Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam

    26 April 2026

    Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United

    26 April 2026

    Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri

    26 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 26 April 2026
    Trending
    • Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam
    • Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United
    • Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri
    • Izin tambang bermasalah segera dituntaskan, Prabowo beri tenggat waktu ke Bahlil
    • Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kepala Dinas, Apa Itu Dinasti Politik? PDIP: Setiap Orang Berhak
    • Ramalan Kesehatan Zodiak Besok Minggu 19 April: Leo Tersinggung, Sagitarius Makan Biji Labu
    • KBRI Tunis Perkenalkan Kopi Indonesia di Pameran Terbesar Tunisia
    • Mengungkap Tata Kelola Dana Pendidikan: Harapan Orang Tua dan Penjelasan SMPN 1 Ciasem Subang
    • 12 Tips Menabung Cepat untuk Berangkat Haji
    • Pameran DRT Show 2026 Jadi Peluang Investasi Baru
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Kadin targetkan investasi dan inovasi RI-Jepang untuk keluar dari perangkap pendapatan menengah

    Kadin targetkan investasi dan inovasi RI-Jepang untuk keluar dari perangkap pendapatan menengah

    adm_imradm_imr4 April 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kadin Indonesia Menegaskan Pentingnya Investasi dan Inovasi dalam Kemitraan dengan Jepang

    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan bahwa dorongan investasi dan inovasi dalam kemitraan dengan Jepang sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional serta menghindari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Hal ini menjadi fokus utama dalam upaya menjawab tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

    Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Jepang yang telah berlangsung lama perlu ditingkatkan melalui langkah-langkah yang lebih progresif. Menurutnya, satu cara untuk keluar dari middle income trap adalah dengan meningkatkan investasi dan inovasi agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih cepat dibanding sebelumnya.

    “Indonesia harus keluar dari middle income trap. Dan salah satu caranya ialah dengan investasi dan inovasi supaya pertumbuhan bisa lebih daripada sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

    Anindya juga menyoroti pentingnya ketahanan dunia usaha dalam menghadapi dinamika global, termasuk dampak konflik geopolitik yang berimbas pada stabilitas ekonomi. Dalam situasi tersebut, pelaku usaha dituntut lebih adaptif dan berani mengambil langkah strategis.

    “Kita mengerti dan sensitif, bahwa sekarang pada saat ini kita fokus bergerak ke mana dengan berani hasil daripada perang di tengah-tengah. Tapi kami yakin masih ada jalan. Nah, jadi ini juga suatu hal yang bisa dibicarakan antara kedua negara untuk mengembangkan lebih baik lagi. Intinya bagaimana kita bisa bertahan dalam bisnis ini,” tambahnya.

    Forum Kemitraan Strategis Indonesia-Jepang

    Sejalan dengan hal tersebut, Kadin Indonesia menggelar Indonesia-Japan Strategic Partnership Forum di Tokyo, Jepang, bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden RI Prabowo Subianto. Forum tersebut mengangkat tema penguatan kolaborasi nilai (value co-creation) dalam pengembangan sektor energi, industri, dan rantai pasok global.

    Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kadin dengan berbagai mitra strategis Jepang, termasuk Japan External Trade Organization (JETRO), Ministry of Economy, Trade and Industry (METI), serta Japan Business Federation (Keidanren), dengan dukungan KBRI Tokyo dan sejumlah organisasi bisnis lainnya.

    Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam forum tersebut dan menekankan pentingnya Jepang sebagai mitra strategis Indonesia. Dia mengapresiasi kontribusi perusahaan-perusahaan Jepang yang telah lama berinvestasi dan berperan dalam pembangunan ekonomi nasional.

    “Jepang secara konsisten mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Banyak di antara Anda di ruangan ini telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Anda telah lama berada di Indonesia. Anda mengenal Indonesia dengan baik masyarakatnya, pasarnya, budayanya, dan potensinya,” ujar Presiden Prabowo.

    Presiden juga menegaskan bahwa kemitraan kedua negara perlu terus ditingkatkan di tengah dunia yang semakin terhubung. Ia menilai kerja sama ekonomi yang kuat dapat menjadi fondasi bagi terciptanya stabilitas dan hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.

    “Saya hadir di sini bukan hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat. Dunia semakin mengecil. Tidak ada pilihan lain selain kerja sama erat di semua bidang. Saya percaya hubungan ekonomi dan kemitraan yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan. Jika kita memiliki kepentingan bersama, kita akan menjaga masa kini dan masa depan,” ungkapnya.

    Fokus pada Penguatan Investasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

    Sementara itu, Ketua Komite Bilateral Jepang Kadin Indonesia, Muhammad Lutfi, menekankan bahwa arah kemitraan ke depan harus berfokus pada penguatan investasi yang konkret. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

    “Kemitraan Indonesia–Jepang ke depan harus terus mendorong investasi, menuju value co-creation yang konkret, di mana kolaborasi industri, energi, dan rantai pasok global secara langsung akan mendorong pertumbuhan, inovasi, dan daya saing Indonesia,” ujar Lutfi.

    Dalam forum tersebut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) strategis juga diumumkan, mencakup sektor energi, industri, keuangan, hingga teknologi. Nilai perdagangan antara Indonesia dan Jepang saat ini tercatat mencapai sekitar US$23,6 miliar yang mencerminkan besarnya potensi kerja sama yang masih dapat dikembangkan.

    Daftar Kerja Sama Indonesia-Jepang

    Berikut daftar kerja sama Indonesia-Jepang:

    1. MoU antara Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) dan Kadin Indonesia tentang kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.
    2. MoU antara INPEX dan PT Pertamina (Persero) tentang pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Indonesia.
    3. MoU antara INPEX dan PT Pertamina Hulu Energi terkait potensi kerja sama di sektor hulu minyak dan gas di Indonesia dan Asia Tenggara.
    4. MoU antara Hayashi Kinzoku Co., Ltd. dan PT Eblo Teknologi Indonesia Development tentang pengembangan ekosistem semikonduktor, termasuk desain dan manufaktur chip elektronik dan AI.
    5. MoU antara INPEX dan PT Supreme Energy Rajabasa terkait pengembangan proyek pembangkit listrik panas bumi Rajabasa.
    6. MoU antara PT Bank SMBC Indonesia dan PT Pegadaian untuk mendukung ekosistem emas nasional dan inklusi keuangan.
    7. MoU antara 2Way World dan PT Nose Herbal Indo dalam pengembangan Indonesia–Japan Strategic Beauty Partnership.
    8. MoU antara SMBC Aviation Capital, Danantara, dan Mandiri Investment Management terkait pembentukan dana leasing aviasi.
    9. MoU antara JETRO dan Danantara Investment Management untuk memperkuat hubungan kerja sama investasi.
    10. MoU antara PT Kaltim Methanol Industri dan PT Pupuk Kalimantan Timur tentang produksi metanol berbasis pemanfaatan emisi CO2 (carbon capture utilization/CCU).
    11. MoU antara JICA dan Pemerintah Indonesia tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Hulula.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Gen Z dan Politik: Jarak, Bahasa, serta Kepercayaan

    By adm_imr26 April 20260 Views

    Nus Kei Tewas Ditikam, Ini 7 Pernyataan Sikap DPD I Maluku

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Bangga Kencana dan Ekoteologi Bawa Wajah Baru Bangka Belitung

    By adm_imr26 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam

    26 April 2026

    Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United

    26 April 2026

    Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri

    26 April 2026

    Izin tambang bermasalah segera dituntaskan, Prabowo beri tenggat waktu ke Bahlil

    26 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?