Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pasutri Bersujud di Kantor Gubernur, Minta Bobby Bantu Pengobatan Anak Korban Penikaman

    23 Juni 2026

    32 Tim Sepak Bola U-17 Bertarung di Kediri dalam Gerindra Cup, Ajang Pencarian Bakat PSSI

    23 Juni 2026

    Harga BBM naik, daftar harga terbaru Senin 22 Juni 2026

    23 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 23 Juni 2026
    Trending
    • Pasutri Bersujud di Kantor Gubernur, Minta Bobby Bantu Pengobatan Anak Korban Penikaman
    • 32 Tim Sepak Bola U-17 Bertarung di Kediri dalam Gerindra Cup, Ajang Pencarian Bakat PSSI
    • Harga BBM naik, daftar harga terbaru Senin 22 Juni 2026
    • 5 Dampak Kasus yang Menimpa Yong Ho di Reborn Rookie
    • Naskah Khutbah Jumat 19 Juni 2026: 3 Golongan Manusia dalam Al-Qur’an menurut Ulama
    • Makna mimpi sakit gigi: tanda kebohongan dan pengkhianatan
    • Liburan ke Jakarta Barat? 5 Restoran Favorit untuk Makan Siang Lezat
    • Promo Motor Listrik Jakarta Fair 2026: ALVA, Honda, Polytron, Yadea Hadir
    • Jadwal KM Lawit Juni-Juli 2026: Rute Kumai-Surabaya-Bali-Kupang-Karimunjawa
    • Peringatan Cuaca BMKG Sulut: Hujan Besok Senin 8 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Uncategorized»Munifah, Lulusan Terbaik UT Jakarta dengan Impian S2 ke Jepang

    Munifah, Lulusan Terbaik UT Jakarta dengan Impian S2 ke Jepang

    adm_imradm_imr4 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Munifah: Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berprestasi



    Di usia 22 tahun, Munifah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Wisudawan terbaik Universitas Terbuka (UT) Jakarta dari Program Studi Sistem Informasi ini berhasil menuntaskan studinya dalam waktu 3,5 tahun, sembari menjalani pekerjaan paruh waktu sebagai admin. Bagi Munifah, kuliah jarak jauh bukan sekadar alternatif, melainkan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi dan kesiapan dirinya. Ia mengakui, tantangan terbesar selama kuliah di UT adalah tuntutan kemandirian yang tinggi.

    “Karena mungkin enggak selalu ketemu dosen langsung, jadi apa-apa harus mandiri. Harus tanggung jawab sendiri, disiplin, dan atur waktu sendiri,” ujarnya usai seremoni wisuda UT Jakarta pada Minggu (1/2) di UT Convention Center, Tangerang Selatan.

    Cocok dengan Kuliah Jarak Jauh

    Munifah masuk UT pada awal 2022, setelah menjalani gap year selama enam bulan. Sebelumnya, ia sempat mencoba jalur SNMPTN dan SBMPTN, serta mendaftar Global Korea Scholarship (GKS) ke Korea Selatan. Namun belum berhasil. Saat pendaftaran universitas konvensional telah ditutup, Munifah memilih UT agar tidak menunda kuliah lebih lama. Pilihan itu justru menjadi titik balik penting dalam perjalanan hidupnya.

    “Kuliah jarak jauh benar-benar cocok banget buat saya. Karena sebenarnya awalnya juga belum siap untuk masuk ke kuliah konvensional. Dengan online itu bisa dijangkau dari mana pun dan sambil kerja juga jadinya lebih fleksibel untuk atur jadwalnya,” katanya.

    Fleksibilitas sistem UT membuat Munifah tetap bisa menjalani kuliah tanpa meninggalkan pekerjaannya. Ia bekerja part-time sebagai admin dengan sistem work from home (WFH) dan jam kerja yang menyesuaikan kebutuhan.

    “Selama masuk kuliah itu alhamdulillah dapat kesempatan sama owner-nya. Bahwa nanti untuk bekerja itu prioritas kedua dan kuliah tetap jadi prioritas pertama. Jadi kalau mau izin ke kegiatan kampus, bisa diikuti tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” ujarnya.

    Strategi Lulus Lebih Cepat

    Munifah mengambil skema non-SIPAS (Sistem Paket Semester), paket perkuliahan yang memungkinkan mahasiswa mengatur sendiri mata kuliah tiap semester. Sejak awal, ia sudah menyusun rencana studi dari semester pertama hingga akhir.

    “Dari awal saya targetnya memang mau lulus cepat. Saya sudah buat daftar mata kuliah apa yang mau saya ambil di semester satu sampai semester terakhir. Jadi nantinya saya tinggal daftarkan, jaga-jaga mungkin nilainya belum lulus, bisa saya masukkan di semester terakhir,” jelas dia.

    Dengan strategi tersebut, Munifah berhasil menyelesaikan studi hanya dalam tujuh semester dan meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.93.

    Menurutnya, perbedaan utama antara SIPAS dan non-SIPAS terletak pada fleksibilitas dan kecepatan lulus. Skema non-SIPAS memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa yang ingin mengatur ritme belajarnya sendiri.

    Menatap Mimpi ke Jepang

    Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Munifah tak ingin berhenti sampai di situ. Ia berencana melanjutkan studi S2 dalam waktu dekat dan kini tengah mempersiapkan diri, termasuk mencari informasi beasiswa luar negeri dan menyiapkan sertifikat IELTS.

    Jepang menjadi negara tujuan yang ia bidik. Ketertarikannya muncul setelah mendapat dukungan dari seorang profesor di Universitas Indonesia yang memiliki banyak mahasiswa binaan di sana.

    “Beliau menyarankan coba Jepang karena pendidikannya bagus,” kata Munifah.

    Untuk bidang studi, Munifah tertarik mendalami data sains atau kecerdasan buatan (AI), sejalan dengan latar belakang Sistem Informasi yang ia tekuni selama kuliah. Ia berharap dapat menjaga konsistensi dan semangat belajarnya agar mimpi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi bisa terwujud.

    “Semoga bisa tetap konsisten seperti sekarang dan secepatnya lanjut pendidikan lagi, agar motivasinya masih tinggi,” pungkas dia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pencopotan kilat Dadan Hindayana dari kepala BGN hitungan jam pasca-dinas, siapa Nanik S Deyang?

    By adm_imr7 Juni 20262 Views

    6 Museum di Kota Batu yang Cocok untuk Wisata Edukasi, dari Museum Angkut hingga HAM Munir

    By adm_imr4 Juni 20263 Views

    Cuaca Surabaya hari ini Minggu 31 Mei 2026: cerah sejak pagi hingga sore, malam berawan

    By adm_imr4 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pasutri Bersujud di Kantor Gubernur, Minta Bobby Bantu Pengobatan Anak Korban Penikaman

    23 Juni 2026

    32 Tim Sepak Bola U-17 Bertarung di Kediri dalam Gerindra Cup, Ajang Pencarian Bakat PSSI

    23 Juni 2026

    Harga BBM naik, daftar harga terbaru Senin 22 Juni 2026

    23 Juni 2026

    5 Dampak Kasus yang Menimpa Yong Ho di Reborn Rookie

    23 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?