Kabar Mengejutkan dari Erin, Mantan Istri Andre Taulany
Erin, mantan istri komedian ternama Andre Taulany, kini terlibat dalam kasus serius yang menimbulkan perhatian publik. Isu ini muncul setelah dugaan kekerasan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumahnya. Kasus ini tidak hanya berujung pada laporan polisi, tetapi juga memicu perseteruan antara Erin dan pihak lain.
Awal Mula Isu Kekerasan
Isu ini pertama kali muncul melalui unggahan akun Threads @niadamanik7 yang menyebarkan informasi tentang penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Erin. Dalam unggahan tersebut, korban ART yang berinisial H terlihat berdiri di depan pagar rumah dengan pakaian pendek berwarna merah. Nia Damanik, agen penyalur ART, mengungkapkan bahwa korban mengaku dipukul menggunakan sapu hingga disuruh jongkok dan ditendang di bagian kepala.
“Kemarin itu kan jam 17.00 sore, saya ditelepon. Dia bilang begini, ‘Halo Kak, tolongin saya.’ Saya tanya, ‘Tolongin apa?’ Terus dia bilang, ‘Tolong jemput saya di sini.’ Saya tanya kenapa, terus dia bilang, ‘Saya di sini dipukul. Kepala saya dipukul pakai sapu’,”
Penyelidikan Polisi
Setelah menerima laporan, polisi segera melakukan penyelidikan. Korban, H, mengaku mengalami kekerasan fisik dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan tersebut dibuat pada Selasa (28/4/2026), dan kejadian dugaan penganiayaan terjadi di kediaman Erin pukul 15.00 WIB, di Jalan Bunga Mayang 8, Bintaro, Jakarta Selatan.
Peran Anak Andre Taulany
Dalam laporan Nia Damanik, diketahui bahwa Kenzy Taulany, putra kedua Andre Taulany, disebut-sebut menjadi saksi langsung dari dugaan penganiayaan yang dilakukan Erin. Saat itu, sang anak hanya bisa menyaksikan tanpa mampu berbuat banyak melihat perlakuan ibundanya.
Penyangkalan Erin
Erin membantah tudingan penganiayaan tersebut. Ia mengklaim bahwa hubungan dengan para pekerja di rumahnya selama ini berjalan baik. Ia juga menyatakan bahwa narasi yang viral di media sosial Threads tersebut tidak berdasar dan sangat menyudutkan posisinya.
“Enggak ada, enggak ada apa-apa,”
Erin menjelaskan bahwa ART yang melayangkan tuduhan tersebut merupakan pekerja baru yang masa kerjanya belum genap satu bulan. Hal ini sekaligus menepis isu penahanan gaji, mengingat siklus penggajian pertama memang belum jatuh tempo.

Pengambilan Langkah Hukum
Erin mendampingi tim kuasa hukumnya untuk melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan ini teregister dengan nomor LP/B/16977/IV/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.
Untuk memperkuat bantahannya, Erin mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti kuat, termasuk rekaman pengawas dari kediamannya.
“Semua sudah ada bukti-buktinya. CCTV yang di rumah, saksi-saksi, ART yang ada di rumah, security terutama,”

Penutup
Sejauh ini, Erin telah melaporkan tiga orang, yakni pemilik akun Niadamanik7, ART bernama Hera, dan juga penyalur ART. Proses hukum masih berlangsung, dan polisi masih melakukan pendalaman serta menunggu hasil bukti pendukung seperti visum. Kasus ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara keluarga selebritas dan para pekerja rumah tangga.







