Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis

    6 April 2026

    Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026

    Kepentingan Penetapan Ulang Batas Wilayah PascaBencana

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis
    • Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI
    • Kepentingan Penetapan Ulang Batas Wilayah PascaBencana
    • Gus Ipul Dorong Kades Malang Bangun Puskesos dan Perbarui DTSEN
    • Apakah stres memengaruhi kecepatan ejakulasi?
    • 12 Makanan Superfood dalam Al-Qur’an
    • Djarum Foundation dan PB Djarum: Kontribusi Michael Bambang Hartono dalam Pendidikan dan Olahraga
    • Pramono Dukung PP Tunas, Siapkan Peraturan di Jakarta
    • 7 Tempat Wisata Malang Paling Ikonik 2026 untuk Keluarga dan Pasangan
    • 5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik Hari Ini, Aries Tampil Percaya Diri
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Betis Memar Setelah Berlari? Ini Penyebabnya

    Betis Memar Setelah Berlari? Ini Penyebabnya

    adm_imradm_imr3 Maret 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyebab Memar pada Betis Setelah Lari

    Betis memar setelah lari bisa tampak seperti keluhan ringan, tetapi ini bisa juga mencerminkan berbagai proses fisiologis dan cedera yang berbeda. Secara umum, memar adalah darah yang keluar dari pembuluh darah yang rusak dan terkumpul di jaringan di bawah kulit. Dalam konteks lari, hal ini bisa disebabkan oleh kombinasi stres mekanis, kerusakan jaringan kecil, hingga respons vaskular terhadap aktivitas fisik intens.

    Artikel ini membahas beberapa kemungkinan penyebab memar setelah lari, termasuk mekanisme biologis, pemicu umum, serta kapan kondisi ini perlu diwaspadai lebih serius.

    1. Kerusakan Mikro pada Otot dan Jaringan Lunak

    Salah satu alasan utama memar setelah lari adalah mikrotrauma atau kerusakan mikro pada otot dan jaringan lunak akibat aktivitas fisik berulang. Ketika berlari, terutama saat durasi atau intensitas meningkat secara tiba-tiba, otot-otot betis (terutama gastrocnemius dan soleus) mengalami regangan dan kontraksi berulang.

    Secara fisiologis, aktivitas intens tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada serat otot dan struktur di sekitarnya, termasuk kapiler darah kecil. Ketika kapiler ini pecah, darah bocor ke jaringan sekitarnya, menghasilkan perubahan warna yang kamu kenal sebagai memar. Proses ini sering terjadi bersamaan dengan delayed onset muscle soreness (DOMS), rasa nyeri otot yang khas muncul pada 24–72 jam setelah aktivitas berat.

    Penelitian fisiologi olahraga menunjukkan bahwa exercise-induced muscle damage (EIMD) merupakan respons yang normal terhadap latihan yang tidak biasa atau besar volumenya, dengan kerusakan mikro sebagai bagian sentralnya. Meskipun kebanyakan EIMD menyebabkan nyeri atau kaku, tetapi tekanan yang cukup pada jaringan mikro dapat membuat kapiler lebih mudah rusak dan memar pun bisa muncul.

    2. Perdarahan Kecil pada Pembuluh Vena

    Selain mikrotrauma, kondisi yang dikenal sebagai exercise-induced purpura (perdarahan kecil pada pembuluh vena) juga dapat menjadi penyebab memar yang muncul tanpa benturan langsung. Ini adalah fenomena ketika bekas bercak merah atau ungu muncul di kulit setelah aktivitas berulang seperti lari jarak jauh, terutama pada bagian bawah kaki.

    Sebuah ulasan ilmiah menunjukkan bahwa purpura ini dapat terjadi setelah aktivitas fisik yang tidak biasa atau intens, termasuk berlari jauh atau berjalan jauh, dan sering muncul pada kulit betis yang terekspos tekanan berulang. Lesi tersebut bisa terasa seperti memar, tetapi mekanismenya lebih mirip vaskulitis ringan, yaitu inflamasi pada pembuluh darah kecil.

    Kasus ini sering berkembang tanpa trauma nyata seperti benturan ke objek keras, dan purpura biasanya akan memudar dalam beberapa hari. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan (misalnya suhu panas) atau oleh tumpukan beban vaskular yang berat selama latihan panjang.

    3. Overuse Injury dan Stres Akumulatif

    Overuse injury adalah istilah yang mengacu pada kerusakan jaringan akibat repetisi gerak tanpa jeda pemulihan cukup. Saat berlari terlalu jauh dalam waktu singkat, tubuh tidak punya waktu memadai untuk memperbaiki struktur mikro yang rusak, yang dapat berujung pada rasa sakit, inflamasi, dan bahkan memar.

    Dalam konteks lari, overuse bisa meningkatkan tekanan di otot dan jaringan ikat betis, memperlemah kapiler dan jaringan sekitarnya sehingga lebih mudah pecah saat stres mekanik terjadi berulang kali. Ketidakcukupan pemulihan termasuk faktor utama yang memperburuk risiko ini.

    Lebih jauh, overuse injury sering dikaitkan dengan kondisi lain seperti reaksi stres atau fraktur stres, di mana pembuluh darah di sekitar tulang juga bisa rusak. Meskipun ini lebih sering terkait dengan nyeri, bukan memar jelas, tetapi kondisi ini menunjukkan bagaimana stres berulang dapat memicu gangguan jaringan dan vaskular pada area betis/tibia secara bertahap.

    4. Faktor Biomekanik dan Tekanan Permukaan

    Aspek teknik dan lingkungan juga berperan penting dalam munculnya memar setelah lari. Permukaan yang sangat keras, sepatu yang tidak sesuai, atau gait (cara berjalan/berlari) yang tidak efisien dapat menyebabkan distribusi tekanan yang tidak merata di betis dan kaki.

    Ketika otot mengalami stres yang tidak seimbang karena bentuk lari yang buruk, misalnya heel striking yang berlebihan, kapasitas jaringan untuk menyerap benturan berkurang, meningkatkan stres pada jaringan lunak dan pembuluh darah kecil. Akibatnya, mikrotrauma jaringan dan kapiler yang pecah lebih mungkin terjadi.

    Selain itu, berlari di permukaan tidak rata atau sangat keras (seperti beton) meningkatkan beban pada otot betis dan struktur di bawahnya, sehingga risiko kerusakan mikrovaskular turut meningkat.

    Kapan Memar Setelah Lari Perlu Diwaspadai?

    Memar yang muncul dalam jumlah kecil dan membaik dalam beberapa hari biasanya bukan masalah serius, khususnya jika cuma disertai nyeri ringan. Namun, sebaiknya temui dokter jika:

    • Memar bertambah parah atau tidak membaik dalam lebih dari 1–2 minggu.
    • Disertai pembengkakan parah, kelemahan, atau kesulitan berjalan.
    • Muncul tanpa aktivitas fisik yang jelas atau terjadi berulang tanpa sebab jelas.

    Kondisi seperti gangguan pembekuan darah atau efek obat juga bisa meningkatkan kecenderungan memar. Dalam kasus tersebut, dokter bisa mengevaluasi apakah ada penyebab yang lebih serius.

    Memar pada betis setelah lari bukan semata akibat benturan langsung. Kondisi ini bisa disebabkan oleh mikrotrauma pada otot dan jaringan lunak, exercise-induced purpura, cedera overuse, dan faktor biomekanik. Memahami mekanisme ini membantu pelari mengatur intensitas latihan, teknik, dan waktu pemulihan, sehingga meminimalkan risiko memar dan cedera lainnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Apakah stres memengaruhi kecepatan ejakulasi?

    By adm_imr6 April 20260 Views

    Benarkah Penis Bisa Membesar Akibat Hernia?

    By adm_imr6 April 20262 Views

    5 rekomendasi sepatu Reebok untuk latihan gym

    By adm_imr6 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis

    6 April 2026

    Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026

    Kepentingan Penetapan Ulang Batas Wilayah PascaBencana

    6 April 2026

    Gus Ipul Dorong Kades Malang Bangun Puskesos dan Perbarui DTSEN

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?