Pembangunan 40 Kampung Nelayan Merah Putih di Jawa Timur
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berencana membangun sebanyak 40 Kampung Nelayan Merah Putih. Rencana ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di wilayah Jawa Timur. Pembangunan akan dilakukan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan.
Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan nelayan dalam satu lokasi. Di dalamnya, terdapat pelabuhan, pos, kios nelayan, hingga tempat pembuatan es. Dengan demikian, bangunan ini bisa mengoptimalkan aktivitas nelayan di Jawa Timur.
Saat ini, sudah ada empat lokasi yang telah dibangun pada tahun anggaran 2025. Sedangkan sisanya masih dalam tahap verifikasi lapangan oleh pemerintah pusat. Masing-masing Kampung Nelayan Merah Putih berlokasi di Tuban, Sumenep, Malang Selatan, dan Pasuruan. Keempat lokasi tersebut kini telah selesai dibangun dan beroperasi.
“Rata-rata yang sudah dibangun berada di wilayah pesisir dan sudah berjalan. Itu menjadi percontohan untuk pengembangan berikutnya,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Isa Anshori.
Selain itu, sesuai rencana, Kampung Nelayan Merah Putih juga akan dilengkapi sarana fasilitas penunjang seperti cold storage, tempat pengolahan hasil laut, hingga kios untuk mendukung aktivitas ekonomi nelayan. Setiap kawasan dirancang memiliki luas minimal satu hektare agar seluruh layanan dapat terpusat dan berjalan efektif.
Untuk pengembangan selanjutnya, Pemprov Jatim mengusulkan pembangunan tambahan yang tersebar di wilayah pesisir, mulai dari Tuban hingga Pacitan. Kawasan tersebut dipilih karena memiliki potensi perikanan yang besar serta aktivitas nelayan yang tinggi.
Menurut Isa, semakin banyak kampung nelayan yang dibangun, maka semakin besar pula peluang peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja nelayan. Dengan fasilitas yang terpusat, nelayan tidak perlu lagi berpindah-pindah lokasi untuk memenuhi kebutuhan operasional.
“Harapan kami, semakin banyak yang dibangun, tentu itu semakin mengoptimalkan nelayan yang ada di Jawa Timur,” ujarnya.
Dalam pengelolaannya, Kampung Nelayan Merah Putih akan melibatkan nelayan setempat sebagai pelaku utama. Selain itu, direncanakan akan ditempatkan sekitar empat orang tenaga pendamping di setiap lokasi untuk memastikan operasional berjalan optimal.
Dari sisi anggaran, pembangunan satu kampung nelayan diperkirakan menelan biaya antara Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar. Seluruh pembiayaan tersebut berasal dari pemerintah pusat.
Isa menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur terkait usulan lokasi pembangunan. Saat ini, proses masih menunggu hasil verifikasi lapangan dari pemerintah pusat untuk menentukan titik-titik yang akan direalisasikan.
“Usulan kita untuk 2026 ada 40 kampung nelayan. Mohon dukungannya agar bisa terealisasi dan memberikan manfaat besar bagi nelayan,” katanya.
Lokasi dan Fasilitas yang Disediakan
Beberapa lokasi yang akan dibangun Kampung Nelayan Merah Putih antara lain:
- Tuban
- Sumenep
- Malang Selatan
- Pasuruan
Setiap lokasi akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti:
- Pelabuhan
- Pos
- Kios nelayan
- Tempat pembuatan es
- Cold storage
- Tempat pengolahan hasil laut
- Kios untuk mendukung aktivitas ekonomi nelayan
Proses Pengembangan dan Koordinasi
Pemprov Jatim telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur terkait usulan lokasi pembangunan. Saat ini, proses masih menunggu hasil verifikasi lapangan dari pemerintah pusat untuk menentukan titik-titik yang akan direalisasikan.
Tantangan dan Harapan
Meskipun terdapat tantangan dalam proses pengajuan dan realisasi, pihak Pemprov Jatim tetap optimis bahwa pembangunan 40 Kampung Nelayan Merah Putih akan memberikan dampak positif bagi para nelayan. Dengan adanya kampung-kampung ini, nelayan di Jawa Timur diharapkan dapat bekerja lebih efisien dan produktif.




