Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan luar negeri yang mencakup beberapa negara penting. Kunjungan ini dimulai pada hari Minggu (18/1/2026) dan berakhir dengan kepulangan Presiden ke Jakarta.
Selama masa kunjungannya, Presiden Prabowo menghadiri berbagai pertemuan strategis yang dianggap penting bagi hubungan internasional Indonesia. Salah satu acara utama adalah pertemuan dengan Raja Charles III Inggris, serta menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026. Selain itu, ia juga bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée.
Dalam tayangan video yang dipublikasikan oleh Sekretariat Presiden melalui saluran YouTube resmi, Presiden Prabowo turun dari pesawat Garuda Indonesia-1 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (24/1/2026) sore. Ia disambut oleh sejumlah pejabat tinggi seperti Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Herindra.
Pada kunjungan tersebut, terdapat beberapa hasil penting yang diraih. Pertama, komitmen investasi dari Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun. Kedua, penguatan kerja sama strategis di bidang maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia. Proyek ini diperkirakan akan menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja nasional.
Setelah kunjungan ke Inggris, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss untuk menghadiri WEF 2026. Dalam acara ini, ia mengikuti dua agenda penting, yaitu pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dan sesi pidato khusus. Penandatanganan piagam ini menjadi awal dari operasional Board of Peace (BoP), yang diinisiasi oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai badan internasional baru.
Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam penandatanganan piagam tersebut menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia serta mendorong penyelesaian damai konflik internasional. Dalam pidatonya, ia menyampaikan konsep Prabowonomics, yang mencakup arah dan kerangka kebijakan ekonomi. Presiden menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengejutkan dunia melalui program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Danantara.
Setelah acara di Davos, Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan makan malam bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Jumat (23/1/2026). Ia tiba di halaman istana dan disambut secara khidmat dengan pasukan jajar kehormatan serta alunan musik.
Prabowo dan Macron tampak berjabat tangan erat dan berpelukan sebelum masuk ke ruang Le Salon des Portraits, tempat jamuan santap malam dilangsungkan. Percakapan mereka menjadi momen dialog yang memperkuat hubungan personal dan membuka peluang penguatan kerja sama antara Indonesia dan Prancis di berbagai bidang strategis.







