Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jawaban Pertamina soal antrean panjang BBM di Malang: pantau terus

    10 Maret 2026

    Harga tiket BXSea Bintaro, destinasi wisata favorit saat ngabuburit Ramadan

    10 Maret 2026

    Pembaruan klasemen Liga 1: Persaingan juara memanas, Borneo FC naik ke puncak usai kalahkan Persebaya

    9 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 10 Maret 2026
    Trending
    • Jawaban Pertamina soal antrean panjang BBM di Malang: pantau terus
    • Harga tiket BXSea Bintaro, destinasi wisata favorit saat ngabuburit Ramadan
    • Pembaruan klasemen Liga 1: Persaingan juara memanas, Borneo FC naik ke puncak usai kalahkan Persebaya
    • Strategi Banjir Lamongan: Wagub Emil Dardak Siapkan Jaringan Pengaman Baru
    • Pajak Digital: Reformasi Pajak yang Harus Diketahui!
    • 7 tips agar pasangan percaya dan terbuka padamu
    • FPI Bertemu Prabowo di Istana, Kirim Surat Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace
    • PMI Manufaktur Naik, Angin Segar untuk Saham Sektor Industri
    • Satu Tahun di Penjara, Kekayaan Nikita Mirzani Berkurang Drastis
    • Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»FPI Bertemu Prabowo di Istana, Kirim Surat Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace

    FPI Bertemu Prabowo di Istana, Kirim Surat Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace

    adm_imradm_imr9 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pertemuan Tokoh Ulama dengan Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta

    Pada hari Kamis, 5 Maret 2026, terjadi pertemuan penting antara sejumlah tokoh ulama dengan Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Acara ini menjadi momen dialog yang signifikan antara pemerintah dan para tokoh keagamaan, yang membahas berbagai isu strategis baik nasional maupun global.

    Dalam forum yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan diskusi, Front Persaudaraan Islam (FPI) menyampaikan sikap organisasi terkait keterlibatan Indonesia dalam Forum Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif global yang semakin mendapat perhatian di tengah dinamika geopolitik dunia saat ini. Kehadiran FPI dalam acara tersebut membawa pesan khusus dari pembina organisasi, Imam Besar Habib Rizieq Syihab.

    Meskipun sebelumnya mendapat undangan langsung dari Presiden untuk hadir dalam forum tersebut, Habib Rizieq Syihab tidak dapat menghadiri acara karena adanya uzur. Oleh karena itu, kehadiran FPI diwakili oleh tokoh internal organisasi yang ditugaskan menyampaikan sikap resmi serta pandangan mereka terhadap perkembangan politik internasional yang sedang berlangsung.

    Perwakilan FPI Hadiri Undangan Presiden Di Istana

    Sekretaris Majelis Syuro DPP FPI, Habib Hanif Alattas, menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai perwakilan resmi organisasi sekaligus membawa mandat langsung dari Habib Rizieq Syihab. Ia menuturkan bahwa undangan awal dari Presiden memang ditujukan kepada pimpinan tertinggi FPI tersebut.

    “Saya pertama datang mewakili Habib Rizieq. Saya selaku Sekretaris Majelis Syura DPP FPI. Habib Rizieq diundang oleh Presiden, namun beliau berhalangan hadir karena ada uzur sehingga saya diutus untuk hadir mewakili beliau,” ujar Habib Hanif Alatas kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.

    Dalam kesempatan tersebut, Habib Hanif Alatas hadir bersama jajaran pengurus FPI lainnya, termasuk Sekretaris Umum organisasi. Kehadiran mereka merupakan bagian dari forum silaturahmi yang digelar Presiden bersama para ulama dan tokoh masyarakat untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kondisi nasional maupun perkembangan global.

    Diskusi Geopolitik Dan Posisi Indonesia Di Forum Board Of Peace

    Menurut Habib Hanif Alatas, Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut menyampaikan penjelasan panjang mengenai kondisi geopolitik global serta alasan Indonesia bergabung dalam forum Board of Peace. Presiden disebut menilai bahwa forum tersebut dapat menjadi salah satu jalur diplomasi yang memungkinkan Indonesia memperjuangkan kepentingan kemanusiaan di tingkat internasional.

    “Undangannya untuk diskusi dan silaturahmi. Tadi Presiden bicara cukup panjang dan menyampaikan banyak hal. Intinya beliau ingin keberadaan Indonesia di Board of Peace itu dimanfaatkan untuk bisa berbuat lebih banyak bagi Palestina,” tutur Habib Hanif Alatas menjelaskan isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut pada 5 Maret 2026.

    Penjelasan Presiden tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menggunakan berbagai forum internasional untuk memperluas pengaruh diplomasi Indonesia. Dalam konteks konflik Timur Tengah, pemerintah menilai keterlibatan dalam forum global dapat membuka peluang untuk mendorong penyelesaian damai serta memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

    Diskusi mengenai isu tersebut berlangsung cukup panjang, mengingat situasi geopolitik global saat ini tengah mengalami dinamika yang kompleks dengan meningkatnya ketegangan di sejumlah kawasan strategis dunia.

    FPI Titipkan Surat Resmi Kepada Presiden

    Meski hadir dalam forum pertemuan tersebut, Habib Hanif Alatas mengungkapkan bahwa pihaknya belum memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pandangan secara langsung dalam diskusi bersama Presiden. Namun demikian, FPI tetap memastikan sikap organisasinya tersampaikan melalui surat resmi yang dititipkan kepada Presiden.

    “Tadi kami memang belum mendapatkan kesempatan untuk bicara secara langsung, tetapi kami menitipkan surat kepada Presiden melalui salah satu menteri beliau,” ujar Habib Hanif Alatas menjelaskan.

    Surat tersebut berisi sikap resmi organisasi terkait keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace. Dalam surat itu pula FPI menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai dinamika geopolitik global yang dianggap perlu menjadi pertimbangan bagi pemerintah Indonesia dalam menentukan arah kebijakan luar negeri.

    Habib Hanif Alatas menegaskan bahwa surat tersebut merupakan bentuk partisipasi organisasi dalam memberikan masukan kepada pemerintah terkait isu-isu internasional yang memiliki dampak luas terhadap dunia Islam dan masyarakat global.

    FPI Tegaskan Alasan Minta Indonesia Keluar Dari Board Of Peace

    Habib Hanif Alatas menegaskan bahwa sikap FPI yang meminta Indonesia menarik diri dari Board of Peace bukanlah bentuk ketidakpercayaan terhadap Presiden Prabowo. Menurutnya, organisasi tersebut tetap menghormati dan mempercayai niat baik Presiden dalam memperjuangkan kepentingan bangsa di tingkat internasional.

    “Tetap kami meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari Board of Peace. Kenapa? Karena kita percaya dengan iktikad baik Presiden Republik Indonesia, tetapi kami tidak percaya kepada Amerika dan juga tidak percaya kepada Israel,” tegas Habib Hanif Alatas pada 5 Maret 2026.

    Ia juga menjelaskan bahwa sikap tersebut didasarkan pada pandangan historis mengenai dinamika hubungan politik internasional yang selama ini dinilai penuh dengan berbagai kepentingan strategis.

    “Bukan karena tidak percaya kepada Presiden. Bukan. Tetapi kami tidak percaya kepada Amerikanya dan tidak percaya kepada Israelnya,” tuturnya kembali menegaskan sikap organisasi tersebut.

    Habib Hanif Alatas menambahkan bahwa dalam surat yang disampaikan kepada Presiden terdapat sejumlah poin tambahan yang menjelaskan pandangan FPI mengenai posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik global. Pertemuan antara Presiden Prabowo dan para ulama tersebut pun menjadi salah satu ruang dialog penting yang mempertemukan berbagai perspektif dalam menyikapi isu internasional yang semakin kompleks.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kiamat PBB-P2: Mengapa Memeras Warga Bukan Solusi?

    By adm_imr9 Maret 20260 Views

    Rusia dan Tiongkok Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran

    By adm_imr9 Maret 20261 Views

    Syahrini dan Reino Barack Pulang Kampung, Tubuhnya Dikomentari Sahabat: Tipis dan Kecil

    By adm_imr9 Maret 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jawaban Pertamina soal antrean panjang BBM di Malang: pantau terus

    10 Maret 2026

    Harga tiket BXSea Bintaro, destinasi wisata favorit saat ngabuburit Ramadan

    10 Maret 2026

    Pembaruan klasemen Liga 1: Persaingan juara memanas, Borneo FC naik ke puncak usai kalahkan Persebaya

    9 Maret 2026

    Strategi Banjir Lamongan: Wagub Emil Dardak Siapkan Jaringan Pengaman Baru

    9 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?