Kecelakaan Maut di Tol Batang yang Menewaskan Tiga Orang Termasuk Seorang Ayah
Pada malam hari tanggal 19 Agustus 2026, terjadi kecelakaan maut yang melibatkan empat kendaraan di ruas tol Batang, Jawa Tengah. Kejadian tersebut menewaskan tiga orang, termasuk seorang ayah yang sedang membawa jenazah anaknya menuju Jepara.
Korban tewas pertama adalah pasangan suami istri yang sedang mengantarkan jenazah anak mereka. Sementara itu, satu korban lainnya bernama Tekad Sutikno, yang duduk di samping supir mobil ambulans Suzuki APV. Kejadian ini baru diketahui oleh keluarga setelah beberapa jam berlalu, yaitu pada pukul 03.30 WIB.
Priyo Nugroho, anak dari Tekad Sutikno, mengungkapkan bahwa informasi kecelakaan tersebut diperolehnya dari Ketua RT yang datang ke rumahnya pagi-pagi. Keluarga langsung merasa histeris dan mencoba mencari kebenaran dengan menghubungi pihak berwajib dan keluarga dekat di lokasi kejadian.
Setelah mendapat informasi lengkap, Priyo bersama kakaknya langsung pergi ke Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal untuk menjemput jenazah ayahnya. Ia mengaku sangat terpukul dan tidak tahu harus bagaimana. Setelah memperkuat hati, ia berangkat ke Kendal pada pukul 05.30 WIB didampingi kaka sepupu.
Di RSI Muhammadiyah Kendal, Priyo meluapkan air mata kepada orang tua yang dicintainya. Dunia serasa runtuh ketika ia mengetahui bahwa orang yang sangat disayanginya telah pergi untuk selamanya.
Sebelum membawa jenazah pulang ke Tangerang, keluarga diminta mengurus proses administrasi dan mengunjungi Mapolres Batang. Di sana, mereka bertemu dengan sopir ambulans yang selamat dari kecelakaan. Dengan menguatkan hati, keluarga menanyakan kronologi kejadian yang menyebabkan nyawa tiga orang hilang.
Sopir ambulans, Suharto, mengatakan bahwa kecelakaan bermula saat ia beristirahat di rest area pada malam hari. Setelah satu jam beristirahat, perjalanan dilanjutkan. Namun, ban mobil bagian depan sebelah kiri tiba-tiba pecah, sehingga membuat mobil tidak terkendali.
Dalam situasi darurat, Suharto mencoba mengarahkan mobil ke jalur sebelah kiri untuk menepi. Namun, laju kendaraan yang tidak terkendali membuat bagian kiri mobil APV menghantam truk Hino yang berada di depannya. Selanjutnya, ambulans menabrak Toyota Innova yang juga melaju searah di belakangnya.
Kecelakaan maut pun tak dapat dihindarkan. Tiga penumpang meninggal dunia, sementara Suharto selamat karena duduk di kursi kemudi. Priyo menjelaskan bahwa kondisi ayahnya sangat parah. Tangan ayahnya menahan dasbor hingga patah, kepala mengalami pendarahan, dan kakinya juga patah. Akibatnya, ayahnya meninggal di lokasi kejadian.
Menurut Suharto, saat kejadian, dia masih dalam keadaan normal dan bisa berbicara lancar. Namun, Priyo mengaku belum bisa berpikir jernih tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, baik itu hukuman pidana atau hal-hal lainnya.
Saat ini, keluarga masih dalam masa berkabung atas kepergian kepala keluarga mereka. Priyo mengatakan bahwa saat ini mereka masih belum bisa berpikir apa-apa selain kepergian ayahnya. Ia berharap semua hal akan diambil alih oleh kakak-kakaknya nanti.
Daftar Kendaraan yang Terlibat dalam Kecelakaan
Menurut AKP Eka Hendra Ardiansyah, Kasatlantas Polresta Batang, kecelakaan melibatkan empat kendaraan, antara lain:
- Suzuki APV Ambulans dengan nomor polisi D 1142 AFZ
- Truk Hino bak besi BE 8501 PV
- Toyota Innova G-1480-BK
- Toyota Avanza B 2058 UOR
Kecelakaan ini menyebabkan tiga kendaraan mengalami benturan. Selain itu, roda cadangan truk yang terlepas juga mengenai kendaraan Toyota Avanza yang berada di belakang ambulans.


