Operasi Tangkap Tangan KPK di Tulungagung Libatkan Banyak Pejabat
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, nama Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo muncul sebagai salah satu pihak yang diamankan. OTT ini berlangsung sejak siang hari dengan penggeledahan di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso dan kantor Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung. Proses penyelidikan masih berlangsung, sehingga KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun barang bukti yang disita.
Penggeledahan dilakukan pada pukul 15.00 WIB, diikuti oleh pemeriksaan sejumlah pejabat di Polres Tulungagung. Beberapa pejabat terlihat hadir dalam proses pemeriksaan, antara lain Soeroto, Agus Prijanto Utomo, Erwin Novianto, Makrus Mannan, Arif Effendi, Hartono, Zuhrotul Aini, Desi Lusiana Wardani, Aris Wahyudiono, Suyanto, Dwi Hari Subagyo, Yulius Rama Isworo, dan Dwi Yoga Ambal. Selain itu, seorang staf bernama Intan juga terlihat hadir, sementara satu nama lainnya masih belum diketahui identitasnya.
Operasi ini memperkuat dugaan bahwa OTT KPK tidak hanya menyasar satu pihak, melainkan melibatkan jaringan pemerintahan yang lebih luas. Di tengah kasus ini, hubungan antara Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin kembali menjadi perhatian publik.
Dinamika Hubungan Bupati dan Wakil Bupati
Sebelumnya, hubungan antara Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin sempat memanas akibat kritik terbuka dari wakil bupati terkait dugaan nepotisme dan gaya kepemimpinan. Dalam sebuah video wawancara, Ahmad Baharudin mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting di pemerintahan, termasuk dalam pengisian jabatan. Ia juga menyebut adanya praktik nepotisme, khususnya dalam penempatan personel di RSUD dr Iskak. Selain itu, ia menilai gaya kepemimpinan Bupati Gatut Sunu dinilai arogan karena keputusan diambil tanpa ruang diskusi.
Ahmad Baharudin adalah Wakil Bupati Tulungagung hasil Pilkada 2024 yang dilantik pada 20 Februari 2025 bersama Gatut Sunu Wibowo. Sebelum menjabat, ia adalah anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dan Ketua DPC Partai Gerindra sejak 2019. Ia juga dikenal sebagai pengusaha lokal serta aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan olahraga. Berdasarkan LHKPN, harta kekayaannya mencapai sekitar Rp542 juta.
Profil Bupati Gatut Sunu Wibowo
Di sisi lain, Gatut Sunu Wibowo dikenal sebagai kepala daerah yang memiliki latar belakang kuat di dunia usaha sebelum terjun ke politik. Sebelum menjabat sebagai Bupati Tulungagung, ia lebih dulu menjadi Wakil Bupati periode 2021–2024, mendampingi Maryoto Birowo. Di luar pemerintahan, ia merupakan pengusaha material bangunan dengan jaringan bisnis yang tersebar di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Karier politiknya tergolong cepat, mengingat ia baru bergabung dengan PDI Perjuangan pada November 2021, namun berhasil memenangkan Pilkada dalam waktu singkat.
Gatut Sunu Wibowo memiliki riwayat pendidikan yang cukup panjang:
* S2: UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (2021–2023)
* S1: Universitas Merdeka Malang (1988–1992)
* SMAK Santo Thomas Aquino (1985–1988)
* SMP Negeri Bandung (1982–1985)
* SDN Gandong 1 (1976–1982)
Harta Kekayaan Bupati Gatut Sunu Wibowo
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2022, total kekayaan Gatut Sunu Wibowo mencapai sekitar Rp17,8 miliar. Sebagian besar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di Tulungagung, Trenggalek, Surabaya, hingga luar daerah. Nilainya mencapai miliaran rupiah dari puluhan bidang properti.
Selain itu, ia memiliki berbagai kendaraan, antara lain:
* Toyota Vellfire tahun 2018 senilai Rp800 juta
* Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018 senilai Rp425 juta
* Toyota Innova tahun 2021 senilai Rp450 juta
* Sejumlah truk operasional dan sepeda motor
* Harta bergerak lainnya: Rp525 juta
* Kas dan setara kas: sekitar Rp41,7 juta







