Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Meisya Siregar Kembali ke Indonesia, Istri Bebi Romeo Minta Doa

    11 Maret 2026

    HDL vs LDL: Kolesterol Baik dan Jahat

    11 Maret 2026

    Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan

    11 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Maret 2026
    Trending
    • Meisya Siregar Kembali ke Indonesia, Istri Bebi Romeo Minta Doa
    • HDL vs LDL: Kolesterol Baik dan Jahat
    • Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan
    • Berapa Kuat Nuklir Tiongkok Jika Perang Dunia III Pecah?
    • Jadwal Imsak Nusa Tenggara Barat 8 Maret 2026
    • 50 Soal Essay Seni Budaya Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban Terbaru
    • Proyek Listrik Kereta Api Malaysia Selesai Lebih Cepat
    • Kecelakaan Maut di Surabaya, Mobil HR-V Terbalik 2 Meter Dekat Masjid Al Akbar
    • Kronologi pemuda Makassar tewas ditembak polisi saat pembubaran pertandingan Omega
    • Arcfox Listrik Siap Jadi Pemain Utama, Target Naik 200% untuk BAIC Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Geopolitik Memanas, GREAT Institute Ingatkan Dampak Kebijakan Trump

    Geopolitik Memanas, GREAT Institute Ingatkan Dampak Kebijakan Trump

    adm_imradm_imr5 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian global, prinsip klasik “Si vis pacem, para bellum” kembali menjadi perhatian. Prinsip ini menyatakan bahwa untuk mencapai perdamaian, kesiapan menghadapi konflik atau perang adalah hal yang mutlak. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam konteks pertahanan dan keamanan, serta sering digunakan dalam berbagai filosofi politik dan hubungan internasional.

    Perdebatan tentang prinsip ini muncul dalam sebuah diskusi khusus yang diselenggarakan oleh GREAT Institute dengan tema “Amerika Era Donald Trump dan Gejolak Geopolitik Multiblok di Ambang Perang”. Diskusi tersebut berlangsung pada Jumat (30/1/2026) dan dihadiri oleh sejumlah tokoh ahli dan akademisi.

    Menurut Dr. Darmansjah Djumala, mantan Duta Besar RI untuk Austria, kebijakan unilateral Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump berpotensi meruntuhkan tatanan global. Ia memperingatkan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh AS dapat memiliki efek domino, bahkan membuat negara-negara besar lainnya merasa bebas melakukan hal serupa di kawasan mereka sendiri.

    “Unilateralisme regional bisa menghasilkan unilateralisme global. Jika satu negara melanggar aturan, maka yang lain akan ikut bertindak sepihak,” ujar mantan Ketua Dewan Gubernur IAEA tersebut.

    Sementara itu, Rizal Darma Putra, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), juga turut menyoroti kepemimpinan Donald Trump dan pemimpin dunia lainnya. Menurutnya, fenomena kepemimpinan personalistik telah menjadi ciri khas dari banyak negara besar.

    “Keputusan berani Trump, seperti perintah penangkapan Presiden Venezuela, adalah contoh nyata bagaimana persepsi individu pemimpin dapat mengubah arah politik internasional,” kata Rizal.

    Ia menambahkan bahwa selain Donald Trump, pemimpin seperti Vladimir Putin, Xi Jinping, hingga Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki gaya kebijakan luar negeri yang dipengaruhi kuat oleh karakter individu mereka.

    Dalam menghadapi situasi geopolitik yang semakin rumit, para pakar menyarankan Indonesia untuk memperkuat beberapa pilar strategi. Pertama, Inclusive Security, yaitu tidak lagi menggantungkan pertahanan hanya kepada negara adidaya.

    “Kita harus mandiri agar tidak didikte oleh kekuatan luar,” tegas Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute.

    Kedua, melalui diplomasi berbasis nilai moral dan etika, dengan modal sejarah seperti Spirit KAA dan Gerakan Non-Blok. Ketiga, strategi Negative Peace ke Positive Peace. Hal ini terkait langkah Prabowo bergabung dalam Board of Peace (BoP) untuk Gaza, yang menurutnya sebagai langkah taktis yang tepat.

    “Kita butuh negative peace dulu untuk menghentikan pembunuhan di Gaza sekarang juga sebelum bisa bicara tentang perdamaian jangka panjang (positive peace),” ujarnya.

    Menutup diskusi, Hanief Adrian, Kepala Desk Politik GREAT Institute, menekankan bahwa senjata secanggih apa pun tidak akan cukup tanpa dukungan rakyat. Ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang jernih dari pihak istana untuk meredam sentimen negatif terkait keterlibatan Indonesia di isu Gaza.

    “Prabowo memerlukan kekuatan rakyat. Jika perang besar benar-benar terjadi, persatuan antara pemimpin dan rakyat adalah kunci utama agar kita mampu bertahan,” pungkas Hanief.

    Diskusi ini dihadiri oleh jajaran pakar pertahanan, akademisi dari Unhan dan Universitas Pertamina, hingga tokoh senior media, menandakan urgensi kewaspadaan nasional di awal tahun 2026 ini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan

    By adm_imr11 Maret 20261 Views

    Dialektika “Mirror Dimension” dalam Perang AS-Israel vs Iran

    By adm_imr11 Maret 20261 Views

    All England Open 2026 – Taufik Hidayat Beri Nasihat, Semua Wakil Indonesia Gugur di Babak 8 Besar

    By adm_imr10 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Meisya Siregar Kembali ke Indonesia, Istri Bebi Romeo Minta Doa

    11 Maret 2026

    HDL vs LDL: Kolesterol Baik dan Jahat

    11 Maret 2026

    Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan

    11 Maret 2026

    Berapa Kuat Nuklir Tiongkok Jika Perang Dunia III Pecah?

    11 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?