Keterlibatan Sosok yang Diduga Menekan Dokter Kamelia
Setelah sekian lama memilih untuk tidak berkomentar, dokter Kamelia akhirnya memberikan penjelasan terkait sosok yang diduga selama ini memberikan ancaman kepadanya. Ia mengungkapkan bahwa sosok tersebut adalah seorang perempuan yang memiliki kedekatan dengan Ammar Zoni.
Kisah hubungan antara Ammar Zoni dan dokter Kamelia sempat menjadi sorotan publik. Pasalnya, Ammar dikabarkan tiba-tiba mengakhiri hubungan mereka, sementara dokter Kamelia mengaku tidak pernah menerima pembicaraan terkait perpisahan itu. Di tengah kabar putus yang beredar, kehadiran dokter Kamelia di persidangan Ammar Zoni juga tiba-tiba menghilang. Sebelumnya, ia hampir selalu terlihat duduk di barisan depan ruang sidang. Hal serupa juga terjadi pada sosok ibu angkat Ammar, Titik Haryati, yang ikut tak terlihat.
Tanpa penjelasan pasti, dokter Kamelia kemudian kembali muncul saat sidang vonis Ammar Zoni digelar. Kemunculan itu sempat membuat publik berspekulasi soal status hubungan keduanya.
Saat hadir sebagai bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Senin (27/4/2026), dokter Kamelia akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa kabar putus yang sempat beredar hanyalah bagian dari skenario.
“Drama itu, pura-pura putus, karena bang Ammar ditanya wartawan bilang baik-baik aja, aku jadi bingung harus bilang apa,” kata dokter Kamelia.
Ia juga mengungkap bahwa sebenarnya dirinya tetap datang ke pengadilan, hanya saja memilih tidak terlihat.
“Sebenarnya saya ada di sana (pengadilan), tapi saya ngumpet, ketemu bang Ammar sebentar terus pulang,” kata dokter Kamelia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu putus tersebut sengaja dimunculkan oleh pihak Ammar Zoni sebagai bentuk perlindungan. Hal itu dilakukan agar meredam ancaman dari seorang perempuan yang disebut-sebut kerap menekan dirinya dan Titik Haryati.
“Sebelum bang Ammar dibawa ke NK (Nusakambangan), dia telepon saya dan marah-marah, yang ancam itu dia, jangan datang ke sidang lah,” kata dokter Kamelia.
“Gak ngerti (kenapa mengancam), mungkin karena gak suka sama saya,” kata dokter Kamelia.
Titik Haryati juga membenarkan adanya tekanan tersebut. Ia menyebut ancaman disampaikan melalui telepon dengan nada yang menekan.
“Caranya itu loh adanya tekanan, dokter ditelepon, ‘kasih tau itu si Titi jangan ngaku-ngaku ibu angkat’ gitu,” tambah Titik Haryati.
Menurut penuturan dokter Kamelia, sosok perempuan yang dimaksud adalah seseorang yang kerap dipanggil “Bunda” oleh Ammar Zoni dan diakui sebagai ibu angkatnya. Ia disebut mulai hadir sejak kasus hukum Ammar berjalan, bahkan memberikan bantuan secara finansial.
“Bunda angkatnya dia. Selama ini dia membantu secara finansial, dia hadir setelah kasus berjalan,” kata dokter Kamelia.
“Ada seorang ibu, aku panggil bunda, dia bilang ibu angkat bang Ammar, aku gak kenal dia, tapi keluarga (Ammar) kenal, dia ada di kasus ketiga pas bang Ammar di Polres Jakbar, dari situ dia menghilang,” lanjutnya.
Dokter Kamelia juga mengungkap bahwa Ammar sempat memintanya untuk mengalah sementara waktu hingga proses persidangan selesai.
“Bang Ammar bilang (Bunda) baik, secara financial bantu aku, bang Ammar bilang kamu ngalah dulu sampai sidang putusan,” kata dokter Kamelia menirukan ucapan Ammar Zoni.
Situasi tersebut membuat Ammar Zoni tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti skenario berpura-pura putus. Terlebih, sosok “Bunda” tersebut diklaim memiliki pengaruh dalam upaya membantu proses hukum Ammar.
“Saya awalnya percaya, dia mengaku saudara mantan presiden,” kata dokter Kamelia.
“(Bunda bilang) kalau kamu berhubungan sama Ammar, saya bawa Ammar ke NK dan hukum seumur hidup, mungkin keluarga dapat ancaman juga,” kata dokter Kamelia.
“Dia bantu amnesty dan lain-lain, dia janjikan bebas atau hukuman ringan. Tapi bisa dilihat putusannya gimana kan,” sindir dokter Kamelia.
Meski mengakui adanya bantuan dari sosok tersebut, dokter Kamelia menyayangkan cara yang digunakan, yakni dengan memberikan tekanan dan ancaman. Ia menegaskan bahwa niatnya selama ini hanya ingin memberikan dukungan terbaik bagi Ammar Zoni, termasuk dalam menghadapi proses hukum.
“Pas sidang ibu itu juga ada di sana. Kalau dia bunda dan ibu angkat membantu finansial dan psikologi, saya gak masalah, cuma caranya itu adanya tekanan, dokter ditelepon, kasih tau itu si Titi jangan ngaku-ngaku ibu angkat,” semprot Titik Haryati.







