Kasus Keracunan Massal di Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Marau
Kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, terus mendapat perhatian serius. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, jumlah pasien yang terkena dampak kasus ini meningkat menjadi 370 orang, naik dari sebelumnya 340 orang. Dari total tersebut, sebanyak 320 pasien telah dipulangkan setelah kondisi kesehatannya stabil, sementara 50 pasien lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan dan tetap dalam pemantauan medis.
Pembaruan Data dan Penanganan Medis
Menurut informasi yang diperoleh, pemasok makanan untuk sekolah yang mengalami keracunan adalah dapur Yayasan Surya Gizi Lestari, yang merupakan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading. Setelah pembaruan laporan pada Jumat malam, jumlah pasien kembali bertambah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, menyampaikan bahwa mayoritas pasien kini telah membaik. Ia menjelaskan bahwa pasien yang dipulangkan telah melalui pemeriksaan medis dan dinyatakan stabil. Mereka juga diberikan obat untuk melanjutkan pemulihan di rumah.
Partisipasi Banyak Pihak dalam Penanganan
Penanganan kasus ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektoral. Selain tenaga kesehatan dari Puskesmas Marau, penanganan turut dibantu oleh tim medis dari Puskesmas Jelai Hulu dan Puskesmas Suka Mulia, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang. Tidak hanya itu, unsur kecamatan Marau dan Air Upas, Polsek, Koramil, serta sejumlah perusahaan di sekitar wilayah juga ikut membantu penanganan.
“Total ada delapan tim kesehatan yang dikerahkan untuk memastikan pelayanan kepada pasien berjalan optimal,” ujar dr. Feria. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama tenaga kesehatan yang bekerja sejak awal kejadian.
Dapur SPPG Diberhentikan Sementara
Akibat kejadian ini, aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah terganggu. Dugaan sementara menyebutkan bahwa gangguan kesehatan disebabkan oleh menu perkedel tahu yang diolah oleh dapur Yayasan Surya Gizi Lestari. Kepala Program MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya langsung menghentikan sementara operasional SPPG yang bersangkutan sebagai langkah pengamanan.
Agus menegaskan bahwa SPPG tersebut akan dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar. Saat ini, pihak MBG bersama pengelola SPPG fokus melakukan pendataan serta penanganan medis terhadap siswa dan guru yang terdampak. Seluruh pasien dirawat di Puskesmas Marau, dengan biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara program.
Permintaan Maaf dan Evaluasi
Lebih lanjut, Agus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak. Ia menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius guna meningkatkan pengawasan serta kualitas pelaksanaan program MBG ke depan. “Atas nama Kepala MBG Region Kalbar, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, para siswa, dan orang tua yang terdampak. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi kami ke depan,” katanya.
Pemantauan Terus Dilakukan
Hingga kini, pemantauan kesehatan terhadap pasien masih terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi komplikasi lanjutan. Seluruh upaya penanganan dilakukan dengan koordinasi yang baik antara berbagai pihak agar kondisi pasien dapat segera pulih dan situasi kembali normal.







