Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Tewas dalam Serangan Israel, Praka Farizal Romadhon Tinggalkan Istri dan Anak Kecil

    6 April 2026

    Khutbah Jumat 3 April 2026: Kualitas Rezeki Menentukan Kualitas Hidup

    6 April 2026

    Tarif Listrik 1-10 April 2026: Daftar Pelanggan Subsidi dan Non Subsidi

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Tewas dalam Serangan Israel, Praka Farizal Romadhon Tinggalkan Istri dan Anak Kecil
    • Khutbah Jumat 3 April 2026: Kualitas Rezeki Menentukan Kualitas Hidup
    • Tarif Listrik 1-10 April 2026: Daftar Pelanggan Subsidi dan Non Subsidi
    • Kepala Menteri Fajar: Kepercayaan Publik Naik, Jangan Berhenti Tingkatkan Kualitas
    • Peringatan Pemadaman Listrik, Ini Wilayah Terdampak Mulai Hari Ini
    • Kemacetan Mengular di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Meski Puncak Arus Balik Lebaran Lewat
    • Pelaksanaan PP Tunas: Meta dan Google Dipanggil, TikTok dan Roblox Diberi Peringatan
    • Ketua DPRD Kota Malang Soroti Tantangan Global, Dorong RKPD 2027 yang Adaptif dan Tangguh
    • 5 rekomendasi sepatu Reebok untuk latihan gym
    • Mencicipi Sate Klathak Pak Pong, Kuliner Legendaris Bantul
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Fakta Piuria: Urine Berwarna Nanah

    Fakta Piuria: Urine Berwarna Nanah

    adm_imradm_imr24 Februari 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Apa Itu Piuria?

    Piuria adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan adanya nanah dalam urine. Nanah ini sebagian besar terdiri dari sel darah putih. Dalam kondisi normal, urine sehat hanya mengandung sedikit sekali atau bahkan tidak sama sekali sel darah putih. Kehadiran nanah ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada saluran kemih.

    Penyebab Piuria

    Penyebahan paling umum dari piuria adalah infeksi saluran kemih (ISK). Namun, piuria tidak hanya terbatas pada itu. Banyak kondisi lain juga dapat memicu munculnya sel darah putih dalam urine. Menariknya, tidak semua orang dengan piuria mengalami gejala. Beberapa orang mungkin sama sekali tidak merasakan keluhan, sementara yang lain bisa mengalami gejala yang bervariasi tergantung pada penyebabnya.

    Karena piuria bukanlah penyakit, melainkan tanda adanya masalah dalam tubuh, perawatan utamanya berfokus pada penyebabnya. Dengan memahami lebih jauh tentang piuria, kamu bisa lebih waspada dan mencari pertolongan medis yang tepat.

    Gejala Piuria

    Gejala piuria yang paling umum meliputi urine yang keruh atau memiliki nanah. Jika piuria disebabkan oleh ISK, gejalanya mungkin termasuk:

    • Nyeri di pinggul, perut, atau area panggul.
    • Tekanan di panggul bawah.
    • Sering buang air kecil.
    • Keinginan untuk buang air kecil yang tiba-tiba muncul.
    • Inkontinensia urine.
    • Nyeri saat buang air kecil.
    • Darah dalam air kencing.
    • Demam.
    • Mual dan muntah.

    Penyebab Piuria

    Piuria dapat terjadi akibat berbagai kondisi. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh ISK, yaitu infeksi di area mana pun pada sistem kemih, termasuk ginjal, ureter, uretra, atau kandung kemih.

    Selain ISK, penyebab lain piuria meliputi:

    • Sistitis interstisial.
    • Bakteremia dengan sepsis.
    • Tuberkulosis (TBC).
    • Batu saluran kemih.
    • Penyakit ginjal.
    • Prostatitis.
    • Pneumonia.
    • Penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik atau penyakit Kawasaki.
    • Parasit.
    • Tumor di saluran kemih.
    • Penyakit ginjal polikistik.

    Piuria juga dapat menjadi reaksi terhadap penggunaan beberapa jenis obat, termasuk:

    • Obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan aspirin.
    • Diuretik.
    • Antibiotik penisilin.
    • Penghambat pompa proton, seperti omeprazol.

    Jenis Piuria

    Piuria diklasifikasikan berdasarkan penyebab yang mendasarinya dan hasil tes urine, yang memeriksa bakteri dan sel darah putih dalam urine:

    • Piuria non steril

      Piuria non steril melibatkan keberadaan sel darah putih dan bakteri dalam urine. Ini biasanya merupakan tanda ISK. ISK dapat menyebabkan piuria, tetapi memiliki piuria non steril tidak selalu berarti kamu memiliki ISK.

    • Piuria steril

      Piuria steril berarti terdapat sel darah putih dalam urine, tetapi tidak ada tanda-tanda jelas bakteri penyebab infeksi. Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, seperti mengonsumsi obat-obatan tertentu atau memiliki kondisi noninfeksi seperti batu ginjal, penyakit ginjal, atau diabetes. Beberapa orang dengan piuria steril mungkin masih mengalami infeksi, termasuk IMS.

    Diagnosis Piuria

    Dokter akan mendiagnosis piuria dengan sampel urine yang disebut urinalisis. Teknisi laboratorium akan mencari keberadaan bakteri, darah, dan sel darah putih. Kendati sel darah putih terdapat pada semua kasus piuria, tetapi tidak semua sampel akan menunjukkan bakteri atau darah. Mengetahui jumlah unsur-unsur ini akan membantu dokter menentukan penyebab pasti piuria.

    ISK didiagnosis jika terdapat nitrit atau leukosit dalam urine. Jika unsur-unsur ini tidak ditemukan selama urinalisis, dokter kemungkinan akan mencari tanda-tanda piuria lainnya, seperti jumlah sel darah putih.

    Pengobatan Piuria

    Pengobatan piuria bergantung pada penyebabnya. ISK biasanya diobati dengan serangkaian antibiotik. Antibiotik ini perlu diminum hingga dua minggu. Obat antijamur juga dapat digunakan untuk mengobati piuria yang disebabkan oleh jamur.

    Piuria yang tidak merespons antibiotik mungkin memiliki penyebab lain yang mendasarinya. Misalnya, penyakit Kawasaki seharusnya diobati dengan imunoglobulin. Kasus piuria yang sering terjadi terkait dengan obat-obatan dapat diatasi dengan menghentikan obat resep tertentu. Dokter mungkin akan memberikan obat lain sebagai gantinya.

    Sebagian besar kasus piuria tidak menimbulkan risiko kesehatan yang serius, tetapi siapa pun yang mengalami piuria harus berkonsultasi dengan dokter untuk membantu menentukan penyebab yang mendasarinya. ISK adalah penyebab umum piuria yang dapat diobati oleh dokter dengan antibiotik jangka pendek. Jika antibiotik gagal mengatasi gejalanya, kamu harus mencari pertolongan medis lebih lanjut. Jika mengalami piuria selama kehamilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang cara terbaik untuk meminimalkan risiko komplikasi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 rekomendasi sepatu Reebok untuk latihan gym

    By adm_imr6 April 20261 Views

    7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Ramalan Zodiak 1 April 2026: Kesehatan Cancer Naik, Capricorn Waspada Kelelahan

    By adm_imr5 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Tewas dalam Serangan Israel, Praka Farizal Romadhon Tinggalkan Istri dan Anak Kecil

    6 April 2026

    Khutbah Jumat 3 April 2026: Kualitas Rezeki Menentukan Kualitas Hidup

    6 April 2026

    Tarif Listrik 1-10 April 2026: Daftar Pelanggan Subsidi dan Non Subsidi

    6 April 2026

    Kepala Menteri Fajar: Kepercayaan Publik Naik, Jangan Berhenti Tingkatkan Kualitas

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?