PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memastikan seluruh korban kecelakaan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis yang optimal. Dalam peristiwa ini, tercatat empat orang meninggal dunia dan sebanyak 79 orang mengalami luka-luka.
KAI menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus utama mereka saat ini adalah memastikan setiap korban menerima pertolongan terbaik. Selain itu, KAI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses penanganan berjalan lancar dan efektif.
Dalam operasi evakuasi, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, penanganan lebih difokuskan pada para penumpang KRL yang terdampak kecelakaan. Berdasarkan data sementara hingga pukul 02.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai empat orang dan 79 orang lainnya mengalami luka-luka.
Seluruh korban telah dibawa ke beberapa rumah sakit rujukan seperti RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Proses penanganan dilakukan oleh tim medis bersama dengan Basarnas, TNI, dan Polri untuk memastikan semua korban mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan menempatkan keselamatan korban sebagai prioritas utama. “Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkan kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujarnya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi berjalan dengan baik. Saat ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat empat orang dan 79 orang mengalami luka-luka. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan terbaik. KAI terus melakukan evakuasi dan memastikan semua korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin.
KAI menyerahkan proses investigasi ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menentukan penyebab kejadian secara menyeluruh. Dalam rangka pemulihan operasional, jalur hilir lintas Bekasi-Tambun kembali dapat dilalui sejak pukul 01.04 WIB, sedangkan jalur hulu masih dalam proses evakuasi dan penanganan.
Untuk menjaga kelancaran layanan, KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL sesuai kondisi jalur agar layanan dapat kembali berjalan bertahap. Selain itu, pelanggan kereta api yang terkena dampak pembatalan akan diberikan kebijakan pengembalian bea tiket secara penuh dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan.
Bagi pelanggan KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi-Gambir, KAI menyiapkan layanan lanjutan berupa bus menuju Stasiun Gambir. Seluruh perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen sementara waktu dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan.
Daftar perjalanan kereta api jarak jauh yang dibatalkan hingga pembaruan terakhir mencakup sejumlah layanan pada 27 April 2026, antara lain KA Gunungjati, Parahyangan, Argo Muria, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro, serta Tawang Jaya Premium. Pada 28 April 2026, pembatalan meliputi KA Gunungjati, Purwojaya, Madiun Jaya, Argo Sindoro, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro dan Menoreh.
KAI menyampaikan bahwa masyarakat dan keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121. KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi.







