Laga Berdarah di Stadion 17 Mei Banjarmasin
Laga antara Barito Putera melawan Persiku Kudus berlangsung sangat sengit, bahkan sebelum pertandingan dimulai. Di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Minggu (29/3) sore, terjadi saling serang yang membuat suasana kian memanas. Laskar Antasari harus rela berbagi skor 1-1 dengan lawannya dalam laga lanjutan Liga 2 Championship 2025/2026 tersebut. Yang lebih mengejutkan, kedua gol dalam pertandingan ini justru dicetak oleh pemain Barito Putera sendiri, salah satunya melalui gol bunuh diri.
Barito Putera tampil agresif sejak awal pertandingan. Pada menit ke-7, Alexsandro mendapat peluang emas dari umpan silang di depan gawang sisi kiri. Sayangnya, tendangannya masih melambung dan belum mampu menembus gawang. Empat menit kemudian, peluang emas kembali datang. Berawal dari tendangan bebas Rizky Pora, bola disambut sundulan Alexsandro, namun hanya tipis melayang di atas mistar gawang.
Tekanan Barito terus berlanjut. Pada menit ke-23, umpan lambung Aimar menciptakan kemelut di depan gawang Persiku. Renan sempat berduel dengan kiper, tetapi bola liar kemudian jatuh ke kaki Wildan. Sayangnya, peluang emas itu terbuang setelah tendangannya melebar dari gawang.
Persiku Kudus juga tidak kalah mengancam. Pada menit ke-39, Igor melepaskan tendangan bebas yang nyaris membahayakan gawang Barito, tetapi bola masih menyamping. Memasuki menit ke-42, tempo pertandingan cenderung menurun dan berjalan alot. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih. Wasit memberikan tambahan waktu delapan menit di babak pertama.
Persiku sempat mencoba mencuri gol melalui Caique Souza, namun upaya tersebut juga belum membuahkan hasil. Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0. Kedua tim masih harus bekerja keras untuk memecah kebuntuan di babak kedua.
Babak Kedua: Tekanan dan Gol Bunuh Diri
Memasuki menit ke-48, Barito Putera langsung tampil menekan. Serangan demi serangan dilancarkan ke pertahanan Persiku, namun belum mampu dikonversi menjadi gol pembuka. Persiku merespons pada menit ke-57 melalui tendangan bebas David Maulana. Sayangnya, eksekusi yang dilepaskan masih melebar dari sasaran dan belum mengancam serius gawang Barito.
Tiga menit berselang, Barito mendapat peluang lewat skema bola mati. Tendangan pojok Rizky Pora mengarah ke Bayu, namun kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan menjadi gol. Ancaman kembali datang dari Persiku pada menit ke-67. Imam Bagus hampir membawa tim tamu unggul, namun upayanya masih mampu diamankan kiper Barito Putera.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-73. Rizky Pora sukses mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan bebas. Bola meluncur deras tanpa mampu dihalau kiper Persiku, membawa Barito Putera unggul 1-0. Setelah gol tersebut, tempo pertandingan semakin meningkat. Kedua tim terus melakukan jual beli serangan demi menambah gol.
Drama di Injury Time
Memasuki masa injury time yang mencapai sembilan menit, drama terjadi. Upaya Persiku melalui tendangan Igor dari sisi lapangan justru berujung petaka bagi Barito. Bek Renan Alves yang mencoba menghalau bola malah membuat si kulit bundar masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan menghidupkan asa Persiku.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol tercipta. Pertandingan pun ditutup dengan skor imbang 1-1.
Insiden Sebelum Laga
Sebelum laga, insiden tak mengenakkan dialami rombongan Persiku. Bus yang membawa para pemain dilaporkan menjadi sasaran pelemparan telur saat tiba di Banjarmasin, Sabtu (28/3). Peristiwa tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak bus tim tamu diduga terkena lemparan telur oleh oknum yang belum diketahui identitasnya. Belum ada kepastian terkait lokasi pasti kejadian maupun tindak lanjut dari insiden tersebut.
Tak hanya itu, tekanan terlihat di sekitar stadion. Pada pagar halaman Stadion 17 Mei, terpasang sejumlah spanduk bernada psywar untuk tim tamu. Di antaranya bertuliskan “Jangan Mimpi Curi Poin” hingga “Persiku Is A Total Shitshow”.
Dari beberapa kelompok pendukung Barito Putera yang dapat dihubungi yakni Barito Putera Fans Club (BPFC). Ketum BPFC Akhmad Gazali, yang akrab disapa Farah, menegaskan pihaknya tidak terlibat. “Saya nggak bisa berkomentar banyak soal itu, takutnya ada kesalahpahaman antar suporter. Yang pasti bukan dari BPFC,” ujarnya.
Dia berharap tindakan tersebut tidak berujung pada hal yang merusak atau merugikan. “Kalau sekadar psywar mungkin masih wajar, tapi jangan sampai merusak atau lebih parah. Kami di BPFC fokus membenahi mental suporter agar lebih dewasa dalam bertindak,” tambahnya.




