kejadian tersebut dinilai tidak sesuai dengan prosedur medis darurat, yang menjadi salah satu poin penting dalam keluhan keluarga.

    Cedera Berat yang Mengubah Hidup Lexi

    Akibat kejadian tersebut, Lexi mengalami cedera berat pada beberapa organ tubuhnya, termasuk tulang ekor, ginjal, paru-paru, dan hati. Dampak dari cedera tersebut sangat signifikan, sehingga ia harus menjalani perawatan jangka panjang. Selama waktu itu, Lexi menggunakan kateter, kursi roda, dan kasur khusus untuk kenyamanan dan pemulihan.

    Pengalaman Lexi menjadi sorotan publik setelah keluarganya memutuskan untuk membuka kembali cerita ini melalui media sosial. Levi Leonita Davies, ibu Lexi, menyampaikan rasa kecewa terhadap proses penyelesaian yang dianggap tidak efektif dan lambat.

    Perjuangan Keluarga dalam Menuntut Pertanggungjawaban

    Levi Leonita Davies menyatakan bahwa langkah memviralkan kasus ini bukanlah keputusan yang diambil secara terburu-buru. Ia menjelaskan bahwa keluarga telah berusaha mencari solusi secara kekeluargaan selama bertahun-tahun tanpa hasil yang memuaskan. Bahkan, komunikasi dengan pihak kampus dan organisasi mahasiswa terbukti sulit dan tidak efektif.

    “Sepertinya memang harus melalui media sosial ya untuk berkomunikasi dengan kalian,” kata Levi Leonita dalam sebuah unggahan media sosial. Ia menegaskan bahwa keputusan ini dilakukan karena kebutuhan akan keadilan bagi putranya.

    Dukungan dari Keluarga dan Rekan

    Dalam perjuangan ini, Keisya Levronka, adik Lexi, turut memberikan dukungan langsung kepada ibunya. Pada 31 Januari 2026, Keisya bersama kekasihnya, Nyoman Paul, hadir dalam pertemuan dengan pihak Universitas Tarumanagara (Untar). Kehadiran mereka terekam dalam unggahan Levi, yang menunjukkan suasana ruang tunggu kantor kampus.

    Pertemuan dengan Pihak Kampus

    Setelah kasus ini ramai diperbincangkan, pihak keluarga akhirnya bertemu langsung dengan perwakilan kampus. Levi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dengan respons yang cukup baik. Namun, keluarga masih belum dapat menerima tawaran yang diajukan oleh pihak kampus, baik dari sisi material maupun imaterial.

    “Alhamdulillah pertemuan hari ini berjalan lancar. Sudah ada respon baik dan terima kasih itikad baiknya meski apa yang ditawarkan masih sangat jauh dari perhitungan material dan imaterial yang sudah dikeluarkan. Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut.”

    Kronologi Kecelakaan yang Menimpa Lexi

    Di balik proses panjang tersebut, Levi kembali mengungkap kronologi kejadian yang menimpa putranya. Insiden terjadi saat Lexi mengikuti latihan caving yang diselenggarakan oleh organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam (Mapala) di area kampus. Latihan tersebut berubah menjadi tragedi ketika sistem pengaman yang digunakan Lexi gagal berfungsi.

    “Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” ungkap Levi. Ia juga menyoroti penanganan awal pascakejadian yang menurutnya tidak sesuai standar medis darurat.

    “Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taksi online) dan ditidurkan lagi di taksi online,” tulis Levi. Ia mempertanyakan keputusan tidak memanggil ambulans, meskipun waktu tunggu dinilai tidak jauh berbeda.

    Kondisi Medis Lexi Saat Ini

    Dampak dari kejadian tersebut masih dirasakan hingga kini. Lewat Instagram Story, Levi merinci kondisi medis Lexi yang memerlukan penanganan jangka panjang. Cedera berat dialami putranya, mulai dari tulang ekor yang remuk hingga harus dipasangi pen, trauma ginjal yang sempat bergeser dan tidak berfungsi, paru-paru yang terendam cairan darah, serta sobekan pada organ hati.

    “Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun pula aktivitas Lexi harus menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat,” ungkap Levi. “Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya.”

    Upaya Mencari Keadilan dan Tanggung Jawab

    Kini, bagi Levi dan keluarga, membuka kembali peristiwa ini bukan semata soal masa lalu, melainkan upaya mencari keadilan dan tanggung jawab atas luka yang masih dirasakan hingga hari ini. Mereka berharap agar pihak kampus dan organisasi terkait dapat segera memberikan solusi yang sesuai dengan harapan keluarga.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Ikut Demo No Kings di AS, Robert De Niro: Bukan Untuk Trump!

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Antrean BBM Nonsubsidi di Ambon, Harga Diprediksi Naik Mulai 1 April

    By adm_imr5 April 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS

    5 April 2026

    Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

    5 April 2026

    Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber

    5 April 2026

    DPRD Sidoarjo Minta Kaji Ulang Kebijakan WFH untuk ASN, Rafi Usulkan Perbaikan Transportasi Umum

    5 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?