Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cari hotel view pegunungan di Bandung? Ini rekomendasinya

    28 Mei 2026

    Hadapi Era Baru KUHAP, Sat Reskrim Polres Simalungun Koordinasi dengan Kejaksaan dan PPNS

    28 Mei 2026

    Nasib Artis di Arafah: Raffi Menangis, Ashanty-Anang Berdoa Di Ka’bah

    28 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 28 Mei 2026
    Trending
    • Cari hotel view pegunungan di Bandung? Ini rekomendasinya
    • Hadapi Era Baru KUHAP, Sat Reskrim Polres Simalungun Koordinasi dengan Kejaksaan dan PPNS
    • Nasib Artis di Arafah: Raffi Menangis, Ashanty-Anang Berdoa Di Ka’bah
    • Selamat Idul Adha 1447 H/2026, Ucapan Tulus untuk Media Sosial
    • Gempa 5.1 SR di Jember, Info Lengkap BMKG
    • Budidaya Lele Sangkuriang: Harapan Baru Ekonomi Warga Desa Teluk Bakung
    • Nasib menyedihkan perempuan Indonesia korban perbudakan modern di Australia
    • 5 fakta menarik kucing caracal, hadiah istimewa untuk tamu dan bangsawan
    • Niat Mandi Keramas Pagi untuk Shalat Idul Adha, Ini Tata Caranya!
    • 6 cara mengatasi ulat pada tanaman hias di rumah
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Fraksi Gerindra Pertanyakan Urgensi Alun-alun Kepanjen Malang Rp300 M, PKB Pilih Tunggu

    Fraksi Gerindra Pertanyakan Urgensi Alun-alun Kepanjen Malang Rp300 M, PKB Pilih Tunggu

    adm_imradm_imr28 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perdebatan di DPRD Kabupaten Malang Mengenai Rencana Pemindahan Alun-Alun Kepanjen

    Rencana pemindahan dan pembangunan Alun-Alun Kepanjen seluas 3 hektare dengan estimasi anggaran mencapai Rp300 miliar telah memicu perdebatan sengit antarfraksi di DPRD Kabupaten Malang. Proyek ini, yang dimotori oleh Fraksi PDI Perjuangan, mendapat kritik tajam dari Fraksi Gerindra, yang menilai proyek tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas dalam situasi kebijakan efisiensi anggaran saat ini.

    Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Gerindra, Alayk Mubarrok, menuntut agar Pemkab Malang melakukan kajian ulang secara mendalam terhadap rencana tersebut. Menurutnya, proyek ini harus dipertanyakan mengenai manfaatnya bagi masyarakat serta kejelasan status lahan yang akan digunakan.

    Status Lahan dan Transparansi Pemkab

    Selain masalah urgensi, Alayk juga mempertanyakan tata letak proyek tersebut. Ia menegaskan perlunya kepastian bahwa lahan seluas 3 ha yang akan digunakan tidak bermasalah, terutama menyangkut status Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Menurut Alayk, hal tersebut harus dijelaskan secara transparan karena hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang belum pernah menyampaikan rencana pemindahan alun-alun itu secara resmi kepada anggota dewan.

    Rencana yang bergulir adalah menggeser alun-alun dari lokasi lama di belakang pendopo Pemkab Malang di Kepanjen menuju area di belakang Stadion Kanjuruhan. “Itu harus jelas dulu terkait rencana strategis, mendesak atau tidak, bukan langsung akan membangun, sementara status tanahnya kita belum jelas,” paparnya.

    Alayk menambahkan, keberadaan alun-alun memang penting, namun mengingat saat ini sedang berlangsung efisiensi anggaran, kelayakan proyek tersebut harus dikaji secara mendalam. Pemkab harus menjelaskan asal-usul sumber dana sebesar itu, termasuk konsep alun-alun yang diinginkan, apakah sekadar taman rekreasi tempat berkumpulnya warga atau memiliki fungsi lain yang lebih strategis.

    Hingga kini, semua rencana tersebut dinilai belum jelas. “Sementara, Pemkab Malang sendiri masih punya banyak PR yang harus diselesaikan, seperti perbaikan jalan, perbaikan sekolah, penghapusan kemiskinan dll,” tegas Alayk.

    PKB Ambil Posisi Tengah, Tunggu Berkas Resmi

    Di sisi lain, Fraksi PKB mengambil sikap netral dengan tidak menolak maupun mendukung pembangunan alun-alun tersebut, meskipun mereka tetap menganggap keberadaan alun-alun itu penting. Fraksi PKB hanya meminta agar aspek tata letak dikaji ulang secara matang.

    Secara tata ruang ideal, alun-alun seharusnya beradu pandang langsung dengan pendopo Pemkab Malang serta dilengkapi dengan bangunan Masjid Jamik dan sejumlah tempat ibadah lainnya. “Idealnya ya ditempat yang lama itu lah. Namun, jika tak memungkinkan ya bisa ditempat yang sedang direncanakan. Namun, sikap fraksi kami menunggu rencana pembangunan alun-alun itu ‘dilempar’ ke gedung dewan,” ungkap Kuncoro, anggota DPRD dari PKB yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB.

    Komentar dan Perspektif Lain

    Selain Fraksi Gerindra dan PKB, beberapa fraksi lain juga memberikan tanggapan terhadap rencana ini. Beberapa dari mereka menilai bahwa proyek ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas infrastruktur publik di wilayah Kepanjen. Namun, sebagian besar anggota dewan menekankan pentingnya transparansi dan kajian mendalam sebelum proses pembangunan dimulai.

    Beberapa anggota dewan juga menyoroti pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, agar kebutuhan dan harapan masyarakat benar-benar terwakili dalam proyek ini. Hal ini menjadi salah satu isu utama yang masih menjadi perdebatan dalam sidang-sidang DPRD Kabupaten Malang.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    The Souls Malang, Hiburan Malam yang Terancam Tutup Pasca Sidang Tipiring

    By adm_imr28 Mei 20261 Views

    Mabuk dan Berkelahi, Residivis Bacok Karyawan Ayam Potong di Malang

    By adm_imr28 Mei 20261 Views

    Jejak Karir 4 Wali Kota Blitar: Dari Akademisi hingga Santri

    By adm_imr28 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cari hotel view pegunungan di Bandung? Ini rekomendasinya

    28 Mei 2026

    Hadapi Era Baru KUHAP, Sat Reskrim Polres Simalungun Koordinasi dengan Kejaksaan dan PPNS

    28 Mei 2026

    Nasib Artis di Arafah: Raffi Menangis, Ashanty-Anang Berdoa Di Ka’bah

    28 Mei 2026

    Selamat Idul Adha 1447 H/2026, Ucapan Tulus untuk Media Sosial

    28 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?