Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Beasiswa Telkom 2026: Manfaat, Persyaratan, dan Link Pendaftaran

    28 April 2026

    Dampak tragedi rafting Batu 2014 kembali viral, pengakuan ibu korban muncul

    28 April 2026

    Respons Dedi Mulyadi Terhadap Spanduk “Shut Up KDM” di GBLA, Bocorkan Fakta Bonus untuk Persib

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Beasiswa Telkom 2026: Manfaat, Persyaratan, dan Link Pendaftaran
    • Dampak tragedi rafting Batu 2014 kembali viral, pengakuan ibu korban muncul
    • Respons Dedi Mulyadi Terhadap Spanduk “Shut Up KDM” di GBLA, Bocorkan Fakta Bonus untuk Persib
    • Polisi tangkap pelaku penusukan kakek di Simokerto Surabaya, teman korban
    • Kembangkan Ekonomi dengan KDMP, Jatim Juara Provinsi Terbaik di Governance Awards 2026
    • Nasib 103 Anak di Daycare Yogyakarta: 53 Korban Kekerasan Fisik Terungkap
    • Lafal Doa dan Tata Cara di Multazam untuk Jemaah Haji dan Umroh
    • 4 Tanda Depresi yang Sering Terlewat, Perhatikan Gejala Halusnya
    • Lima Tempat Kuliner Terkenal di Lamongan untuk Pecinta Masakan Tradisional
    • Penginapan Terbaik di Tawangmangu yang Membuatmu Enggan Pulang
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Dampak tragedi rafting Batu 2014 kembali viral, pengakuan ibu korban muncul

    Dampak tragedi rafting Batu 2014 kembali viral, pengakuan ibu korban muncul

    adm_imradm_imr28 April 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Video Nadia Omara Mengungkap Kembali Tragedi Arung Jeram di Batu Tahun 2014

    Tragedi arung jeram di Sungai Brantas, Kota Batu, Jawa Timur pada tahun 2014 kembali menjadi perbincangan setelah diangkat oleh video yang dibuat oleh Nadia Omara. Kisah ini, yang sebelumnya sempat tenggelam dalam ingatan publik, kini kembali viral dan menyentuh hati banyak orang. Dalam video tersebut, disampaikan kisah tentang persahabatan, kehilangan, dan firasat yang tidak sempat terucap.

    Seiring dengan viralnya video tersebut, muncul unggahan dari keluarga salah satu korban yang memberikan pernyataan melalui media sosial. Ibu dari korban mengungkapkan bahwa cerita dalam video tersebut sangat mirip dengan pengalamannya sendiri. Ia mengaku bahwa video tersebut membangkitkan kembali kenangan pahit yang telah lama tersimpan dalam dirinya.

    Fakta di Balik Nama dalam Cerita Viral

    Dalam pernyataannya, sang ibu mengonfirmasi bahwa tokoh “Karin” dalam cerita viral tersebut adalah anak kandungnya, Riki Anggia. Sementara itu, “Elias” merupakan tunangan putrinya yang juga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Keduanya berangkat dari Jakarta menuju Kota Batu dengan rencana awal yang penuh kebahagiaan. Mereka berencana melakukan sesi foto prewedding di kawasan Gunung Bromo. Namun, tak ada yang menyangka bahwa kejadian buruk akan terjadi.

    Ibu korban mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mengetahui adanya rencana tambahan untuk mengikuti kegiatan arung jeram di Sungai Brantas. “Tujuan anak saya waktu itu pamit mau membuat foto pre-wedding ke Bromo. Tidak memberi tahu saya kalau mau juga ada acara rafting,” katanya.

    Keluarga Ikhlas dan Ucap Terima Kasih

    Meski harus kembali mengingat peristiwa memilukan tersebut, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Nadia Omara karena telah mengangkat kembali kisah ini, yang dinilai membawa dampak positif berupa doa dari banyak orang.

    “Kepada Kak Nadia Omara, tanpa mengurangi rasa hormat, terima kasih sudah mengangkat cerita almarhum dan almarhumah anak kami. Saya ambil positifnya, semakin banyak yang mendoakan almarhum putri saya,” ujar sang ibu.

    Awal Petualangan yang Berujung Duka

    Dikutip dari channel YouTube Nadia Omara, rencana awal rombongan yang terdiri dari 17 orang adalah untuk merayakan kebersamaan sekaligus membantu sesi foto pre-wedding salah satu rekan mereka, Ilias dan Karin. Berangkat dari Jakarta menuju salah satu kawasan wisata sungai, suasana awalnya penuh dengan tawa dan antusiasme. Namun, beberapa tanda alam sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal:

    • Warna Air Sungai: Air sungai yang berwarna cokelat pekat (brown water).
    • Sampah Kiriman: Banyaknya tumpukan sampah di aliran sungai yang menurut pemandu merupakan sisa banjir kiriman.
    • Perubahan Cuaca: Langit yang semula cerah perlahan berubah menjadi kelabu saat rombongan mulai menyusuri sungai.

    Detik-Detik Banjir Bandang Menerjang

    Setelah beristirahat di Pos 1, rombongan melanjutkan perjalanan. Naas, saat berada di jalur tebing yang sempit, suara gemuruh terdengar dari arah hulu. Banjir bandang datang begitu cepat, membawa material kayu dan sampah yang langsung menghantam perahu karet.

    “Aku tidak sempat menoleh, perahu sudah dihantam air bah dari belakang. Semuanya kacau, teriakan minta tolong terdengar di mana-mana,” ungkap Ara dalam kesaksiannya.

    Proses Evakuasi dan Nasib Para Korban

    Pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR, kepolisian, dan warga setempat selama tujuh hari penuh. Berikut adalah kronologi nasib para korban dalam musibah tersebut:

    • Kenny: Menjadi korban pertama yang ditemukan. Ia ditemukan meninggal dunia pada hari pertama pasca-kejadian.
    • Ilias & Karin: Pasangan calon pengantin yang berencana melakukan pre-wedding ini ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian.
    • Lucy: Setelah pencarian yang cukup panjang, jasadnya ditemukan di hari ketujuh di area bendungan sungai.
    • Ratna: Berhasil ditemukan oleh tim penyelamat dalam kondisi selamat, meski sempat pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.
    • Choki: Salah satu rekan yang berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai dengan kondisi luka-luka di tubuhnya.

    Pelajaran Berharga: Tips Aman Melakukan Rafting

    Kejadian ini menjadi pelajaran mahal bagi para pencinta olahraga arus deras. Berikut adalah beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum memutuskan untuk rafting:

    • Pantau Kondisi Hulu: Banjir bandang seringkali terjadi meski di lokasi rafting cuaca terlihat cerah. Pastikan pengelola memiliki komunikasi yang baik dengan pemantau di area hulu.
    • Perhatikan Warna Air: Jika air tiba-tiba berubah menjadi sangat keruh dan debitnya meningkat, segera minta pemandu untuk menepi ke tempat yang tinggi.
    • Gunakan Perlengkapan Standar: Helm dan pelampung bukan sekadar aksesori. Dalam kondisi darurat, alat ini adalah pelindung utama nyawa Anda.
    • Patuhi Instruksi Pemandu: Jangan pernah meremehkan instruksi dari pemandu profesional, terutama mengenai titik-titik peristirahatan yang aman.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Strategi Efisien Pemkot Malang Kurangi Belanja Pegawai Tanpa Potong PPPK

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Perkuat kemandirian fiskal, Tasikmalaya bekerja sama dengan Malang

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Legenda Candi Keboireng: Harta Karun Tersembunyi Ngerong Pasuruan

    By adm_imr28 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Beasiswa Telkom 2026: Manfaat, Persyaratan, dan Link Pendaftaran

    28 April 2026

    Dampak tragedi rafting Batu 2014 kembali viral, pengakuan ibu korban muncul

    28 April 2026

    Respons Dedi Mulyadi Terhadap Spanduk “Shut Up KDM” di GBLA, Bocorkan Fakta Bonus untuk Persib

    28 April 2026

    Polisi tangkap pelaku penusukan kakek di Simokerto Surabaya, teman korban

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?