Bacaan Doa Harian di Bulan Ramadan 2026
Di bulan Ramadan 1447 H, umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan kebajikan, salah satunya adalah membaca doa harian. Doa menjadi bagian penting dari ibadah puasa, karena dapat meningkatkan ketaqwaan dan memohon ampunan dari Allah SWT.
Doa Hari Kelima Ramadhan
Doa hari kelima Ramadhan yang bisa dibaca setelah sholat fardhu adalah:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِiْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya: “Ya Allah! Mohon jadikanlah aku di bulan ini termasuk di antara orang-orang yang memohon ampunan (beristighfar), dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang saleh dan setia serta mohon jadikanlah aku di antara Auliya-Mu yang dekat disisi-Mu, dengan kelembutan-Mu, Wahai dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.”
Doa ini memiliki makna mendalam, yaitu memohon agar diri selalu dalam keadaan taat dan dekat dengan Allah. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa barangsiapa beribadah di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Doa Hari Keenam Ramadhan
Doa hari keenam Ramadhan juga sangat bermanfaat untuk dibaca setiap selesai sholat fardhu:
اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ
Artinya: “Ya Allah! Janganlah Engkau hinakan aku di bulan ini karena perbuatan maksiatku terhadap-MU, dan janganlah Engkau cambuk aku dengan cambuk balasan-MU. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-MU, dengan kelembutan dan ketinggian rahmat-Mu, Wahai pegangan terakhir orang-orang yang berkeinginan.”
Doa ini berisi permohonan perlindungan dari dosa dan kemurkaan Allah. Dengan membacanya, kita berharap bisa menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Doa Awal Bulan Ramadhan
Selain doa harian, ada juga doa yang biasa dibaca saat awal bulan Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”
Doa ini sering dibaca untuk memohon perlindungan dan keselamatan dalam menjalani puasa. Dalam hadis disebutkan bahwa doa-doa yang dibacakan di bulan Ramadhan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Keutamaan Doa Orang yang Berpuasa
Dalam hadis disebutkan bahwa tiga jenis doa yang tidak terhalang, yaitu doa dari imam yang adil, doa dari orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa dari orang yang dizholimi. Doa-doa tersebut akan dibawa ke atas langit dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya. Allah berfirman, “Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu.”
Amalan Utama di Bulan Ramadhan
Ada dua amalan utama yang dianjurkan saat bulan Ramadhan tiba, yaitu:
- Menjadi lebih dermawan, terutama ketika Jibril AS. datang menemui Nabi.
- Membaca al-Quran secara rutin, terutama mengkhatamkan al-Quran sekali dalam bulan ini.
Berdasarkan hadis, Nabi SAW. sangat dermawan saat bulan Ramadhan, dan setiap malam ia bertemu dengan Jibril AS. untuk menyetor bacaan al-Quran. Ini menjadi contoh bagi umat Islam untuk lebih banyak membaca al-Quran.
Niat Puasa dan Doa Buka Puasa
Niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan pada tahun ini, karena Allah SWT semata.”
Doa buka puasa:
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Artinya: “Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”






