Inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam Meningkatkan Kesejahteraan Penarik Becak

Yanu Aryanto, seorang penarik becak yang sudah menghabiskan sekitar 20 tahun menjalani pekerjaannya, kini merasa lebih nyaman setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI. Di usianya yang ke-60 tahun, fisiknya mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia sering mengeluh sakit di bagian pinggang saat mengayuh becak biasa. Namun, dengan becak listrik yang diberikan, ia merasa lebih ringan dan nyaman dalam bekerja.
“Saya senang sekali. Ringan ini (becak listrik), enggak terasa,” ujarnya sambil memegang pinggangnya. Yanu sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang memberi perhatian khusus kepada para penarik becak seperti dirinya. Ia berharap semoga Presiden Prabowo selalu sehat dan bisa membawa rakyat sejahtera.

Mujiran, seorang penarik becak berusia 75 tahun, juga menyampaikan pendapat yang sama. Ia mengaku kakinya sering pegal setelah mengayuh becak. Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo sangat membantu dirinya mencari nafkah. Menurut Mujiran, penumpang pun merasa lebih nyaman naik becak listrik. “Senang dong (dapat bantuan becak listrik). Enggak perlu mengayuh lagi. Terima kasih Pak Prabowo, semoga berkah,” ujarnya.
Yanu dan Mujiran adalah dua dari 200 penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo di Kota Blitar. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Pemerintah Kota Blitar bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di halaman Kantor Wali Kota Blitar pada Jumat (6/3).

Program yang digagas Presiden Prabowo tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak sekaligus memperkuat identitas transportasi tradisional yang ramah lingkungan di kota tersebut. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Prabowo kepada masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak lansia.
“Atas nama Pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Blitar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo serta Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang telah menyalurkan bantuan becak listrik bagi Kota Blitar,” katanya.

Paimin (62) juga merasakan perubahan setelah mendapatkan bantuan becak listrik. Ia sudah sekitar 25 tahun menarik becak pancal di Kabupaten Blitar. Setiap hari ia mengandalkan tenaga kaki untuk mengayuh becaknya menyusuri jalan dan pasar demi mencari penumpang. Namun pekerjaan itu bukan perkara ringan, terutama di usia yang tidak lagi muda. Tubuhnya sering terasa lelah setelah seharian bekerja.
“Enggih sikil (kaki), awak, napas. Enggih kesel payah,” ujar Paimin menggambarkan rasa lelah pada kaki dan tubuhnya saat masih mengayuh becak pancal. Penghasilan yang ia dapatkan pun tidak menentu. Dalam sehari, ia biasanya hanya memperoleh sekitar Rp30 ribu. Baginya, penghasilan tersebut kerap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kini Paimin merasakan perubahan setelah mendapatkan bantuan becak listrik. Dengan kendaraan itu, ia tidak lagi harus mengayuh becak dengan tenaga penuh seperti sebelumnya. “Adoh sekecane pak (jauh bedanya). Enggih penakan iki lah. Alhamdulillah angsal ini saking bapak Prabowo,” ujarnya. Paimin mengaku sangat bersyukur mendapatkan bantuan tersebut. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok yang ia hormati.

Rohani (75), penarik becak lainnya di Blitar, juga menyampaikan hal senada. Selama sekitar 15 tahun ia mengayuh becak pancal untuk mencari nafkah. Menurut Rohani, becak pancal terasa sangat berat untuk dikayuh, apalagi di usia yang semakin lanjut. “Becak pancal sing dirasake kentole atos. Kesel, boyoke keju,” ujarnya, menggambarkan rasa lelah dan sakit pada punggung setelah bekerja.
Penghasilan yang ia peroleh juga tidak besar. Dalam sehari ia hanya bisa mendapatkan sekitar Rp20 ribu karena kondisi pasar yang semakin sepi. Setelah mendapatkan becak listrik, Rohani mengaku pekerjaannya menjadi jauh lebih ringan. “Yo lumayan enteng iki mas. Ra sah dipancal kan ngeringane bahu,” ujarnya. Rohani juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang ia terima.

Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengingatkan bahwa bantuan becak listrik tersebut diberikan untuk membantu meningkatkan taraf ekonomi para penarik becak, bukan untuk dijual atau diuangkan secara instan. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal agar para penarik becak dapat bekerja dengan lebih ringan sekaligus meningkatkan penghasilan mereka.
Bagi para penarik becak lansia di Blitar, bantuan becak listrik tidak sekadar alat transportasi baru. Kendaraan itu menjadi harapan agar mereka tetap bisa bekerja dengan lebih ringan di usia senja.







