Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini

    14 Maret 2026

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    14 Maret 2026

    Jadwal Imsakiyah dan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Bekasi

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini
    • Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya
    • Jadwal Imsakiyah dan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Bekasi
    • 5 Film Oscar 2026 di CATCHPLAY+ yang Wajib Ditonton!
    • Bak Jadi Firasat, Sheila Dara Pernah Sebut Vidi Aldiano, Suami Saya Selamanya, Kini Jadi Nyata
    • Benarkah Selat Hormuz Ditutup? Ini Pernyataan Dubes Iran ke RI
    • BERITA TERKINI Arema FC vs Bali United: Pertarungan Sengit, 1 Menit 2 Gol Bunuh Diri Tercipta
    • 5 cara hindari kendaraan mogok saat mudik
    • Persebaya Dihancurkan Borneo FC 5-1, Torehkan Rekor Buruk Lagi
    • Membuat Air Lebih Manusia untuk Cegah Bencana
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Wall Street Melemah, Teknologi AS Jadi Penyebabnya

    Wall Street Melemah, Teknologi AS Jadi Penyebabnya

    adm_imradm_imr5 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pergerakan Pasar Bursa dan Kondisi Ekonomi di AS



    Pada perdagangan Selasa (3/2), indeks bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena investor mulai melepas saham-saham teknologi dan beralih ke sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap pemulihan ekonomi. Penurunan ini menunjukkan perubahan strategi investasi dalam situasi pasar yang sedang tidak stabil.

    Indeks S&P 500 turun sebesar 0,84% dan ditutup pada level 6.917,81. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 166,67 poin atau 0,34%, berakhir di posisi 49.240,99. Meskipun sempat naik hingga 0,5% ke level 49.653,13, indeks tersebut tetap mencatatkan rekor tertinggi baru. Di sisi lain, Nasdaq Composite anjlok hingga 1,43% dan ditutup di level 23.255,19.

    Sektor Teknologi Mengalami Penurunan

    Sektor teknologi menjadi penyebab utama penurunan indeks bursa AS. Mayoritas saham teknologi berada di zona merah, termasuk sebagian besar saham dari kelompok “Magnificent Seven” yang telah melaporkan kinerja keuangan mereka. Saham Microsoft dan Meta Platforms masing-masing turun lebih dari 2%, sedangkan Apple hanya terkoreksi tipis. Saham Nvidia juga anjlok hampir 3%, memperpanjang tren penurunan yang terjadi sepanjang tahun ini.

    Selain itu, saham-saham perangkat lunak terus mencatatkan kinerja negatif sepanjang 2026. Contohnya, saham ServiceNow dan Salesforce masing-masing turun hampir 7%. Ini menunjukkan bahwa investor semakin waspada terhadap sektor teknologi, terutama setelah adanya koreksi yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Perusahaan Teknologi Pertahanan Menjadi Pemenang

    Di tengah kondisi pasar yang menurun, saham Palantir justru bergerak naik. Saham perusahaan teknologi pertahanan ini melonjak hampir 7% setelah melaporkan kinerja keuangan kuartal keempat yang kuat serta memberikan proyeksi yang optimistis. Dalam sesi pra-pasar Selasa, saham Palantir bahkan sempat diperdagangkan naik hingga 11%.

    Josh Brown, CEO Ritholtz Wealth Management, menyatakan bahwa penurunan pasar seperti ini biasanya terjadi satu hingga dua kali setiap tahun. Ia menjelaskan bahwa meskipun pemicunya selalu berbeda, dampaknya cenderung sama, yaitu sejumlah perdagangan yang sebelumnya menjadi favorit saat tren naik justru anjlok.

    Pengaruh Terhadap Pasar Kripto

    Tekanan pasar tidak hanya menimpa sektor teknologi, tetapi juga mengganggu pasar kripto. Harga bitcoin anjlok dan menyentuh level terendah sejak November 2024. Pelemahan ini terjadi setelah harga bitcoin turun di bawah level US$ 80.000 untuk pertama kalinya sejak April tahun lalu pada akhir pekan lalu.

    Namun, masih ada titik terang di pasar. Saham Walmart naik sekitar 3% dan berhasil melampaui ambang batas kapitalisasi pasar US$ 1 triliun pada Selasa. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pesat bisnis digital perusahaan serta keberhasilannya dalam menarik pelanggan baru.

    Sejumlah Sektor Tampil Kuat

    Saham PepsiCo juga menguat hampir 5% setelah perusahaan membukukan kinerja keuangan yang solid, seiring kenaikan penjualan organik di seluruh lini bisnisnya. Selain itu, saham-saham perbankan seperti JPMorgan dan Citigroup juga terpantau naik.

    Bill Northey, Direktur Investasi Senior Grup Manajemen Aset Bank AS, mengatakan bahwa tren pendapatan perusahaan dinilai masih sangat kuat. Namun, kekhawatiran mulai muncul di sektor perangkat lunak, terutama terkait potensi disintermediasi yang dapat terjadi akibat perkembangan kecerdasan buatan.

    Pergerakan Harga Logam Mulia

    Kenaikan harga perak dan emas sedikit membantu memperbaiki sentimen pasar. Harga emas spot naik 6% dan perak spot menguat 7% pada hari tersebut. Sepanjang tahun ini, emas dan perak menjadi instrumen perdagangan paling populer di kalangan trader ritel.

    Namun, kerugian besar pada perak pada pekan lalu sempat memicu kekhawatiran bahwa pelepasan posisi secara luas dapat mendorong meningkatnya sikap risk-off di seluruh pasar.

    Komentar dari Ahli Pasar

    Investor pada pekan ini tengah mencermati laporan kinerja keuangan lebih dari 100 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500. Selain Alphabet, perusahaan besar lain dalam kelompok “Magnificent Seven”, yakni Amazon, dijadwalkan akan merilis laporan keuangannya pada akhir pekan ini. Perubahan dalam laporan keuangan ini bisa menjadi indikator penting bagi arah pasar di masa depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    By adm_imr14 Maret 20261 Views

    20 Manfaat Zakat untuk Umat Islam, Membuka Rezeki

    By adm_imr14 Maret 20262 Views

    Aplikasi Saham Terbaik 2026, Investasi Cuan Tanpa Risiko!

    By adm_imr13 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini

    14 Maret 2026

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    14 Maret 2026

    Jadwal Imsakiyah dan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Bekasi

    14 Maret 2026

    5 Film Oscar 2026 di CATCHPLAY+ yang Wajib Ditonton!

    14 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?