Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Alih Fungsi Lahan di Hulu Bumiaji Picu Bencana, Wali Kota Batu Minta Aturan Tata Ruang Jelas

    16 April 2026

    Denada Rahasiakan Identitas Ayah Ressa, Sosok Ini Tak Ingin Dikaitkan

    16 April 2026

    KPK Tangkap Bupati Tulungagung, 12 Pejabat Dibawa ke Jakarta, Termasuk Adik Bupati

    16 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 17 April 2026
    Trending
    • Alih Fungsi Lahan di Hulu Bumiaji Picu Bencana, Wali Kota Batu Minta Aturan Tata Ruang Jelas
    • Denada Rahasiakan Identitas Ayah Ressa, Sosok Ini Tak Ingin Dikaitkan
    • KPK Tangkap Bupati Tulungagung, 12 Pejabat Dibawa ke Jakarta, Termasuk Adik Bupati
    • Konstruksi Keluhkan Kenaikan Biaya Akibat Konflik Timur Tengah
    • Dedi Mulyadi Tantang Netizen, Pelaku Video Jalan Rusak Jabar Tertawa
    • Tiket Ibadah Haji Akan Hadir, Ini Penjelasannya
    • Studi: Tidur Lebih Awal Tingkatkan Fokus dan Nilai Akademik Remaja
    • Protein Harian: Kebutuhan atau Kelebihan Tanpa Disadari?
    • Lima langkah efektif lolos UTBK SNBT 2026: Fokus dan disiplin latihan soal
    • Bukan Hanya Motor Listrik, Harga Galaxy Tab BGN Janggal: 9 Juta di Pasar, 17 Juta di Anggaran
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Bukan Hanya Motor Listrik, Harga Galaxy Tab BGN Janggal: 9 Juta di Pasar, 17 Juta di Anggaran

    Bukan Hanya Motor Listrik, Harga Galaxy Tab BGN Janggal: 9 Juta di Pasar, 17 Juta di Anggaran

    adm_imradm_imr16 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Anggaran BGN yang Mengundang Pertanyaan

    Penggunaan anggaran besar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk berbagai kebutuhan operasional seperti kendaraan, perangkat teknologi, dan perlengkapan kerja telah menjadi topik perbincangan di kalangan masyarakat. Dari pengadaan motor listrik hingga tablet dan kaos kaki, banyak yang merasa khawatir terhadap transparansi dan efisiensi pengelolaan dana.

    Pengadaan Kendaraan dengan Anggaran Triliunan Rupiah

    Dalam rincian anggaran BGN tahun 2025, belanja kendaraan menjadi pos terbesar dengan nilai mencapai Rp1,39 triliun. Sebagian besar dari angka ini, sekitar Rp1,2 triliun, dialokasikan untuk pengadaan sepeda motor listrik. Pengadaan dilakukan melalui sistem e-Katalog 6.0 oleh perusahaan Yasa Artha Trimanunggal, yang menyediakan produk dari merek Emmo Mobility. Harga per unit bervariasi antara Rp48,84 juta hingga Rp49,95 juta per unit.

    Kendaraan ini digunakan sebagai alat pendukung operasional, bukan sebagai inti dari program BGN. Namun, besarnya anggaran yang dialokasikan memicu pertanyaan tentang apakah penggunaannya benar-benar efisien dan sesuai dengan tujuan utama program.

    Perangkat Teknologi yang Menyedot Dana Besar

    Di bawah belanja kendaraan, alokasi besar berikutnya mengalir ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nilai Rp1,26 triliun. Di dalamnya, belanja perangkat keras dan komputer juga menyedot dana hingga Rp830,1 miliar. Salah satu komponen utamanya adalah pengadaan tablet senilai Rp508,4 miliar, termasuk perangkat seperti Samsung Galaxy Tab Active5.

    Dengan anggaran tersebut, BGN bisa membeli ribuan tablet. Harga e-katalog untuk perangkat tersebut tercatat sekitar Rp17,93 juta per unit, sementara harga pasar berkisar antara Rp9 juta hingga Rp12 juta. Hal ini menunjukkan potensi kemahalan yang hampir 100 persen. Selisih harga ini memicu sorotan tajam terkait efisiensi dan transparansi dalam proses pengadaan.

    Pengadaan Seragam dan Kaos Kaki

    Tak kalah mencengangkan, anggaran untuk pakaian juga mencapai Rp623,3 miliar. Pos ini mencakup berbagai kebutuhan seperti seragam, sepatu, hingga aksesoris. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah belanja kaos kaki yang mencapai Rp6,9 miliar. Pengadaan ini dilakukan melalui PT Gajah Mitra Paragon, dengan nilai sekitar Rp3,4 miliar untuk berbagai jenis kaos kaki.

    Harga satuannya bervariasi antara Rp34.999 hingga Rp100.000 per pasang. Untuk kebutuhan kaos kaki lapangan saja, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp1,7 miliar atau setara dengan sekitar 17.000 pasang. Angka ini dinilai cukup tinggi, mengingat di pasaran nominal tersebut sudah dapat menjangkau produk dengan merek tertentu.

    Pelatihan dan Sosialisasi yang Juga Besar

    Selain pengadaan barang fisik, anggaran untuk pelatihan dan sosialisasi juga terbilang besar, yakni Rp464,6 miliar. Pos ini mencerminkan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menjalankan program di lapangan.

    Ironi: Makanan Justru Paling Kecil

    Di tengah deretan angka fantastis tersebut, fakta yang paling menyentak adalah posisi anggaran untuk makanan yang justru menjadi inti dari program MBG. Nilainya hanya Rp242,8 miliar, menjadikannya sebagai pos dengan alokasi paling kecil. Kontras ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah prioritas anggaran sudah benar-benar selaras dengan tujuan utama program?

    Komposisi anggaran ini membuka ruang diskusi yang lebih luas. Di satu sisi, kebutuhan operasional seperti kendaraan, perangkat teknologi, dan perlengkapan memang penting untuk memastikan program berjalan. Namun di sisi lain, publik mempertanyakan apakah proporsi tersebut sudah ideal terutama ketika kebutuhan utama, yakni penyediaan makanan bergizi, justru mendapat porsi paling kecil.

    Polemik ini menjadi pengingat bahwa dalam program berskala besar, bukan hanya besaran anggaran yang menjadi sorotan, tetapi juga arah dan dampaknya: apakah benar-benar menyentuh inti persoalan, atau justru terseret oleh kebutuhan penunjang yang membesar.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    6 Tips Sukses Bisnis Jasa Titip untuk Pecinta Belanja

    By adm_imr16 April 20261 Views

    Musim Hujan di Priangan, Tips Sehat dari Kementerian Kesehatan

    By adm_imr16 April 20261 Views

    DPR Pantau Pembangunan Listrik Desa di Landak, Warga Saga Nikmati Listrik PLN

    By adm_imr16 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Alih Fungsi Lahan di Hulu Bumiaji Picu Bencana, Wali Kota Batu Minta Aturan Tata Ruang Jelas

    16 April 2026

    Denada Rahasiakan Identitas Ayah Ressa, Sosok Ini Tak Ingin Dikaitkan

    16 April 2026

    KPK Tangkap Bupati Tulungagung, 12 Pejabat Dibawa ke Jakarta, Termasuk Adik Bupati

    16 April 2026

    Konstruksi Keluhkan Kenaikan Biaya Akibat Konflik Timur Tengah

    16 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?