Kericuhan dalam Laga PSIR Rembang vs Persak Kebumen Berujung pada Sanksi Berat
Kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen menjadi perhatian besar bagi seluruh pihak terkait. Pertandingan leg kedua semifinal yang berlangsung di Stadion Krida, Rembang, pada Kamis (12/2) berakhir dengan kejadian yang tidak terduga dan mengundang banyak reaksi dari berbagai kalangan.
Pertandingan yang dimenangkan oleh Persak Kebumen dengan skor 0-2 tersebut tidak hanya berakhir dengan kalahnya PSIR Rembang secara sportif, tetapi juga menjadi momen yang mencekam akibat tindakan anarkis dari sebagian suporter, pemain, dan ofisial tim tuan rumah. Wasit berlisensi FIFA, Dwi Purba Adi Wicaksana, menjadi sasaran amuk massa setelah pertandingan usai.
Massa PSIR Rembang langsung merangsek ke tengah lapangan, sehingga situasi di stadion menjadi tidak terkendali. Wasit tidak hanya dikejar dan dipukul oleh oknum suporter, tetapi juga diduga mendapat tindakan kekerasan fisik seperti diinjak oleh beberapa oknum pemain dan ofisial. Kejadian ini memicu respons keras dari Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah.
Sanksi Berat untuk PSIR Rembang
Akibat dari kericuhan tersebut, PSIR Rembang menerima sanksi yang sangat berat. Laskar Dampo Awang, julukan dari PSIR Rembang, dinyatakan diskualifikasi dari kompetisi Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026. Meskipun sebelumnya berhasil melaju ke Liga 4 Nasional, mereka harus mengakhiri perjuangan mereka di Liga 4 Jawa Tengah.
Selain itu, PSIR Rembang juga dihukum enam pertandingan tanpa penonton pada edisi Liga 4 berikutnya. Selain itu, tim ini juga dikenai denda sebesar Rp 5 juta akibat perilaku buruk suporter yang melemparkan botol air mineral ke lapangan.
Sanksi untuk Panitia Pelaksana dan Pemain
Tidak hanya tim, panitia pelaksana pertandingan PSIR Rembang juga mendapat konsekuensi. Abdul Rohman, salah satu anggota panitia, diberi hukuman larangan masuk ke stadion serta larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola seumur hidup karena tindakan brutalnya. Ia terbukti melakukan tindakan provokatif dengan berlari ke arah wasit, lalu memukul dan menendang pengadil lapangan sesaat setelah peluit akhir dibunyikan.
Sementara itu, sejumlah pemain PSIR Rembang juga mendapat sanksi dari Komdis PSSI Jateng. Ada tujuh nama pemain yang terkena hukuman, termasuk Rudy Santoso yang sempat viral di media sosial. Rudy Santoso terbukti melakukan pelanggaran regulasi dan disiplin dengan menyentuh area organ vital wasit saat melakukan protes. Akibatnya, ia dihukum skorsing selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 10 juta.
Daftar Sanksi Komdis PSSI Jateng
Berikut adalah daftar lengkap sanksi yang diberikan oleh Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah:
PSIR Rembang
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang invasi dan kerusuhan
Sanksi: Diskualifikasi dari kompetisi Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 dan sanksi 6 laga kandang tanpa penonton pada kompetisi Liga 4 berikutnyaPSIR Rembang
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tanggung jawab terhadap perilaku buruk suporter berupa pelemparan botol air mineral ke lapangan
Sanksi: Denda sebesar Rp 5 jutaAbdul Rochman (Panpel Pertandingan)
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tingkah laku buruk panpel
Sanksi: Larangan memasuki stadion dan larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola seumur hidupRudy Santoso (Pemain)
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tingkah laku buruk pemain
Sanksi: Skorsing selama 3 tahun dan denda sebesar Rp 10 jutaHairul (Pemain)
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tingkah laku buruk pemain
Sanksi: Skorsing selama satu pertandingan dan denda sebesar Rp 2 jutaKesuma Satria Yudistira (Pemain)
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tingkah laku buruk pemain
Sanksi: Skorsing selama satu tahun dan denda sebesar Rp 5 jutaAhmad Dani Maulana Kiat (Pemain)
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tingkah laku buruk pemain
Sanksi: Skorsing selama satu tahun dan denda sebesar Rp 5 jutaAmmar Dzakwan Manaaf (Pemain)
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tingkah laku buruk pemain
Sanksi: Skorsing selama satu tahun dan denda sebesar Rp 5 jutaRenafi Septian Prakoso (Pemain)
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tingkah laku buruk pemain
Sanksi: Skorsing selama 6 bulan dan denda sebesar Rp 3 jutaMuhammad Diva Maulana (Pemain)
Jenis Pelanggaran: Pelanggaran regulasi dan disiplin tentang tingkah laku buruk pemain
Sanksi: Skorsing selama 6 bulan dan denda sebesar Rp 3 juta
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak terkait dalam menjaga suasana pertandingan agar tetap damai dan profesional.







