Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis Senilai Rp261,9 Triliun

    23 Agustus 2026

    Menteri Zulhas: Pengelolaan Sampah Banyuwangi Terbaik di Indonesia

    23 Agustus 2026

    Bitcoin tembus $70 ribu, apa kaitannya dengan obligasi AS?

    23 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 23 Agustus 2026
    Trending
    • Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis Senilai Rp261,9 Triliun
    • Menteri Zulhas: Pengelolaan Sampah Banyuwangi Terbaik di Indonesia
    • Bitcoin tembus $70 ribu, apa kaitannya dengan obligasi AS?
    • Ibu Rumah Tangga Tewas Ditembak Saat Lawan Pemaksaan OPM Bersama 8 Anak Lainnya
    • Kadin dan 5 Asosiasi P3MI Dorong Penempatan PMI Jasa Rumah Tangga ke Timur Tengah
    • Destinasi Wisata Seru untuk Keluarga di Pulau Rottnest
    • 5 Tips untuk Overthinker yang Mengambil Keputusan Penting, Menurut Psikologi
    • GIIAS Surabaya 2026: Pameran Lebih Luas, Merek Terbanyak
    • Sule Bocorkan Rahasia Uang Rp5 M Rizky Febian, Teddy Siap Lawan
    • 7 rekomendasi tabir surya untuk anak SD, pilih yang terbaik?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Apa Penyebab WNA Kanada MD di Kamar Hotel Labuan Bajo, Ada Lencana Militer?

    Apa Penyebab WNA Kanada MD di Kamar Hotel Labuan Bajo, Ada Lencana Militer?

    adm_imradm_imr19 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kematian Warga Negara Asing di Hotel Greenhill Labuan Bajo

    Seorang warga negara asing ditemukan meninggal dunia di Hotel Greenhill Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Korban yang berinisial ML (61 tahun) adalah seorang warga negara Kanada yang memiliki lencana Polisi Militer negaranya.

    Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menjelaskan bahwa jasad ML pertama kali ditemukan oleh staf hotel dalam posisi yang tampak seperti sedang beristirahat. Korban ditemukan di kamar nomor 11 hotel tersebut.

    Peristiwa ini terjadi setelah rutinitas pembersihan kamar dilakukan. Pada Jumat (13/2/2026), sekitar pukul 13.00 Wita, petugas housekeeping bernama Bruno Busa Lay membuka pintu kamar nomor 11. Namun, ia langsung menutupnya kembali karena merasa ragu dan ingin memberikan privasi kepada tamu.

    “Setelah saya buka pintu kamar, saya lihat tamu itu dalam keadaan duduk. Jadi langsung saya tutup kembali karena saya pikir dia sedang ada di dalam dan ingin privasi,” ujar Bruno saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

    Empat puluh menit kemudian, rekan kerja Bruno, Yuvensius Defiori, mencoba kembali mendatangi kamar tersebut untuk memastikan layanan kamar. Setelah berkali-kali mengetuk pintu tanpa respons, ia akhirnya menggunakan kunci cadangan. Pintu ternyata tidak terkunci dari dalam.

    Yuvensius terkejut ketika melihat tubuh ML sudah terbujur kaku dengan leher terjerat tali. Ia langsung menghampiri Bruno dan menyampaikan kekhawatiran tentang kondisi korban.

    Tim Inafis Sat Reskrim Polres Manggarai Barat tiba di lokasi pada pukul 14.20 Wita. Berdasarkan pengamatan petugas, kamar ditemukan dalam kondisi rapi tanpa tanda-tanda penggeledahan paksa atau perlawanan.

    AKP Lufthi menjelaskan detail teknis posisi jenazah yang tidak biasa. ML ditemukan duduk bersandar di dinding dekat kamar mandi, namun lehernya terikat tali yang dikaitkan ke tiang kayu penyangga lemari.

    “TKP dalam keadaan bersih. Jenazah ditemukan dalam keadaan duduk tersandar pada dinding kamar sebelah kiri dekat kamar mandi dalam kondisi leher terikat seutas tali dengan ujung tali terikat ke kayu vertikal penyangga lemari dalam kamar,” ungkap Kasat Lufthi.

    Di dalam kamar, polisi mengamankan sejumlah barang pribadi, termasuk paspor, dompet, lencana Polisi Militer Kanada, serta dokumen asuransi CAA. Namun, temuan yang paling krusial adalah secarik kertas yang diduga sebagai pesan terakhir korban.

    “Ditemukan surat wasiat di dalam kamar korban,” tegas sang Ajun Komisaris Polisi tersebut.

    Hasil visum luar di RSUD Komodo hingga pukul 17.50 Wita memperkuat dugaan bunuh diri. Tim medis menemukan ciri klinis identik dengan gantung diri, seperti wajah ungu kebiruan (sianosis) dan lidah tergigit.

    “Tidak ditemukan adanya bekas kekerasan tumpul maupun tajam pada tubuh korban. Diduga kuat korban melakukan tindakan bunuh diri,” tambahnya.

    Saksi terakhir yang melihat korban dalam keadaan hidup adalah Venansius Aprilianus Tagang, seorang petugas keamanan (security) hotel. Ia berpapasan dengan ML pada malam hari, pada Kamis, 12 Februari 2026.

    “Sekitar jam 11 malam, saya berpapasan dengan korban di area resto. Beliau membawa kantong plastik putih berisi snack, habis keluar dari hotel lalu kembali lagi. Tidak ada komunikasi, hanya sempat berpapasan,” kenang Venansius tentang momen singkat sebelum kejadian tragis itu.

    Kini, kamar nomor 11 telah dipasangi garis polisi sebagai area steril. Pihak berwenang masih menunggu konfirmasi dari Kedutaan Besar Kanada untuk proses pemulangan jenazah ke negara asalnya.

    Meski dugaan kuat mengarah pada bunuh diri, polisi tetap mendalami motif di balik keputusan nekat pria yang baru saja merayakan ulang tahun ke-61 pada November lalu itu.

    “Tadi cek TKP dan olah TKP sudah dilakukan. Tim inafis bersama piket telah membawa jenazah ke ruangan Jenazah RSUD Komodo untuk dilakukan visum lebih lanjut,” tutup AKP Lufthi.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ibu Rumah Tangga Tewas Ditembak Saat Lawan Pemaksaan OPM Bersama 8 Anak Lainnya

    By adm_imr23 Agustus 20260 Views

    Selamat Umroh Ibu, Mayor Faisal Tulis di Kotak Sepatu Berisi 12 Paket Sabu

    By adm_imr23 Agustus 20260 Views

    Aditya Gumay: Aset Ruben Onsu Digunakan untuk Kebutuhan Keluarga

    By adm_imr23 Agustus 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis Senilai Rp261,9 Triliun

    23 Agustus 2026

    Menteri Zulhas: Pengelolaan Sampah Banyuwangi Terbaik di Indonesia

    23 Agustus 2026

    Bitcoin tembus $70 ribu, apa kaitannya dengan obligasi AS?

    23 Agustus 2026

    Ibu Rumah Tangga Tewas Ditembak Saat Lawan Pemaksaan OPM Bersama 8 Anak Lainnya

    23 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?