Inisiasi Komunitas Kawula Tani untuk Perkembangan Pertanian
Mantan Bupati Malang, Rendra Kresna, kembali menciptakan inovasi baru di sektor pertanian dengan menginisiasi lahirnya komunitas bernama Kawula Tani. Komunitas ini bertujuan sebagai wadah kolaborasi bagi para pelaku industri, pemerhati, hingga petani dari berbagai sektor.
Komunitas tersebut diresmikan di kebun anggur milik Rendra Kresna di kawasan Tlogowaru pada Kamis (15/5/2026). Dengan jargon ‘Petani Pemikir, Pemikir Petani’, Kawula Tani menunjukkan visi besar dalam memajukan dunia pertanian melalui pemikiran strategis dan solusi terhadap problematika pangan.
Visi dan Fokus Kawula Tani
Kawula Tani bukan sekadar kelompok tani biasa, tetapi sebuah perkumpulan personal yang memiliki tujuan memajukan sektor pertanian melalui pendekatan kreatif dan inovatif. Menurut Rendra Kresna, komunitas ini dibentuk untuk berkumpul dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi para petani.
“Kita berkumpul di sini untuk melakukan sesuatu yang hasilnya bermanfaat bagi para petani,” ujarnya saat berada di kebun anggur miliknya di kawasan Tlogowaru, Kota Malang.
Fokus utama Kawula Tani tidak hanya pada aktivitas di ladang, tetapi juga pada pemikiran strategis untuk memberikan solusi atas berbagai tantangan dalam sektor pangan. Hal ini membuat komunitas ini menjadi tempat yang unik dan dinamis.
Regenerasi dan Riset
Saat ini, telah ada sekitar 100 orang yang bergabung dalam jajaran kepengurusan inti Kawula Tani. Sementara jumlah petani yang dibina dan diedukasi di lapangan diklaim sangat besar. Selain itu, komunitas ini juga fokus pada regenerasi petani muda.
Salah satu pengurus Kawula Tani sedang menjalankan riset mendalam terkait pemuliaan unggas. “Sekretaris kita ini anak muda, dia melakukan penelitian pemuliaan ayam hasil persilangan (crossing) yang sudah sampai generasi ke-11,” kata Rendra.
Selain peternakan, Kawula Tani juga menggarap sektor hortikultura seperti tanaman anggur. Hasil kebun yang ada saat ini bukan ditujukan untuk komersial, melainkan murni sebagai sarana edukasi. “Ini pembelajaran saja, bukan untuk tujuan bisnis. Seperti anggur ini, butuh waktu 7 bulan untuk bisa berbuah seperti sekarang,” tambah Rendra.
Pengembangan Usaha hingga Potensi Ekspor
Sekretaris Kawula Tani, Fibra Yohano Putra, menambahkan bahwa komunitas ini aktif mengadakan FGD (Focus Group Discussion) dengan para petani. Yohan, sapaan akrabnya, yang juga founder dari Jago Ternak, menjelaskan bahwa Kawula Tani didirikan pada tahun 2026 dan akan terus melakukan diskusi maupun bertukar ilmu.
“Kita sering adakan FGD, seperti sekarang. Jadi kita ini masih baru berdiri tahun ini 2026, tapi kita akan terus adakan kegiatan seperti ini,” tutur Yohan.
Yohan menegaskan bahwa nantinya akan membina para pelaku usaha tani dalam menjalankan usaha hulu-hilir hingga potensi ekspor. Pihaknya juga berupaya memberikan peluang pasar yang berkelanjutan untuk setiap komoditas yang dikembangkan oleh seluruh anggota dan masyarakat luas.
“Jadi kita juga melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha tani. Kita harapkan juga nantinya dapat berkelanjutan agar dapat memberikan peluang pasar mulai hulu hingga hilir,” jelasnya.
“Tidak menutup kemungkinan potensi Ekspor akan kita lakukan,” pungkasnya.
Aktivitas Edukasi dan Panen Anggur
Dalam kegiatan FGD Kawula Tani itu juga dilakukan panen anggur dengan memetik langsung dari pohonnya sebagai bentuk edukasi. Aktivitas ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dan kesadaran tentang proses produksi pangan secara langsung.






