Perayaan Haul Akbar Syekh Moch Minanurrohman Al Ishaqy RA di Mempawah
Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Agung Al-Falah Mempawah pada Jumat, 17 April 2026 malam. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan Mempawah Bersholawat yang dirangkai dengan Haul Akbar ke-4 Syekh Moch Minanurrohman Al Ishaqy RA atau lebih dikenal dengan Kiai Minan. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh nuansa religius.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi, Wakil Ketua DPRD Ridhuan M Yusuf, anggota DPRD Ria Mulyadi, unsur Kodim 1201/Mempawah, Polres Mempawah, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan antusiasme besar dari berbagai kalangan terhadap perayaan haul yang memiliki makna penting bagi umat Islam.
Pesan Pemerintah Kabupaten Mempawah
Dalam sambutannya, Juli Suryadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang dinilai mampu mempererat kebersamaan umat. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada ulama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Kami mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat atas partisipasi mereka dalam acara ini,” ujarnya. Menurutnya, tradisi haul dan shalawat bersama memiliki nilai spiritual yang tinggi dan menjadi momentum untuk memperkuat keimanan umat Islam.
Ia menjelaskan bahwa melalui shalawat, umat dapat menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia menilai sosok Syekh Moch Minanurrohman Al Ishaqy sebagai ulama yang memberikan kontribusi besar dalam penyebaran ilmu agama dan pembinaan umat.
“Keteladanan beliau dalam berdakwah, kesabaran dalam mendidik, serta akhlak mulia menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya generasi muda,” tambahnya.
Momentum Haul untuk Melanjutkan Perjuangan
Juli menambahkan bahwa momentum haul tidak sekadar mengenang, tetapi juga menjadi pengingat untuk melanjutkan perjuangan dalam menuntut ilmu dan berdakwah. Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini terus dilaksanakan karena dinilai mampu membentuk masyarakat yang religius dan harmonis.
“Pemerintah Kabupaten Mempawah sangat mendukung kegiatan seperti ini karena berperan dalam menjaga persatuan dan membangun akhlak masyarakat,” tuturnya.
Peran Panitia dan Kontribusi Kiai Minan
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Maksum, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Kiai Minan yang dikenal sebagai ulama kharismatik. Menurutnya, Kiai Minan merupakan sosok yang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam, serta menjadi panutan bagi umat.
Maksum menjelaskan bahwa Kiai Minan merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ubudiyah Roudlotul Muta’allimin di Semampir, Surabaya, sejak tahun 1983, melanjutkan perjuangan ayahnya KH Utsman Al-Ishaqi. Selama memimpin, beliau dikenal amanah dan memiliki komitmen kuat dalam membina umat.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Majlis Manaqib Syech Abdul Qodir Al-Jailany dan Ikatan Keluarga Madura Kabupaten Mempawah. Maksum juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Penutupan dengan Doa dan Shalawat
Acara Mempawah Bersholawat ditutup dengan doa bersama untuk almarhum Kiai Minan, diiringi lantunan shalawat yang menggema, menciptakan suasana damai dan mempererat kebersamaan jamaah. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk merenungkan nilai-nilai keimanan, kesabaran, dan keteladanan yang ditinggalkan oleh Kiai Minan.







