Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ayah Tiri Cabul Ditangkap, Proyek Tertunda Sebabkan Macet di Balikpapan

    28 April 2026

    Jakarta Pertamina Enduro Jaga Gelar Juara Proliga, Kalahkan Gresik Phonska di Final

    28 April 2026

    Omset Naik Dari Rp47 Juta ke Rp100 Juta, KKMP Manulai II Kota Kupang Jadi Motor Ekonomi Warga

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Ayah Tiri Cabul Ditangkap, Proyek Tertunda Sebabkan Macet di Balikpapan
    • Jakarta Pertamina Enduro Jaga Gelar Juara Proliga, Kalahkan Gresik Phonska di Final
    • Omset Naik Dari Rp47 Juta ke Rp100 Juta, KKMP Manulai II Kota Kupang Jadi Motor Ekonomi Warga
    • Fakta Mengejutkan: Anak di Semarang Sering Dianiaya Sebelum Dibakar
    • Kartu Nusuk Jadi Nyawa Jemaah Haji, Harus Selalu Dibawa
    • 7 Manfaat Centella Asiatica untuk Perbaikan Penghalang Kulit, Apa Saja?
    • Belum Miliki SLHS, 10 SPPG di Bekasi Ditutup Sementara
    • 5 rekomendasi villa dan hotel romantis di Karanganyar dekat Gunung Lawu
    • Refleksi Hari Kartini 2026: Wanoja Sukapura Bangun Ruang Aman Perempuan Melalui Seni dan Diskusi
    • Inter Milan Incar Dua Pemain Bosnia, Mantan Pemain AS Roma Jadi Agen Tiba-Tiba
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Camat Bongkar Alasan Perbaikan Jalan yang Dikritik Pelajar dengan Aksi Mandi Lumpur

    Camat Bongkar Alasan Perbaikan Jalan yang Dikritik Pelajar dengan Aksi Mandi Lumpur

    adm_imradm_imr28 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Aksi Pelajar dan Warga yang Mengkritik Kondisi Jalan Rusak

    Di Desa Sadu, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, sejumlah pelajar mengunggah foto mereka berada di tengah jalan berlumpur. Foto tersebut menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak. Aksi para pelajar ini disebut sebagai bentuk kritik terhadap lambatnya perbaikan jalan oleh pemerintah daerah.

    Kondisi jalan yang rusak tersebut memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk akses pelajar menuju sekolah. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memperparah kondisi jalan yang menjadi licin dan sulit dilalui. Foto-foto yang diunggah oleh akun Facebook Junaidi menunjukkan betapa buruknya kondisi jalan tersebut. Dalam unggahannya, Junaidi menyampaikan rasa miris atas kondisi jalan lintas Desa Sadu saat musim hujan.

    Camat BTS Ulu, Marzuki Usman, akhirnya memberikan pernyataan terkait isu ini. Ia menjelaskan bahwa jalan di Desa Sadu berada di kawasan hutan sehingga tidak dapat dibangun secara permanen oleh pemerintah daerah. Meskipun Pemkab Musi Rawas pernah melakukan pengerasan menggunakan agregat, kondisi jalan yang masih tanah membuat perbaikan tidak bertahan lama. Selain itu, kendaraan angkutan yang melebihi tonase juga turut memperparah kerusakan jalan.

    Selain Desa Sadu, jalan di Desa Sembatu Jaya juga mengalami kendala serupa karena berada di kawasan yang sama. Meski demikian, Camat menyebut bahwa sekitar 95 persen jalan di Kecamatan BTS Ulu sudah beraspal. Hanya sebagian kecil yang masih mengalami kerusakan akibat faktor cuaca dan beban kendaraan.

    Cara Berbeda untuk Memprotes Jalan Rusak

    Di Nganjuk, Jawa Timur, warga melakukan aksi protes dengan cara berbeda. Di Dusun Mindi, Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, puluhan warga melakukan penanaman pohon pisang di jalan yang rusak sambil menebar ikan lele. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang tidak diperbaiki selama lima tahun terakhir.

    Ketua RT 2 RW 4 Dusun Mindi, Ahmad Muzakki, menjelaskan bahwa jalan yang rusak merupakan jalan poros desa yang menjadi sarana utama mobilitas warga. Kerusakan jalan mencakup lubang dan aspal yang hancur sepanjang 800 meter. Selain menanam pohon pisang, warga juga menebar ikan lele sebanyak 5 kilogram ke jalan yang berkubang air. Ikan lele tersebut kemudian menjadi rebutan warga.

    Proses Pengajuan Laporan Jalan Rusak

    Warga biasanya menyampaikan keluhan melalui kanal resmi seperti pengaduan ke kantor desa/kelurahan, kecamatan, dinas pekerjaan umum (PU), atau melalui aplikasi layanan publik yang disediakan pemerintah daerah. Laporan ini kemudian dicatat dan diverifikasi oleh aparat setempat untuk memastikan kondisi di lapangan benar adanya, termasuk tingkat kerusakan dan urgensinya.

    Dalam beberapa kasus, aparat desa atau kelurahan juga dapat mengusulkan perbaikan tanpa menunggu laporan, berdasarkan hasil pemantauan rutin atau musyawarah warga. Setelah laporan diverifikasi, proses masuk ke tahap perencanaan dan pengusulan. Usulan perbaikan jalan biasanya dibahas dalam forum perencanaan pembangunan seperti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa hingga kabupaten/kota.

    Di sini, berbagai usulan dari masyarakat akan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan, dampak, dan ketersediaan anggaran. Usulan yang lolos prioritas kemudian dimasukkan ke dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan menjadi dasar penyusunan anggaran dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

    Tahap berikutnya adalah penganggaran dan persetujuan. Pemerintah daerah bersama DPRD akan membahas dan menyetujui alokasi dana untuk proyek-proyek yang telah diusulkan, termasuk perbaikan jalan. Jika disetujui, anggaran tersebut resmi dialokasikan dan dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum, akan menyiapkan pelaksanaan proyek.

    Proses ini bisa memakan waktu karena harus mengikuti siklus anggaran tahunan, kecuali dalam kondisi tertentu seperti darurat yang memungkinkan penggunaan dana tak terduga. Setelah anggaran tersedia, masuk ke tahap pelaksanaan teknis. Dinas terkait akan melakukan perencanaan detail seperti survei teknis, pembuatan desain, dan penyusunan dokumen lelang.

    Proyek kemudian ditenderkan kepada kontraktor melalui proses pengadaan barang dan jasa yang diatur secara ketat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Setelah kontraktor terpilih, pekerjaan fisik dimulai sesuai dengan spesifikasi dan jadwal yang telah ditetapkan, dengan pengawasan dari pemerintah agar kualitas pekerjaan terjaga.

    Tahap akhir adalah pengawasan, evaluasi, dan serah terima hasil. Selama dan setelah pekerjaan berlangsung, dilakukan pengawasan untuk memastikan proyek sesuai standar. Setelah selesai, jalan yang diperbaiki akan melalui proses pemeriksaan sebelum diserahterimakan secara resmi. Jika ditemukan kerusakan atau ketidaksesuaian, kontraktor biasanya diwajibkan melakukan perbaikan.

    Setelah itu, jalan dapat digunakan oleh masyarakat, dan pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk pemeliharaan berkala agar kondisi jalan tetap baik dalam jangka panjang.

    Aksi Viral dan Kritik Terhadap Regulasi

    Regulasi yang panjang dan memakan waktu lama itu sering kali dikeluhkan oleh masyarakat. Banyak orang merasa frustrasi dengan proses yang rumit dan lambat dalam menangani masalah jalan rusak. Hal ini terlihat dari aksi-aksi yang dilakukan oleh pelajar dan warga di berbagai daerah, yang mencoba memberi perhatian lebih besar pada isu infrastruktur.

    Aksi viral yang dilakukan oleh pelajar di Desa Sadu dan warga di Nganjuk menjadi contoh bagaimana masyarakat mencoba memperhatikan perbaikan jalan yang sangat dibutuhkan. Meskipun proses administratif dan birokrasi memakan waktu, upaya-upaya seperti ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ayah Tiri Cabul Ditangkap, Proyek Tertunda Sebabkan Macet di Balikpapan

    By adm_imr28 April 20260 Views

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    By adm_imr27 April 20261 Views

    Sinergi Rais ‘Aam dan Ketua Umum: Kunci Kejayaan NU

    By adm_imr27 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ayah Tiri Cabul Ditangkap, Proyek Tertunda Sebabkan Macet di Balikpapan

    28 April 2026

    Jakarta Pertamina Enduro Jaga Gelar Juara Proliga, Kalahkan Gresik Phonska di Final

    28 April 2026

    Omset Naik Dari Rp47 Juta ke Rp100 Juta, KKMP Manulai II Kota Kupang Jadi Motor Ekonomi Warga

    28 April 2026

    Fakta Mengejutkan: Anak di Semarang Sering Dianiaya Sebelum Dibakar

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?