Ringkasan Berita:
- Materi Bab 2 Biologi Kelas 12 Kurikulum Merdeka menganalisis substansi genetik serta hukum-hukum pewarisan sifat pada organisme.
- Siswa dipacu memahami struktur DNA, RNA, mekanisme sintesis protein, hingga pola-pola hereditas Mendel maupun penyimpangan semunya.
- Pembelajaran ini mengasah daya nalar kritis siswa dalam memprediksi variasi fenotipe dan genotipe keturunan berdasarkan prinsip genetika molekuler.
Infomalangraya.com – Memasuki Bab 2 pada mata pelajaran Biologi Kelas 12 SMA Kurikulum Merdeka, para siswa mendalami topik molekuler dan hereditas bertajuk “Genetik dan Pewarisan Sifat”.
Pembelajaran pada bab ini menuntut pemahaman mendalam mengenai struktur kromosom, DNA, dan RNA, mekanisme transkripsi dan translasi pada sintesis protein, penerapan Hukum I dan II Mendel, penyimpangan semu Hukum Mendel, hingga silsilah pewarisan sifat (pedigree) pada manusia.
Soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dirancang khusus untuk menguji logika ilmiah siswa dalam memecahkan masalah genetika molekuler, meramal persentase cacat menurun, serta menganalisis efek mutasi gen terhadap pembentukan asam amino.
Guna mengukur tingkat pemahaman siswa sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi guru dan orang tua dalam menyusun latihan Ulangan Harian (UH) terbaru tahun 2026, berikut disajikan 10 soal HOTS pilihan ganda Biologi Kelas 12 SMA Bab 2 lengkap dengan kunci jawaban.
10 SOAL HOTS PILIHAN GANDA & KUNCI JAWABAN
(1) Suatu untai ganda DNA memiliki total 1.000 pasang basa nitrogen. Jika analisis laboratorium menunjukkan bahwa 30 persen dari total basa nitrogen tersebut adalah Timin (T), maka jumlah basa Sitosin (C) pada molekul DNA tersebut adalah…
A. 200
B. 300
C. 400
D. 600
E. 800
Kunci Jawaban : C. 400
(Penjelasan: Total basa = 2.000 basa. Timin = 30 persen yaitu 600 basa, maka Adenin = 600 basa. Sisa Guanin + Sitosin = 800 basa. Karena jumlah Guanin sama dengan Sitosin, maka Sitosin = 400 basa).
(2) Apabila untai DNA cetakan (antisense) memiliki urutan basa 3′- TAC – GGT – CCG – ACT – 5′, maka urutan basa nitrogen pada mRNA (kodon) hasil proses transkripsi adalah…
A. 5′- AUG – CCA – GGC – UGA – 3′
B. 5′- ATG – CCA – GGC – TGA – 3′
C. 3′- UAC – GGU – CCG – ACU – 5′
D. 5′- UAC – GGU – CCG – ACU – 3′
E. 3′- AUG – CCA – GGC – UGA – 5′
Kunci Jawaban : A. 5′- AUG – CCA – GGC – UGA – 3′
(3) Pada tanaman gandum, warna biji dikendalikan oleh polimeri (gen M1 dan M2 untuk warna merah, serta m1 dan m2 untuk warna putih). Persilangan antara gandum biji merah heterozigot ganda (M1m1M2m2) dengan gandum biji putih (m1m1m2m2) akan menghasilkan keturunan dengan rasio fenotipe biji merah : biji putih sebesar…
A. 15 : 1
B. 9 : 3 : 3 : 1
C. 3 : 1
D. 1 : 1
E. 1 : 3
Kunci Jawaban : C. 3 : 1
(Penjelasan: Keturunan berbiji putih hanya muncul pada genotipe m1m1m2m2 dengan peluang 25 persen. Tiga kombinasi lainnya mengandung minimal satu gen dominan M (75 persen merah), sehingga rasio merah : putih = 3 : 1).
(4) Peristiwa kriptomeri pada bunga Linaria maroccana melibatkan gen A (pembentuk antosianin) dan gen B (plasma sel bersifat basa). Jika bunga merah (AAbb) disilangkan dengan bunga putih (aaBB), lalu sesama F1 disilangkan, berapakah persentase keturunan F2 yang berbunga ungu?
A. 18,75 persen
B. 25 persen
C. 56,25 persen
D. 75 persen
E. 100 persen
Kunci Jawaban : C. 56,25 persen
(Penjelasan: F1 bergenotipe AaBb (Ungu). Persilangan F1 x F1 menghasilkan rasio fenotipe Ungu : Merah : Putih = 9 : 3 : 4. Persentase berbunga ungu = 9/16 x 100 persen = 56,25 % ).
(5) Seorang wanita pembawa (carrier) sifat hemofilia (XhX) menikah dengan seorang pria normal (XY). Kemungkinan pasangan tersebut melahirkan anak laki-laki yang menderita hemofilia adalah…
A. 0 persen dari total anak
B. 12,5 persen dari total anak
C. 25 persen dari total anak
D. 50 persen dari total anak
E. 100 persen dari anak laki-laki
Kunci Jawaban : C. 25 persen dari total anak
(Penjelasan: Kemungkinan genotipe anak: XX (perempuan normal), XhX (perempuan carrier), XY (laki-laki normal), XhY (laki-laki hemofilia). Anak laki-laki hemofilia adalah 1 dari 4 kemungkinan total anak = 25 % ).
(6) Pasangan suami istri yang keduanya bergolongan darah A heterozigot (IAIO) dan memiliki faktor Rhesus positif heterozigot (Rh+ Rh-) memiliki peluang melahirkan anak bergolongan darah O dengan Rhesus negatif (Rh-) sebesar…
A. 1/16
B. 3/16
C. 1/8
D. 1/4
E. 3/8
Kunci Jawaban : A. 1/16
(Penjelasan: Peluang golongan darah O = 1/4. Peluang Rhesus negatif = 1/4. Peluang kombinasi keduanya = 1/4 x 1/4 = 1/16).
(7) Drosophila melanogaster mata merah sayap normal (MmNn) disilangkan dengan lalat mata putih sayap keriput (mmnn). Hasil keturunan menunjukkan fenotipe:
Mata merah, sayap normal = 450
Mata putih, sayap keriput = 430
Mata merah, sayap keriput = 60
Mata putih, sayap normal = 60
Berdasarkan data tersebut, nilai Nilai Pindah Silang (NPS) dari persilangan tersebut adalah…
A. 6 persen
B. 12 persen
C. 48 persen
D. 88 persen
E. 94 persen
Kunci Jawaban : B. 12 persen
(Penjelasan: NPS = (Jumlah Tipe Rekombinan / Total Keturunan) x 100 % = ((60 + 60) / (450 + 430 + 60 + 60)) x 100 % = (120 / 1000) x 100 % = 12 % ).
(8) Tahap translasi pada sintesis protein terhenti ketika ribosom membaca salah satu kodon stop pada mRNA. Pasangan kodon berikut yang semuanya merupakan kodon stop (nonsense codon) adalah…
A. AUG, UAA, UGA
B. UAA, UAG, UGA
C. UAG, UAC, UAA
D. UGA, UGG, UAA
E. UAA, UAU, UAG
Kunci Jawaban : B. UAA, UAG, UGA
(9) Gen letal dominan pada ayam heterozigot (Cc) menyebabkan fenotipe creeper (kaki pendek). Jika sesama ayam creeper disilangkan, persentase anak ayam yang lahir hidup dengan kondisi normal (kaki panjang) adalah…
A. 25 persen
B. 33,3 persen
C. 50 persen
D. 66,7 persen
E. 75 persen
Kunci Jawaban : B. 33,3 persen
(Penjelasan: Persilangan Cc x Cc menghasilkan CC (letal/mati), 2 Cc (creeper hidup), 1 cc (normal hidup). Jumlah keturunan hidup = 3. Persentase normal dari yang hidup = 1/3 x 100 % = 33,3 % ).
(10) Suatu peta silsilah (pedigree) keluarga menunjukkan bahwa suatu penyakit menurun selalu diturunkan dari seorang ayah penderita kepada seluruh anak perempuannya, tetapi tidak pernah diturunkan kepada anak laki-lakinya. Pola pewarisan sifat penyakit ini bersifat…
A. Autosomal resesif
B. Autosomal dominan
C. Terpaut kromosom Y (holandrik)
D. Terpaut kromosom X dominan
E. Terpaut kromosom X resesif
Kunci Jawaban : D. Terpaut kromosom X dominan







