Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    4 Berita Terpopuler Sumbar: Penghambat Flyover Sitinjau Lauik hingga Kasus Abu Janda

    12 Juni 2026

    Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Sepanjang Hari, Suhu Capai 33 Derajat Celsius

    12 Juni 2026

    Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI

    12 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 12 Juni 2026
    Trending
    • 4 Berita Terpopuler Sumbar: Penghambat Flyover Sitinjau Lauik hingga Kasus Abu Janda
    • Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Sepanjang Hari, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
    • Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI
    • Kekerasan Seksual di Pesantren Kaltim: Mengapa Korban Tidak Berani Bicara Selama Bertahun-Tahun?
    • Nama Bayi Laki-Laki Islami 2 Kata A-Z Pembawa Rezeki
    • 7 Langkah Cegah Diabetes Saat Hamil
    • Masyarakat dan Pedagang Pusing Akibat Hidup Semakin Berat: Segala Sesuatu Kini Mahal
    • Jadwal Kapal Pelni KM Tatamailau 8-4 Juni: Rute Baru Timika-Merauke-Manokwari dengan Diskon Tiket
    • Kode Redeem FF Terbaru Senin 8 Juni 2026: Klaim Hadiah Gratis!
    • Lengkap! Wawancara Presiden Prabowo di Prancis
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Ekonomi Yogyakarta Tumbuh Paling Tinggi di Jawa

    Ekonomi Yogyakarta Tumbuh Paling Tinggi di Jawa

    adm_imradm_imr9 Februari 20268 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pertumbuhan Ekonomi DIY Paling Tinggi di Pulau Jawa

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa pada akhir tahun 2025. Berdasarkan data dari triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi DIY tercatat sebesar 5,94 persen (year on year), yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di wilayah Jawa baik secara tahunan maupun kumulatif.

    Endang Tri Wahyuningsih, Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi DIY, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh beberapa sektor. Sektor Jasa Lainnya tumbuh sebesar 9,70 persen, disusul oleh Jasa Kesehatan dengan pertumbuhan 9,62 persen, dan sektor Konstruksi yang tumbuh sebesar 0,90 persen. Dari sisi pengeluaran, geliat investasi yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh sebesar 9,36 persen, menjadi tumpuan utama pertumbuhan ekonomi di Yogya.

    Selain itu, sektor Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) juga tumbuh sebesar 4,89 persen. Namun, ekspor dan impor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 3,76 persen dan 4,23 persen. Meskipun pertumbuhan ekonomi DIY tertinggi, kontribusi PDRB DIY terhadap ekonomi Pulau Jawa secara nominal relatif kecil, hanya sebesar 1,55 persen.

    Perbaikan Tingkat Kemiskinan

    Di sisi lain, BPS menyebut bahwa tingkat kemiskinan DIY pada periode September 2025 menunjukkan perbaikan. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 422,79 ribu orang, berkurang sebanyak 3,03 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Secara persentase, tingkat kemiskinan turun menjadi 10,08 persen atau turun 0,15 persen poin dalam enam bulan terakhir.

    Pengukuran kemiskinan dilakukan menggunakan pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach), yaitu dengan membandingkan rata-rata pengeluaran penduduk dengan Garis Kemiskinan (GK) yang mencakup kebutuhan makanan dan nonmakanan. Pada September 2025, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 649.331 per kapita per bulan, meningkat 3,67 persen dibandingkan Maret 2025.

    Sebanyak 72,85 persen komponen garis kemiskinan berasal dari kebutuhan makanan, sehingga pergerakan harga pangan sangat berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Jika dihitung pada tingkat rumah tangga, dengan rata-rata 4,28 anggota rumah tangga miskin, maka garis kemiskinan setara Rp2,78 juta per rumah tangga miskin per bulan.

    Komoditas Utama Penyumbang Garis Kemiskinan

    Komoditas utama penyumbang garis kemiskinan masih didominasi oleh beras, diikuti kebutuhan perumahan, energi, dan bahan pokok lainnya. Berdasarkan wilayah, kemiskinan di perkotaan tercatat sebesar 9,99 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 10,37 persen. Dalam periode Maret–September 2025, kedua wilayah sama-sama mengalami penurunan, dengan penurunan lebih besar terjadi di perkotaan. Selisih tingkat kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan juga semakin menyempit.

    Namun, Endang mengatakan bahwa indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan justru naik. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin masih relatif jauh dari garis kemiskinan dan kesenjangan pengeluaran antarpenduduk miskin masih cukup lebar.

    Meski demikian, secara keseluruhan kondisi kemiskinan di Yogyakarta menunjukkan tren penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin. Upaya pengentasan kemiskinan tetap perlu difokuskan pada peningkatan daya beli, stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta penguatan program perlindungan sosial agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

    Perbaikan Ketimpangan Pengeluaran

    Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk pada September 2025 menunjukkan perbaikan. Ketimpangan yang diukur menggunakan Gini Ratio tercatat sebesar 0,414, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,426 maupun September 2024 yang sebesar 0,428. Penurunan ini mengindikasikan distribusi pengeluaran masyarakat yang kian merata.

    Pengukuran ketimpangan dilakukan menggunakan dua indikator utama, yaitu Gini Ratio yang diturunkan dari kurva Lorenz, serta distribusi pengeluaran menurut pendekatan Bank Dunia. Nilai Gini berada pada rentang 0 hingga 1, di mana semakin tinggi nilainya menunjukkan ketimpangan yang semakin besar.

    Menurut wilayah tempat tinggal, ketimpangan di perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,419, turun dari 0,434 pada Maret 2025. Sementara itu, perdesaan mencatat Gini Ratio 0,337, sedikit lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 (0,334), namun lebih rendah dibandingkan September 2024 (0,355). Secara umum, ketimpangan di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI

    By adm_imr12 Juni 20261 Views

    Mengapa Uang di ATM Menghilang? Ini Penyebab dan Solusinya

    By adm_imr12 Juni 20261 Views

    Prospek IHSG Terus Tertekan, Saham Ini Layak Diperhatikan

    By adm_imr12 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    4 Berita Terpopuler Sumbar: Penghambat Flyover Sitinjau Lauik hingga Kasus Abu Janda

    12 Juni 2026

    Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Sepanjang Hari, Suhu Capai 33 Derajat Celsius

    12 Juni 2026

    Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI

    12 Juni 2026

    Kekerasan Seksual di Pesantren Kaltim: Mengapa Korban Tidak Berani Bicara Selama Bertahun-Tahun?

    12 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?