Berita Terpopuler di Jawa Timur
Infomalangraya.com, SURABAYA
Berikut rangkuman berita terpopuler di Jawa Timur yang disorot dalam beberapa hari terakhir. Berbagai topik menarik telah menjadi perhatian masyarakat, mulai dari dukungan masyarakat terhadap tokoh lokal hingga isu keamanan dan cuaca ekstrem.
Karangan Bunga Dari Elemen Masyarakat Di Kota Madiun
Pemandangan tak biasa terlihat di sepanjang trotoar kawasan wisata Pahlawan Street Center (PSC), Sabtu (24/1/2026). Pantauan Tribunjatim, beberapa karangan bunga berisi bentuk empati dan dukungan kepada Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi menyita perhatian pengguna jalan.
Karangan bunga yang berada tidak jauh dari Balai Kota Madiun, datang dari berbagai elemen masyarakat, yang merasa kehilangan Maidi karena dianggap sebagai pemimpin berpengaruh. Pesan menyentuh dari pedagang hingga warga kabupaten tercantum dalam karangan bunga tersebut.
“Energi Cinta Pak Maidi Untuk Kota Madiun Sangat Luar Biasa. I Love U Full,” tulis salah satu karangan bunga dari Srikandi Kecamatan Taman. Kemudian ada juga karangan bunga dari Paguyuban Pedagang UMKM Kota Madiun, yang merasakan langsung dampak dari kebijakan Maidi. “Aku Iso Duwe Lapak Mergo Maidi (Aku bisa Punya Lapak Karena Maidi),” pesannya.
Tidak ketinggalan karangan bunga dari Warga Kabupaten Madiun, lantaran menilai kepemimpinan Maidi telah membawa kemajuan bagi Kota Madiun. “Wong Kabupaten AE merasakan pesatnya Kota Madiun. Semangat Pak Maidi,” ucap karangan bunga dari Cah Madiun.
Kadiskominfo Kota Madiun, Noor Aflah, menilai, karangan bunga tersebut sebagai bentuk ucapan moral. “Monggo (silahkan). Kami tidak melarang masyarakat mengirim karangan bunga. Mungkin itu memang wujud kepedulian warga kota Madiun untuk orang yang mungkin dianggap berjasa bagi mereka,” tandas Aflah.
Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan 3 tersangka pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT), di wilayah Kota Madiun, Senin (19/1/2026). 3 tersangka itu adalah Wali Kota Madiun Non Aktif Maidi (MD), Kepala Dinas PUPR Thariq Megah (TM), dan Pihak Swasta sekaligus orang kepercayaan MD, Rochim Ruhdiyanto (RR), atas kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi, dengan modus fee proyek dan dana CSR, serta gratifikasi di lingkup Pemkot Madiun.
Dua Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan Tawangmangu–Plaosan Magetan
Cuaca ekstrem menyebabkan 2 pohon tumbang di Kabupaten Magetan, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Kasi Darlog BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan, kondisi tersebut mengakibatkan 2 pohon jenis Tristania, dengan lingkar 208 centimeter dan 122 centimeter tumbang, hingga menutup akses jalan.
“Akses Jalan Tawangmangu-Plaosan masuk wilayah Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, sempat tertutup 100 persen,” jelas Eka. Ia menambahkan, hujan intensitas ringan, disertai angin kencang, mengguyur Kecamatan Plaosan, sejak dini hari.
“Setelah menerima laporan pagi hari, tim gabungan bersama masyarakat melaksanakan penanganan menggunakan mesin gergaji dan alat manual,” imbuhnya. Penanganan selesai dilakukan pada pukul 08.07 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Kabupaten Magetan mengimbau kepada masyarakat untuk waspada saat hujan lebat disertai angin kencang. Hindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Jangan berteduh atau melintas di bawah pohon besar, pohon miring, atau ranting yang tampak rapuh. “Menjauh dari pohon yang menyentuh atau tertahan kabel listrik karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan sengatan listrik,” tandas Eka.
Kapolres Tuban Soroti Sejumlah Jabatan Kosong
Posisi Kepala Unit (Kanit) pidana umum (Pidum) Satreskrim Polres Tuban masih dalam kondisi kosong, Sabtu (24/1/2026). Hal ini karena mencuatnya dugaan salah tangkap yang dilakukan oleh anggota Polres Tuban. Kekosongan ini sudah diatasi sementara melalui pengisian oleh personel lain berstatus pelaksana tugas (plt).
Kapolres Tuban AKBP Alaiddin memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu proses penanganan perkara maupun pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Ia menegaskan, kekosongan jabatan ini juga menjadi salah satu perhatian utamanya sejak awal menjabat sebagai Kapolres Tuban.
“Memang saat ini terdapat beberapa jabatan yang masih kosong di Polres Tuban. Namun kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi kami untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Alaiddin. Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pendataan dan evaluasi terhadap sejumlah jabatan yang belum terisi.
Untuk sementara waktu, Polres Tuban menunjuk personel internal guna menjalankan fungsi jabatan tersebut hingga pejabat definitif ditetapkan. “Kekosongan jabatan akan kami data dan evaluasi. Untuk sementara, kami menunjuk personel yang ada untuk menjalankan fungsi tersebut sampai pejabat definitif ditetapkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kapolres Tuban menyampaikan bahwa proses pengisian jabatan kosong akan segera dilakukan. Wakapolres Tuban akan berkoordinasi dengan bagian sumber daya manusia (SDM) guna melakukan penunjukan sementara sebelum penempatan pejabat definitif. “Untuk jabatan yang masih kosong, kemungkinan besar akan segera kami isi. Wakapolres akan berkoordinasi dengan bagian SDM untuk proses penunjukan sementara sebelum dilakukan penempatan pejabat definitif,” bebernya.
Dalam program 100 hari kerja kedepan, Alaiddin menegaskan fokus utamanya adalah meningkatkan profesionalisme anggota, mengedepankan pendekatan yang lebih humanis, serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. “Prioritas kami adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri, bersikap lebih humanis, serta memastikan kinerja kepolisian tetap menjadi yang utama,” pungkasnya.







