Panduan Lengkap Sholat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadan
Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Sholat ini memiliki keistimewaan tersendiri karena dilakukan setelah sholat Isya dan biasanya dilakukan secara berjamaah. Sholat Tarawih juga sering ditutup dengan sholat Witir, yang memiliki jumlah rakaat ganjil.
Niat Sholat Tarawih
Niat merupakan bagian penting dalam melaksanakan sholat. Berikut bacaan niat untuk sholat Tarawih:
Imam:
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni imāman lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah SWT.”Makmum:
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT.”
Tata Cara Sholat Tarawih
Tata cara sholat Tarawih mirip dengan tata cara sholat wajib, tetapi dengan jumlah rakaat yang lebih banyak. Berikut urutan pelaksanaannya:
- Melafalkan niat sholat tarawih
- Takbiratul ihram
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Membaca beberapa Surat Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit dari duduk lalu mengulangi mengerjakan rakaat kedua dengan melakukan urutan tata cara sholat yang sama seperti rakaat pertama.
- Kemudian mengakhirinya dengan duduk tasyahud akhir dan salam pada saat sujud terakhirnya.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Ada dua pilihan jumlah rakaat Sholat Tarawih yang bisa dipilih:
- Pertama, melakukan Sholat Tarawih sejumlah 8 rakaat dan melakukan sholat witir sejumlah 3 rakaat.
- Kedua, melakukan Sholat Tarawih dengan rakaat lebih banyak yaitu berjumlah 20 rakaat dan juga melaksanakan sholat witir sebanyak 3 rakaat.
Umumnya Sholat Tarawih dikerjakan dengan cara melakukan 2 rakaat sekali salam. Hal ini terus berlanjut hingga tercapai 8 atau 20 rakaat Sholat Tarawih.
Sholat Witir dan Niatnya
Sholat Witir dianjurkan ditutup setelah sholat Tarawih. Witir memiliki arti ganjil, sehingga jumlah rakaat pada sholat witir biasanya juga ganjil. Berikut bacaan niat untuk sholat witir:
Niat Sholat Witir 1 Rakaat
Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala (Saya berniat melakukan sholat witir satu rakaat karena Allah Ta’alaa)Niat Sholat Witir 2 Rakaat
Ushalli sunnatan rak’ataini minal-witri illahi ta’ala (Saya berniat melakukan sholat sunnah 2 rakaat dari witir karena Allah Ta’alaa)Niat Sholat Witir 3 Rakaat
Ushalli sunnatal witri tsalatsa rak’ataini lillahi ta’ala (Saya berniat melakukan sholat witir tiga rakaat karena Allah Ta’alaa)
Doa Setelah Sholat Tarawih
Setelah melakukan sholat tarawih dan sholat witir, disarankan untuk membaca doa kamilin. Berikut bacaan doa kamilin:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ،
وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ،
وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ،
وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ،
بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا،
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ،
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam.
Doa Setelah Sholat Witir
Doa Witir dibaca setelah sholat witir. Berikut bacaannya:
Subhaanal malikil qudduus
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih.”
Dibaca sebanyak tiga kali dengan suara nyaring dan panjang pada bacaan ketiga.Robbul-malaa-‘ikati warruuh
Artinya: “Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril.”
Selain itu, terdapat juga doa Qunut yang dibaca setelah sholat witir. Berikut bacaan doa Qunut:
اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ
Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau Pastikan. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala Puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya”.







