Natanael Wiraatmaja, Siswa SD yang Mengharumkan Kota Bandung di Dunia
Natanael Wiraatmaja, seorang siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) BPK Penabur Bandung, berhasil meraih gelar juara dunia tingkat 2 dalam kompetisi Neo Science Olympiad (NSO) 2025 di Orlando, Amerika Serikat. Prestasi ini tidak hanya membuatnya menjadi sorotan nasional, tetapi juga mendapatkan undangan istimewa dari National Aeronautics and Space Administration (NASA). Kehadirannya di NASA memberikan pengalaman luar biasa, termasuk menyaksikan peluncuran roket secara langsung bersama orang tuanya.
Kepala Daerah Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan apresiasi terhadap prestasi Natanael dengan memberikan hadiah berupa buku sejarah. Buku tersebut diberikan di Pendopo, tempat pertemuan antara Wali Kota dan keluarga Natanael. Keberhasilan Natanael menunjukkan bahwa kecerdasan dan semangat belajar bisa muncul dari usia muda, terutama jika didukung oleh lingkungan yang tepat.
Rahasia Kesuksesan Natanael
Di balik prestasi gemilang yang diraihnya, Natanael memiliki cara belajar sederhana namun efektif. Ia menjalani pembelajaran selama 30 menit setiap hari sesuai dengan minatnya. Hal ini dilakukan secara konsisten dan fokus. Menurut ibunya, Novita Setiawan, metode belajar seperti ini sangat cocok untuk anak-anak yang ingin mengembangkan bakat sains.
“Belajarnya simpel saja. Itu (lomba sains) semua, sama matematika, 40 soal enggak susah,” ujarnya saat ditemui di Pendopo, Kota Bandung. Dalam proses belajarnya, Natanael sering membaca buku sains komik atau mencari informasi dari berbagai sumber yang menarik baginya.
Pengalaman Berharga di NASA
Pengalaman paling berkesan bagi Natanael adalah ketika ia diundang oleh NASA. Bersama sang ibu, ia menghabiskan delapan hingga sembilan hari di Amerika Serikat. Selama masa tersebut, ia tidak hanya mengunjungi fasilitas NASA, tetapi juga menyaksikan peluncuran roket secara langsung. Pengalaman ini memperkuat hasratnya untuk terus berkembang di bidang sains.
“Kita eksplor-eksplor dulu, habis itu lihat rocket launch. Di sana sembilan hari, senang,” kata Natanael. Pengalaman ini menjadi motivasi tambahan bagi bocah kecil yang masih berusia 8 tahun tersebut.
Perjalanan Prestasi yang Terus Berkembang
Sebelum mengikuti NSO 2025, Natanael telah beberapa kali mengikuti berbagai kompetisi sains. Pada kelas 1 SD, ia berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional. Dari situ, keluarga mulai menyadari bahwa anaknya memiliki passion di bidang sains.
“Puji Tuhan, waktu itu dapat gold medal. Dari situ kami tahu memang passion-nya di sains. Makanya makin sering ikut olimpiade,” ujar Novita. Sejak saat itu, Natanael terus mengikuti berbagai kompetisi sains, baik tingkat nasional maupun internasional.
Dukungan Orang Tua yang Tak Pernah Berhenti
Dukungan dari orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan Natanael. Mereka tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga membantu mengarahkan minat dan bakatnya. Menurut Novita, Natanael selalu bersemangat belajar sains karena ia benar-benar menyukainya.
“Karena dia suka dan happy, ya kami lanjutin saja sampai akhirnya ikut yang ini juga karena memang dia yang pengen. Dia sukanya sains, makanya kemarin ikutnya juga kategori natural science, karena dari kecil memang suka belajar sains,” ujarnya.
Apresiasi dari Wali Kota Bandung
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan rasa bangganya terhadap Natanael. Menurutnya, prestasi yang dicapai oleh bocah kecil ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda Kota Bandung.
“Seperti pesan dari Pak Presiden, sampai hari ini kita punya riset luar biasa yang menunjukkan bahwa kita membutuhkan anak-anak yang sejak awal memang ingin menjadi saintis,” katanya. Farhan juga menekankan pentingnya mendukung perkembangan Natanael sebagai prodigi sains.
“Biar dia tumbuh matang menjadi anak bahagia, sehingga seluruh potensinya nanti bisa berhasil. Saya secara pribadi juga memberikan hadiah sebuah buku, yaitu buku tentang sejarah berdirinya Republik Indonesia lewat sebuah revolusi,” ujarnya.
Buku tebal berwarna merah tersebut diharapkan bisa menjadi bekal untuk menumbuhkan semangat literasi dan semangat belajar. Di dalamnya juga terdapat wawancara para pelaku sejarah di berbagai negara, serta penjelasan mendalam tentang perjalanan sejarah Indonesia dari awal peradaban hingga masa reformasi.







