Kehadiran Pria Berpakaian Sipil yang Menyamar di Karanganyar
Sebuah kejadian menarik terjadi saat Anies Baswedan berkunjung ke Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam perjalanan tersebut, ia dikabarkan sempat melihat sejumlah pria berpakaian sipil yang tampak mengawasinya. Kejadian ini kemudian viral di media sosial dan menjadi perhatian banyak orang.
Anies Baswedan merasa bahwa dirinya sering diikuti oleh para intelejen dari berbagai institusi negara. Hal ini pernah ia singgung dalam sebuah acara di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada pada Selasa (27/8/2025). Ia menceritakan pengalaman pribadinya ketika berkunjung ke Purworejo, Jawa Tengah, dimana ia melihat beberapa intel berpakaian preman mengikutinya.
Peristiwa di Karanganyar
Pada Jumat (30/1/2026), Anies Baswedan melakukan kunjungan ke Karanganyar dalam rangka meresmikan Jembatan Titian Persatuan yang menghubungkan Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono dan Kampung Klotok, Kelurahan Bolong, Kabupaten Karanganyar. Di sana, ia melihat tiga orang pria yang tampak mengawasinya. Tanpa ragu, Anies langsung menyapa mereka.
Kaget dengan penyamarannya terbongkar, salah satu dari pria tersebut tertawa kecut. Dalam video yang diunggah akun Instagram @lambe_anies pada Minggu (1/2/2026), Anies terlihat mengenakan kemeja abu-abu dan mengajak tiga orang laki-laki yang diduga intel dari TNI untuk berfoto bersama.
Pembicaraan dengan Para Intel
Anies memulai percakapan dengan bertanya dari mana mereka bertugas. Mereka menjawab bahwa mereka berasal dari Komando Resor Militer (Korem) dan Komando Distrik Militer (Kodim) Karanganyar. Salah satu dari mereka mencoba menjelaskan bahwa dia baru saja selesai melakukan kegiatan. Namun, Anies langsung menimpali dengan ucapan yang menunjukkan rasa terima kasih atas perlindungan yang diberikan.
“Salut, saya sekarang kemana-mana selalu ditemani, jadi terima kasih dijaga, salam buat komandannya,” ucap Anies.
Penjelasan Juru Bicara Anies
Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa kejadian itu terjadi sebelum Anies meresmikan jembatan di Karanganyar. Namun, Sahrin tidak bisa memberikan informasi lebih lengkap tentang bagaimana Anies menyadari keberadaan para intel tersebut karena ia tidak mendampingi Anies di lokasi.
Tribunnews telah meminta informasi lebih lanjut mengenai kronologi tersebut kepada jubir lain yang mendampingi Anies, namun belum mendapat jawaban. Sementara itu, pihak TNI belum memberikan keterangan resmi mengenai hal ini.
Respons Kodam IV Diponegoro
Setelah rekaman insiden tersebut viral di media sosial, pihak Kodam IV Diponegoro akhirnya angkat bicara. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro Kolonel Andy Soelistyo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak disengaja. Mereka membantah bahwa pihaknya mengirim intel untuk membuntuti Anies Baswedan.
Menurutnya, tiga orang yang dikira intel tersebut kebetulan berada di lokasi yang sama dengan Anies saat makan siang di Warung Soto Mbok Giyem, Karanganyar. Andy juga menepis isu bahwa TNI sengaja memata-matai Anies Baswedan dengan mengirim intel.
“Bahwa untuk berita adanya orang yang diduga Intel berfoto bersama bapak Anies Baswedan adalah tidak benar,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa tiga orang tersebut bukan prajurit TNI, melainkan hanya mitra Kodim.
Kesimpulan
Kejadian ini menunjukkan betapa sensitifnya situasi politik di Indonesia, terlebih bagi tokoh-tokoh penting seperti Anies Baswedan. Meski ada keraguan mengenai tujuan para intel tersebut, kejadian ini tetap menjadi perhatian publik. Dengan adanya respons dari pihak Kodam IV Diponegoro, semoga dapat memberikan klarifikasi yang lebih jelas kepada masyarakat.







