Pembangunan Jaringan Listrik di Wilayah Pedesaan Kalimantan Barat
Pembangunan jaringan listrik di wilayah pedesaan Kalimantan Barat menghadapi berbagai tantangan, terutama karena kondisi geografis yang sulit serta keterbatasan akses menuju lokasi pembangunan. Namun, upaya pemerataan akses listrik terus dilakukan hingga ke pelosok daerah tersebut. Salah satu contohnya adalah di Dusun Saga dan Dusun Gedah, Desa Manggang, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, yang kini telah dapat menikmati listrik PLN sejak 6 Februari 2026.
Proses Pembangunan Jaringan Listrik
Pembangunan jaringan listrik desa ini mencakup dua dusun dengan total 138 pelanggan. Dari jumlah tersebut, 135 pelanggan merupakan pelanggan rumah tangga, sedangkan sisanya adalah pelanggan untuk fasilitas umum. Program pembangunan ini dilakukan oleh PLN dalam rangka memperluas akses listrik hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya belum terjangkau.
Kunjungan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I dari Partai Golkar, Fransiscus Maria Agustinus Franky Sibarani, pada Selasa (7/4) bertujuan untuk memastikan proses pembangunan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kunjungan ini didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria G. I. Gunawan, bersama jajaran PLN dan masyarakat setempat. Rombongan juga berdialog dengan warga di Gereja St. Markus, Dusun Saga.
Program Light Up The Dream
PLN juga melakukan penyaluran sambungan listrik gratis di Gereja St. Markus dan Gereja Bukit Zaitun di Dusun Saga melalui program Light Up The Dream (LUTD). Program ini merupakan inisiatif sosial yang berasal dari donasi gotong royong pegawai PLN untuk membantu masyarakat dan fasilitas sosial mendapatkan akses listrik.
Kepala Desa Manggang, Akiong, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya listrik PLN di wilayah mereka setelah bertahun-tahun hidup tanpa jaringan listrik. Sebelum adanya listrik PLN, masyarakat hanya menggunakan pelita dan genset dengan biaya sekitar Rp900 ribu hingga Rp1 juta per bulan, yang cukup memberatkan warga. Setelah teraliri listrik dari PLN, masyarakat kini hanya mengeluarkan biaya pemakaian sekitar Rp150 ribu – Rp 250 ribu per bulan.
Peran Anggota DPR RI
Anggota DPR RI Fransiscus Maria Agustinus Franky Sibarani menegaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan listrik desa berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, upaya pemerataan listrik hingga ke pelosok juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dalam memastikan akses energi yang merata dan berkeadilan di seluruh Indonesia.
Hasil dari kunjungan ini akan disampaikan kepada Presiden dan Menteri ESDM sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses listrik yang merata. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan listrik secara bijak dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Tantangan dalam Pembangunan Jaringan Listrik
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria G. I. Gunawan, menegaskan komitmen PLN untuk terus memperluas akses listrik hingga ke wilayah terpencil sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan. Menurut Maria, menghadirkan listrik di wilayah pedesaan Kalimantan Barat memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kondisi geografis serta keterbatasan akses menuju lokasi pembangunan jaringan listrik.
Di Dusun Saga, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,702 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,921 kms, dilengkapi 1 unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA dan sebanyak 71 pelanggan telah menikmati aliran listrik PLN. Sementara untuk Dusun Gedah, PLN membangun JTM sepanjang 4,125 kms dan JTR sepanjang 6,847 kms, dengan 1 unit gardu distribusi berkapasitas 100 kVA dan mengalirkan listrik kepada 64 pelanggan.
Manfaat Listrik bagi Masyarakat
Meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, PLN terus berupaya menghadirkan listrik hingga ke pelosok. Listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Melalui program pembangunan listrik desa serta inisiatif sosial seperti Light Up The Dream, PLN berharap kehadiran listrik dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mempercepat pembangunan wilayah pedesaan di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Landak.







