Perayaan Ramadan dalam Kalender Hijriyah
Ramadan tahun ini telah memasuki tahun ke 1447 dalam kalender Hijriah dan akan berlangsung pada bulan Februari dalam kalender Masehi. Bulan yang dinantikan sepanjang tahun oleh umat Islam, harus disiapkan sedini mungkin agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk beribadah.
Persiapan tersebut sangat penting, terutama bagi kita yang belum maksimal dalam beramal di Ramadan tahun lalu, atau masih menunda taubat di Ramadan sebelumnya. Persiapan juga diperlukan agar kita bisa mempertahankan keimanan setelah Ramadan berakhir.
Khutbah I
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya. Mari kita meningkatkan kualitas takwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu tunduk dan patuh terhadap segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Pada kesempatan Hari Jumat ini, Khatib akan menyampaikan khutbah dengan judul “Sya’ban di Ruang Tamu Ramadan di Depan Pintu”. Ramadan akan segera tiba, namun seringkali kita hanya fokus pada hal-hal fisik seperti persiapan menu Ramadan, kurma yang dipilih, atau jadwal buka bersama. Padahal, Ramadan adalah bulan penuh berkah dengan pahala yang melimpah.
Ada hal penting yang sering terlewat, yaitu persiapan batin, terutama di bulan Syaban. Seperti atlet yang mempersiapkan diri sebelum bertanding, kita pun perlu mempersiapkan mental dan fisik sebelum menghadapi Ramadan. Dalam bulan Syaban, kita diajarkan untuk membaca Al-Qur’an, melakukan salat malam, dan berpuasa sunnah sebagai persiapan.
Keutamaan Ramadan
Banyak orang yang lalai dalam menyambut tamu agung Ramadan. Boleh jadi kita sudah siap, tetapi keluarga kita belum. Boleh jadi kita dan keluarga sudah siap, tetapi hanya fokus pada persiapan ekonomi, seperti THR dan belanja baju lebaran. Kita yang seharusnya bersiap menyambut Ramadan, justru khawatir dengan keadaan ekonomi.
Ramadan adalah bulan berkah yang tidak hanya memberi manfaat bagi umat Islam, tetapi juga bagi non-Muslim. Pedagang pun merasakan peningkatan penghasilan karena Ramadan adalah bulan penuh berkah, rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Kisah Thalhah bin Ubaidillah
Kisah Thalhah bin Ubaidillah ra. menggambarkan keutamaan Ramadan. Dalam mimpi, ia melihat dua sahabatnya yang mati syahid dan meninggal karena sakit. Saat itu, sahabat yang meninggal karena sakit lebih dahulu masuk surga, karena ia masih sempat berpuasa dan beribadah selama satu tahun setelah kematiannya.
Kisah ini menunjukkan betapa besar keutamaan Ramadan dan ibadah di dalamnya, bahkan melebihi keutamaan seorang yang mati syahid. Allah berfirman:
“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)
Khutbah II
Alhamdulillah, kami memuji Allah dan memohon pertolongan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari keburukan diri kami dan dari buruknya amalan kami. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.
Kami berwasiat kepada kalian semua untuk bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa pasti berhasil. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam sebanyak-banyaknya.”
Semoga Allah mengampuni orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, yang masih hidup dan yang sudah wafat. Ya Allah, perkuatlah Islam dan umat Muslim. Jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertakwa. Berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat serta perlindungan dari azab neraka.
Kesimpulan
Mari kita persiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu yang sudah di depan pintu. Tamu yang akan membawa berkah, ampunan, dan rahmat. Siapa yang bergembira menyambutnya, maka dia akan mendapatkan kebaikan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu.”







