Jenis-Jenis Sholat Tarawih dan Niat yang Tepat
Sholat Tarawih adalah salah satu bentuk shalat sunnah yang dilakukan khusus di bulan Ramadhan. Berbeda dengan shalat wajib atau sunnah lainnya, jumlah rakaat dalam sholat ini lebih banyak. Banyak ulama memiliki pendapat berbeda mengenai jumlah rakaat sholat tarawih. Berikut penjelasannya:
- Mazhab Hanafi: 20 rakaat
- Mazhab Maliki: 20 rakaat atau 36 rakaat
- Mazhab Syafii: 20 rakaat
- Mazhab Hanbali: 20 rakaat
Namun, ada juga pendapat dari para ulama kontemporer seperti Syekh Bin Baaz, Syekh al-Utsaimin, dan Syekh al-Albani yang menyebutkan bahwa sholat tarawih hanya terdiri dari 8 rakaat.
Niat Sholat Tarawih
Niat merupakan hal penting dalam melaksanakan sholat. Berikut niat untuk sholat tarawih:
Niat Sholat Tarawih Sendiri
Ushalli sunnatat tarawihi rakataini mustaqbilal qiblati adaa an lillahi ta ala.
Artinya: Aku berniat melakukan sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Taala.
Niat Sholat Tarawih sebagai Imam
Ushalli sunnatat tarawihi rak ataini mustaqbilal qiblati ada an imaman lillahi ta ala.
Artinya: Aku berniat melakukan sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Swt.
Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum
Ushalli sunnatat tarawihi rak ataini mustaqbilal qiblati ada an ma muman lillahi ta ala.
Artinya: Aku berniat melakukan sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Swt.
Doa Kamilin dalam Sholat Tarawih
Salah satu hal yang menarik dalam sholat tarawih adalah doa khusus yang disebut sebagai Doa Kamilin. Doa ini sering dibaca oleh umat Muslim saat melaksanakan sholat tarawih. Frasa “kâmilîn” pada awal doa tersebut bermakna permohonan agar diangkat menjadi individu yang memiliki keimanan yang sempurna.
Berikut isi lengkap dari Doa Kamilin:
Allahummaj‘alna bil imani kamilin. Wa lil faraidli muaddin. Wa lish-shlati hafidhin. Wa liz-zakiti fa‘ilin. Wa lima ‘indaka thalibin. Wa li ‘afwika rajin. Wa bil-huda mutamassikin. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlin. Wa fid-dunya zahdin.
Wa fil ‘akhirati raghibin. Wa bil-qadla’I radlin. Wa lin na‘maaI syakirin. Wa ‘alal bala’i shabirin. Wa tahta liwa’i muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyamati sa’irina wa alal haudli waridin. Wa ilal jannati dakhilin. Wa minan nari najin.
Wa ‘ala sariirl karamati qa’idin. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijin. Wa min sundusin wa istabraqin wadibajin mutalabbisin. Wa min tha‘amil jannati akiln. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaribin. Bi akwabin wa abariqa wa ka‘sin min ma‘in.
Ma‘al ladzina an‘amta ‘alaihim minan nabiyyina wash shiddiqina wasy syuhadâ’i wash shalihina wa hasuna ula’ika rafiqan. Dalikal fadl-lu minallahi wa kafa billahi ‘aliman. Allahummaj‘alna fi hadzihil lailatisy syahrisy syarifail mubarakah minas su‘ada’il maqbulin. Wa la taj‘alna minal asyqiya’il mardudin. Wa shallallâhu ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma‘in. Birahmatika ya arhamar rahimîn wal hamdulillahi rabbil ‘alamIn.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Manfaat dan Keistimewaan Sholat Tarawih
Sholat Tarawih tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memberikan manfaat spiritual dan kejiwaan. Dengan membaca doa khusus seperti Doa Kamilin, umat Muslim dapat memohon perlindungan, keberkahan, dan kesempurnaan dalam iman mereka.
Dalam pelaksanaannya, sholat tarawih bisa dilakukan secara mandiri atau berjemaah. Namun, baik itu sendiri atau berjemaah, niat dan konsentrasi adalah hal yang sangat penting. Dengan menjalankan sholat tarawih dengan benar dan penuh keimanan, kita akan mendapatkan berkah dan keutamaan yang besar dari Allah SWT.






