Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Elon Musk Gabungkan SpaceX dan xAI untuk Bangun Infrastruktur AI Antariksa Global

    7 Februari 2026

    10 bakso Malang lezat di Jabodetabek yang wajib dicoba penggemar masakan berkuah

    7 Februari 2026

    Pekan Perdana TikTok di Bawah Kendali AS Diwarnai Krisis Data dan Kontrol Digital

    7 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 7 Februari 2026
    Trending
    • Elon Musk Gabungkan SpaceX dan xAI untuk Bangun Infrastruktur AI Antariksa Global
    • 10 bakso Malang lezat di Jabodetabek yang wajib dicoba penggemar masakan berkuah
    • Pekan Perdana TikTok di Bawah Kendali AS Diwarnai Krisis Data dan Kontrol Digital
    • Kartu SIM Biometrik Wajib: Mengapa NIK Harus Sesuai Wajah?
    • Jaksa Turki Selidiki Dokumen Epstein Usai Klaim Perdagangan Anak di Bawah Umur Terungkap
    • Profil Nurul Fatimah: Pesilat Taurus yang Menjemput Mimpi Jadi Guru
    • Harga Toyota Veloz 2024 Bekas yang Terjangkau di Pasaran Mobkas
    • Arsenal Belum Bisa Raih Quadruple, Masih Ada 27 Laga Lagi
    • 10 Bakso Paling Populer di Bogor: Legenda Hingga Viral yang Selalu Ramai
    • Terapi oral jadi solusi obesitas yang diminati
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Uncategorized»Munifah, Lulusan Terbaik UT Jakarta dengan Impian S2 ke Jepang

    Munifah, Lulusan Terbaik UT Jakarta dengan Impian S2 ke Jepang

    adm_imradm_imr4 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Munifah: Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berprestasi



    Di usia 22 tahun, Munifah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Wisudawan terbaik Universitas Terbuka (UT) Jakarta dari Program Studi Sistem Informasi ini berhasil menuntaskan studinya dalam waktu 3,5 tahun, sembari menjalani pekerjaan paruh waktu sebagai admin. Bagi Munifah, kuliah jarak jauh bukan sekadar alternatif, melainkan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi dan kesiapan dirinya. Ia mengakui, tantangan terbesar selama kuliah di UT adalah tuntutan kemandirian yang tinggi.

    “Karena mungkin enggak selalu ketemu dosen langsung, jadi apa-apa harus mandiri. Harus tanggung jawab sendiri, disiplin, dan atur waktu sendiri,” ujarnya usai seremoni wisuda UT Jakarta pada Minggu (1/2) di UT Convention Center, Tangerang Selatan.

    Cocok dengan Kuliah Jarak Jauh

    Munifah masuk UT pada awal 2022, setelah menjalani gap year selama enam bulan. Sebelumnya, ia sempat mencoba jalur SNMPTN dan SBMPTN, serta mendaftar Global Korea Scholarship (GKS) ke Korea Selatan. Namun belum berhasil. Saat pendaftaran universitas konvensional telah ditutup, Munifah memilih UT agar tidak menunda kuliah lebih lama. Pilihan itu justru menjadi titik balik penting dalam perjalanan hidupnya.

    “Kuliah jarak jauh benar-benar cocok banget buat saya. Karena sebenarnya awalnya juga belum siap untuk masuk ke kuliah konvensional. Dengan online itu bisa dijangkau dari mana pun dan sambil kerja juga jadinya lebih fleksibel untuk atur jadwalnya,” katanya.

    Fleksibilitas sistem UT membuat Munifah tetap bisa menjalani kuliah tanpa meninggalkan pekerjaannya. Ia bekerja part-time sebagai admin dengan sistem work from home (WFH) dan jam kerja yang menyesuaikan kebutuhan.

    “Selama masuk kuliah itu alhamdulillah dapat kesempatan sama owner-nya. Bahwa nanti untuk bekerja itu prioritas kedua dan kuliah tetap jadi prioritas pertama. Jadi kalau mau izin ke kegiatan kampus, bisa diikuti tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” ujarnya.

    Strategi Lulus Lebih Cepat

    Munifah mengambil skema non-SIPAS (Sistem Paket Semester), paket perkuliahan yang memungkinkan mahasiswa mengatur sendiri mata kuliah tiap semester. Sejak awal, ia sudah menyusun rencana studi dari semester pertama hingga akhir.

    “Dari awal saya targetnya memang mau lulus cepat. Saya sudah buat daftar mata kuliah apa yang mau saya ambil di semester satu sampai semester terakhir. Jadi nantinya saya tinggal daftarkan, jaga-jaga mungkin nilainya belum lulus, bisa saya masukkan di semester terakhir,” jelas dia.

    Dengan strategi tersebut, Munifah berhasil menyelesaikan studi hanya dalam tujuh semester dan meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.93.

    Menurutnya, perbedaan utama antara SIPAS dan non-SIPAS terletak pada fleksibilitas dan kecepatan lulus. Skema non-SIPAS memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa yang ingin mengatur ritme belajarnya sendiri.

    Menatap Mimpi ke Jepang

    Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Munifah tak ingin berhenti sampai di situ. Ia berencana melanjutkan studi S2 dalam waktu dekat dan kini tengah mempersiapkan diri, termasuk mencari informasi beasiswa luar negeri dan menyiapkan sertifikat IELTS.

    Jepang menjadi negara tujuan yang ia bidik. Ketertarikannya muncul setelah mendapat dukungan dari seorang profesor di Universitas Indonesia yang memiliki banyak mahasiswa binaan di sana.

    “Beliau menyarankan coba Jepang karena pendidikannya bagus,” kata Munifah.

    Untuk bidang studi, Munifah tertarik mendalami data sains atau kecerdasan buatan (AI), sejalan dengan latar belakang Sistem Informasi yang ia tekuni selama kuliah. Ia berharap dapat menjaga konsistensi dan semangat belajarnya agar mimpi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi bisa terwujud.

    “Semoga bisa tetap konsisten seperti sekarang dan secepatnya lanjut pendidikan lagi, agar motivasinya masih tinggi,” pungkas dia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    10 bakso Malang lezat di Jabodetabek yang wajib dicoba penggemar masakan berkuah

    By adm_imr7 Februari 20260 Views

    Fungsi Rem ABS yang Sering Disalahpahami: Bukan Membuat Kendaraan Berhenti Lebih Cepat

    By adm_imr7 Februari 20260 Views

    Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Kota Malang Lengkap

    By adm_imr7 Februari 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Putin Says Western Sanctions are Akin to Declaration of War

    9 Januari 2020

    Investors Jump into Commodities While Keeping Eye on Recession Risk

    8 Januari 2020

    Marquez Explains Lack of Confidence During Qatar GP Race

    7 Januari 2020

    There’s No Bigger Prospect in World Football Than Pedri

    6 Januari 2020
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Oknum Satpam Memang Beda! Diduga Berawal Dari Teman Kantor Hingga Berduaan di Hotel

    7 Februari 2026

    Dengan tren positif, PSMS Medan incar poin di kandang Garudayaksa FC

    1 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?