Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    4 April 2026

    Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang

    4 April 2026

    PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax
    • Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang
    • PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif
    • Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi
    • 7 manfaat minum alpukat untuk ibu hamil, jangan sampai terlewat
    • Misteri Pembunuhan Maria Simaremare, Staf Bawaslu Tewas Mengenaskan di Kontrakan
    • Pesona Pantai Gajah Kebumen, Wisata Murah dan Bebas Bayar
    • Wall Street Naik Senin (30/3), Perhatian pada Konflik Timur Tengah
    • Kapan saja kamu terlambat menerima chat WhatsApp? Ini penyebab dan solusinya
    • 2,77 Juta Kendaraan Pemudik Kembali ke Jakarta Hingga H+7 Lebaran 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Otomotif»Desain Berbasis Manusia Jadi Ciri Khas Subaru Hadapi Persaingan Otomotif Indonesia

    Desain Berbasis Manusia Jadi Ciri Khas Subaru Hadapi Persaingan Otomotif Indonesia

    adm_imradm_imr25 Januari 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pendekatan Human-Centric Design yang Membentuk Identitas Subaru

    Di tengah pasar otomotif Indonesia yang semakin dinamis dengan berbagai inovasi teknologi, Subaru memilih untuk menawarkan pendekatan yang berbeda. Merek asal Jepang ini menegaskan bahwa fokus utamanya bukan sekadar kecanggihan teknologi, melainkan pengalaman manusia di balik kemudi. Filosofi ini dikenal sebagai human-centric design, yang menempatkan kebiasaan, kenyamanan, dan keselamatan pengemudi sebagai titik awal dalam pengembangan produk.

    Executive General Manager Subaru Indonesia, Adrian Quintano, menjelaskan bahwa sejak awal, Subaru dirancang dengan cara pandang manusia sebagai pusatnya. Menurutnya, setiap detail mobil Subaru lahir dari pemahaman terhadap perilaku dan kebutuhan pengendara. Hal ini membuat mobil yang baik bukan hanya terlihat canggih, tetapi juga terasa alami saat digunakan.

    “Yang dimulai di Subaru, penekatannya adalah tentang manusia. Mulai dari habitnya manusia, jadi sehingga ketika orang bawa Subaru, itu mereka lebih nyaman,” ujar Adrian saat berkunjung ke kantor Infomalangraya.com, Jumat (23/1/2025).

    Pendekatan tersebut tercermin dari berbagai aspek sederhana namun krusial, mulai dari posisi duduk hingga kemudahan visibilitas. Bahkan karakter SUV Subaru tetap dibuat ramah dan tidak terasa mengintimidasi saat dikendarai.

    “Contohlah dari hal-hal kecil, ground clearance Subaru itu walaupun 120 mm ketika orang naik, itu nggak kerasa kayak naik mobil tinggi, sangat nyamanlah,” kata Adrian.

    Menurut Adrian, perhatian terhadap detail tersebut berakar dari budaya Jepang yang sangat menekankan kenyamanan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi itu kemudian diterjemahkan Subaru ke dalam desain dan rekayasa kendaraan.

    “Jadi hal-hal kecil yang dipikirin oleh orang Jepang itu memang untuk kenyamanan manusia,” ucapnya.

    Salah satu ciri khas Subaru adalah visibilitas kokpit yang luas, yang terinspirasi dari dunia penerbangan. Aspek ini dinilai berkontribusi langsung terhadap keselamatan dan rasa percaya diri pengemudi.

    “Ketika kita masuk ke mobil di Subaru, itu visibilitas kokpitnya sangat bagus. Terinspirasi dari desain pesawat,” tutur Adrian.

    Di sisi lain, Subaru juga dikenal tidak terburu-buru mengadopsi teknologi yang belum terbukti. Bagi merek ini, inovasi harus melewati proses pengujian menyeluruh agar tetap aman dan relevan dalam jangka panjang.

    “Dan ketika teknologi itu belum proven, itu tidak akan diwujudkan oleh Subaru,” ujarnya.

    Prinsip tersebut membuat Subaru masih mempertahankan teknologi yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini. Pendekatan konservatif ini justru menjadi pembeda di tengah tren elektrifikasi dan digitalisasi yang agresif.

    “Jadi kita memang memilih teknologi yang konvensional, yang kita yakin bisa dipakai ke jangka panjang,” kata Adrian.

    Pendekatan jangka panjang itu tercermin dari tingkat loyalitas konsumen Subaru di berbagai pasar global. Di Amerika Serikat, angka repeat purchase Subaru disebut mencapai lebih dari 60 persen.

    “Kalau kita lihat di Amerika itu, orang yang repeat purchase Subaru itu lebih dari 62 persen. Artinya dari 10 orang yang beli, 6 itu beli lagi,” ungkap Adrian.

    Pola serupa mulai terlihat di Indonesia, seiring bertambahnya konsumen yang kembali membeli Subaru setelah pengalaman pertama. Loyalitas ini dinilai muncul karena kepercayaan terhadap karakter dan nilai merek.

    “Once kita udah coba Subaru, pasti akan nambah lagi. Cukup banyak populasi orang yang awalnya beli satu, kemudian dibeli lagi,” katanya.

    Dari sisi pemasaran, tantangan Subaru di Indonesia justru terletak pada edukasi merek. Banyak konsumen masih mengenal Subaru sebatas citra balap tanpa memahami keunggulan fundamentalnya.

    “Saya tahu awalnya Subaru itu balapan aja gitu,” ujar General Manager Marketing, PR, and CRM Subaru Indonesia, Irhan Farhan.

    Menurut Irhan, Subaru berupaya menyampaikan pesan bahwa kekuatan merek ini terletak pada teknologi inti yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan. Mulai dari Boxer Engine, Symmetrical All-Wheel Drive, hingga platform global Subaru.

    “Subaru dengan core teknologi ada Boxer engine, Symmetrical all-wheel drive, global platform, dan EyeSight, kita membawa value untuk customer, safety dan comfort,” jelas Irhan.

    Bahkan dalam pengembangan produk, Subaru disebut rela mengesampingkan tren demi menjaga karakter berkendara. Keputusan ini diambil jika teknologi baru berpotensi mengganggu aspek keselamatan.

    “Kenapa nggak model ini ada hybrid-nya? Karena setelah di trial, mengganggu handling dan safety-nya,” kata Irhan.

    Dengan filosofi human-centric design, fokus pada keselamatan, serta pendekatan jangka panjang, Subaru menegaskan posisinya sebagai alternatif berbeda di pasar otomotif Indonesia. Bagi Subaru, membangun kepercayaan dan pengalaman berkendara dinilai jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    2,77 Juta Kendaraan Pemudik Kembali ke Jakarta Hingga H+7 Lebaran 2026

    By adm_imr4 April 20261 Views

    Hasil Moto3 Amerika 2026: Pembalap Malaysia Gantikan Veda yang Crash, Guido Pini Juara

    By adm_imr4 April 202632 Views

    Veda Gagal Finis di MotoGP Amerika, Tempati Posisi Ke-6 Klasemen Moto3

    By adm_imr4 April 202615 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    4 April 2026

    Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang

    4 April 2026

    PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif

    4 April 2026

    Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?