Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Strategi Mengelola Keuangan Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Dan Berkembang

    Strategi Mengelola Keuangan Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Dan Berkembang

    23 September 2026
    Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi

    Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi

    22 September 2026
    Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

    Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

    22 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 23 September 2026
    Trending
    • Strategi Mengelola Keuangan Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Dan Berkembang
    • Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi
    • Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal
    • Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital
    • Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
    • Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah
    • Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh
    • Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
    • Panduan Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir dan Hujan Deras
    • Menjaga Kedaulatan Identitas Digital dan Rahasia Privasi di Tengah Rimba Aplikasi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Airlangga Buka Suara Soal Dampak Perjanjian RI-AS di Tengah Tarif Dagang Baru Trump

    Airlangga Buka Suara Soal Dampak Perjanjian RI-AS di Tengah Tarif Dagang Baru Trump

    adm_imradm_imr26 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjanjian Dagang Indonesia-Amerika Serikat (ART) sebagai Langkah Strategis

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing ekspor nasional. Selain itu, perjanjian ini diyakini membuka ruang investasi baru di sektor teknologi tinggi.

    Perjanjian dagang tersebut dibentuk setelah Amerika Serikat secara unilateral mengenakan tarif resiprokal sebesar 32% kepada Indonesia pada April 2025. Tarif tersebut kemudian ditekan menjadi 19% melalui proses negosiasi intensif yang berujung pada penandatanganan ART pada 19 Februari 2026.

    “Pemerintah memilih jalur diplomasi daripada melakukan aksi retaliasi yang dapat lebih merugikan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam penjelasan resmi.

    Di sisi lain, Airlangga menyatakan pemerintah memahami posisi perjanjian yang kini dihadapkan pada putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya diberlakukan Presiden AS terkait skema tarif resiprokal. Putusan tersebut memicu kekhawatiran akan ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS, termasuk bagi negara-negara yang telah lebih dulu menandatangani kesepakatan bilateral.

    Pemerintah RI telah meminta agar fasilitas tarif 0% yang telah diberikan pemerintahan Trump kepada sejumlah produk unggulan Indonesia tetap berlaku, meskipun pemerintah AS menetapkan tarif baru sebesar 10% bagi seluruh negara. “Kalau (negara) lain dikenakan (tarif) 10%, kami meminta untuk yang sudah 0% itu tetap berlaku. Karena negara yang sudah ada kebijakan (perdagangan) tidak sama (dengan yang belum menandatangani perjanjian),” ujar Airlangga.

    Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Office of the United States Trade Representative (USTR). Dari komunikasi tersebut, pihak AS menyampaikan akan ada keputusan kabinet terkait negara-negara yang telah menandatangani perjanjian dagang.

    Menurut Airlangga, sebagian fasilitas tarif 0% untuk produk pertanian Indonesia telah diatur dalam executive order tersendiri, sehingga tidak termasuk dalam kebijakan yang dibatalkan. Komoditas tersebut antara lain kopi, kakao, serta sejumlah produk agrikultur lainnya.

    Selain sektor pertanian, Indonesia juga meminta agar tarif 0% tetap berlaku untuk produk yang terkait rantai pasok elektronik, crude palm oil (CPO), tekstil, hingga alas kaki. Namun, kepastian final masih menunggu hingga 60 hari sejak penandatanganan kesepakatan.

    Dampak Perjanjian Dagang

    Kementerian Koordinator Perekonomian mencatat secara keseluruhan, terdapat 1.819 produk Indonesia yang mendapatkan pengecualian tarif. Untuk tekstil, Amerika Serikat menyiapkan mekanisme tariff-rate quota (TRQ) yang memungkinkan penurunan tarif hingga nol persen dalam kuota tertentu.

    Kemenko menilai kebijakan tersebut akan memperkuat daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS dan menjaga keberlanjutan industri yang menyerap sekitar 4–5 juta pekerja langsung. Sebagai bagian dari prinsip resiprokal, Indonesia membuka akses pasar bagi 99% produk asal AS dengan tarif 0% yang mulai berlaku saat perjanjian efektif.

    Menurut Airlangga sebagian besar produk tersebut merupakan barang modal, bahan baku, dan komponen industri yang dibutuhkan pelaku usaha nasional. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan justru meningkatkan efisiensi dan daya saing industri domestik.

    “Pemerintah Indonesia dan AS memiliki forum Council on Trade and Investment yang secara periodik akan membahas implementasi perjanjian ini, termasuk jika terjadi lonjakan impor yang signifikan dan mengganggu stabilitas pasar dalam negeri maupun perdagangan pada kedua,” katanya.

    Komitmen Pembelian Energi hingga Isu Impor Beras

    Dalam kesepakatan komersial, Indonesia menyetujui pembelian produk energi AS seperti LPG, minyak mentah, dan gasoline senilai US$15 miliar. Selain itu, pembelian pesawat komersial dan komponennya mencapai US$13,5 miliar, serta produk pertanian seperti kedelai, gandum, kapas, dan jagung senilai US$4,5 miliar.

    Airlangga menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi penyeimbangan perdagangan sekaligus menjamin pasokan energi dan bahan baku industri dalam negeri.

    Terkait kekhawatiran lonjakan impor, Airlangga memastikan volume impor beras dari AS hanya 1.000 ton dan bersifat khusus, sehingga tidak signifikan dibanding produksi nasional. Untuk sektor perunggasan, impor difokuskan pada Grand Parent Stock (GPS) yang memang belum diproduksi di dalam negeri. Pemerintah, kata dia, tetap memprioritaskan perlindungan peternak nasional.

    Investasi Teknologi dan Hilirisasi

    Di sektor investasi, ART membuka peluang bagi masuknya investasi teknologi tinggi di bidang ICT, alat kesehatan, dan farmasi. Pengakuan terhadap standar U.S. FDA dilakukan untuk menghindari duplikasi proses uji, namun pengawasan tetap berada di bawah otoritas nasional.

    Selain itu, kerja sama mineral kritis tidak berarti membuka ekspor bahan mentah. Airlangga menegaskan kebijakan hilirisasi tetap berjalan, dan perusahaan AS didorong berinvestasi dalam pengolahan di dalam negeri. Perjanjian ART justru mendorong perusahaan AS untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia dalam implementasi kebijakan hilirisasi serta pengembangan industri pengolahan untuk mineral kritis dan rare earths.

    “Perusahaan AS dapat melakukan penambangan dan pengolahan di dalam negeri, untuk kemudian komoditas yang sudah diproses tersebut dapat diekspor sama seperti praktik bisnis yang saat ini berlaku,” ujar Airlangga lagi.

    Perjanjian ART akan berlaku efektif 90 hari setelah kedua negara menyelesaikan prosedur hukum domestik masing-masing. Pemerintah membuka ruang evaluasi dan amandemen melalui persetujuan tertulis kedua pihak.

    Airlangga menekankan, tantangan berikutnya adalah memastikan implementasi perjanjian berjalan optimal sehingga manfaat ekspor dan investasi dapat dirasakan lebih besar dibanding potensi tekanan dari sisi impor.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kyiv Tetapkan 21 Agustus sebagai Hari Berkabung, 12 Warga Tewas dalam Serangan Rusia

    By adm_imr25 Agustus 20261 Views

    Parlemen Iran Persetujui Rencana Batasi Akses Asing ke Media dan Kedutaan

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Terjemahan Lirik Lagu “Intro End of the World” – Ariana Grande: Dan Jika Semua Berakhir Besok

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Strategi Mengelola Keuangan Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Dan Berkembang

    Strategi Mengelola Keuangan Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Dan Berkembang

    23 September 2026
    Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi

    Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi

    22 September 2026
    Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

    Menjaga Keseimbangan Layar dan Lapangan Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

    22 September 2026
    Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital

    Menjaga Kesegaran Pandangan Mata di Tengah Padatnya Aktivitas Menatap Layar Digital

    22 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?