Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Gapembi Malang Raya Dilantik, Perkuat Sinergi Untuk Program Makan Bergizi Gratis

    28 April 2026

    Guru SMAN 1 Purwakarta yang Dihina Siswa Ternyata Punya Yayasan Anak Yatim

    28 April 2026

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    27 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Gapembi Malang Raya Dilantik, Perkuat Sinergi Untuk Program Makan Bergizi Gratis
    • Guru SMAN 1 Purwakarta yang Dihina Siswa Ternyata Punya Yayasan Anak Yatim
    • Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik
    • DPRD Jombang Selidiki Fakta Baru Kelahiran Bung Karno di Ploso
    • Telekomunikasi Bangladesh Terancam Kekurangan Solar
    • Kekerasan di Little Aresha, DIY Evaluasi Izin Daycare dan Siapkan Bantuan Psikologis Korban
    • 5 Jemaah Haji Tiba di Madinah, Trump Perpanjang Gencatan Senjata
    • Senyum di Tengah Kesulitan: 5 Kebiasaan Langka yang Jaga Kebahagiaan
    • Inovasi MBG Kota Malang, SPPG Sajikan Menu Prasmanan
    • Mengenal Sejarah 2 Mei dan Perayaannya
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Bayang-bayang PHK Mengancam Buruh Indonesia Akibat Perang AS-Israel vs Iran

    Bayang-bayang PHK Mengancam Buruh Indonesia Akibat Perang AS-Israel vs Iran

    adm_imradm_imr9 April 20267 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perang Regional dan Dampaknya pada Harga Minyak Dunia

    Konflik militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah menciptakan ketidakstabilan di pasar minyak global. Situasi ini tidak hanya memengaruhi harga minyak tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia. Di tengah situasi yang semakin memburuk, Selat Hormuz menjadi titik kritis karena jalur tersebut mengangkut sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.

    Ketidakpastian di Selat Hormuz

    Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pengiriman energi global, saat ini mengalami ketidakpastian yang tinggi. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa situasi di wilayah tersebut telah mengalami perubahan strategis yang tidak dapat diubah. Mereka menegaskan bahwa era hegemoni asing atas jalur air internasional ini telah berakhir. Pernyataan ini disampaikan melalui akun X mereka, menunjukkan bahwa Iran siap untuk mempertahankan kedaulatannya dalam menjaga keamanan Teluk Persia.

    Kebijakan Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar di ASEAN

    Untuk mengantisipasi dampak dari konflik ini, sejumlah negara ASEAN melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar minyak. Di Indonesia, pemerintah telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu sebagai langkah penghematan. Namun, kebijakan ini tidak cukup untuk mengatasi ancaman PHK besar-besaran yang dikhawatirkan oleh para pekerja.

    Ancaman PHK di Indonesia

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan kekhawatiran akan ancaman PHK yang bisa terjadi akibat lonjakan biaya energi. Menurutnya, beberapa perusahaan anggota KSPI sudah menerima informasi bahwa jika harga BBM industri terus melambung, maka akan dilakukan efisiensi dengan cara memangkas jumlah karyawan.

    “BBM bersubsidi memang tidak dinaikkan oleh pemerintah, tetapi BBM industri kan naik. Oleh karena itu, panjangnya perang ini akan memberikan tekanan pada biaya produksi di bahan bakar untuk menggerakkan mesin-mesin, turbin-turbin, listrik, dan biaya-biaya energi lainnya bagi pengusaha,” ujar Iqbal.

    Kebijakan Impor Mobil dan Dampaknya pada Tenaga Kerja

    Selain itu, kebijakan impor mobil dari Jepang, India, dan China yang dikonfirmasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara juga dikhawatirkan akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Meskipun pihaknya mendukung program Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Iqbal menegaskan bahwa kebijakan impor tersebut bisa membawa ancaman PHK.

    “Jika order berkurang, otomatis karyawan kontrak di-PHK tidak diperpanjang kontraknya. Kalau ada mobil impor yang dari India tadi dikerjakan di Indonesia maka akan memperpanjang kontrak juga menambah tenaga kerja yang baru,” ujarnya.

    Harga Minyak Mentah yang Melonjak

    Dalam situasi yang semakin memburuk, harga minyak mentah juga mengalami fluktuasi. Setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Iran, harga minyak mentah Brent melonjak 2,6 persen. Meski kemudian turun sedikit, harga minyak tetap lebih tinggi dari sebelumnya. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami kenaikan awal sebelum akhirnya turun.

    Potensi Dampak Ekonomi Global

    Penutupan Selat Hormuz dan guncangan terkait perang lainnya telah menghancurkan ekonomi global. Kenaikan harga minyak berdampak langsung pada biaya produksi dan distribusi, yang pada akhirnya memengaruhi stabilitas ekonomi di berbagai negara. Dengan situasi yang terus memburuk, ancaman PHK besar-besaran di Indonesia dan negara-negara lain menjadi hal yang sangat dikhawatirkan.

    Tantangan yang Menghadang

    Di tengah ancaman perang ini, Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara harus segera mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi. Kebijakan efisiensi, pengendalian harga BBM, serta perlindungan terhadap tenaga kerja menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi yang semakin tidak pasti.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    By adm_imr27 April 20261 Views

    Sinergi Rais ‘Aam dan Ketua Umum: Kunci Kejayaan NU

    By adm_imr27 April 20260 Views

    Konflik Bisnis Jusuf Hamka vs Hary Tanoe: Ganti Rugi Rp 531 M Plus Bunga

    By adm_imr27 April 20265 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Gapembi Malang Raya Dilantik, Perkuat Sinergi Untuk Program Makan Bergizi Gratis

    28 April 2026

    Guru SMAN 1 Purwakarta yang Dihina Siswa Ternyata Punya Yayasan Anak Yatim

    28 April 2026

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    27 April 2026

    DPRD Jombang Selidiki Fakta Baru Kelahiran Bung Karno di Ploso

    27 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?