Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis
Puasa Syawal adalah salah satu bentuk puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah memasuki bulan Syawal. Dalam pelaksanaannya, terdapat pertanyaan mengenai hukum penggabungan niat puasa Syawal dengan puasa sunnah Senin Kamis. Menurut sebagian ulama, hal ini diperbolehkan dan memiliki pahala yang sama.
Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis
Menurut Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya, ada beberapa pendapat dari para ulama mengenai hukum penggabungan niat puasa Syawal dengan puasa sunnah Senin Kamis. Beberapa di antaranya membolehkan penggabungan, sementara yang lain memisahkan keduanya. Namun, secara syariat, baik penggabungan maupun pemisahan tetap sah.
Ustaz menjelaskan bahwa ketika seseorang berpindah pada amalan yang lebih tinggi, maka amalan yang lebih rendah juga akan ikut mendapatkan pahalanya. Misalnya, jika seseorang biasa melakukan puasa Senin dan Kamis, maka puasa Syawal yang dilakukannya juga akan mendapatkan pahala tambahan. Begitu juga jika seseorang meniatkan puasa Syawal, maka puasa Senin dan Kamis yang sudah menjadi kebiasaan juga akan terhitung.
Bacaan Niat Puasa Syawal dan Senin Kamis
Bagi yang ingin menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis, berikut bacaan niat dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:
Niat puasa Syawal sekaligus Senin (jika hari Senin di bulan Syawal)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلِإِثْنَيْنِ سُنَّةً عَنْ أَدَاءِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan ‘an ada’i sittin min syawwali lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah hari Senin untuk menunaikan enam hari di bulan Syawal, semata-mata karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Syawal sekaligus Kamis (jika hari Kamis di bulan Syawal)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلْخَمِيْسِ سُنَّةً عَنْ أَدَاءِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan ‘an ada’i sittin min syawwali lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah hari Kamis untuk menunaikan enam hari di bulan Syawal, semata-mata karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Terpisah
Jika seseorang ingin memisahkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin atau Kamis, berikut bacaan niat masing-masing:
Niat puasa Syawal
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sittin min syawwali sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa besok untuk menunaikan enam hari di bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Senin
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلِإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Kamis
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa sunnah Senin Kamis hukumnya boleh. Pahala yang diperoleh tetap sah dan tidak terganggu. Selain itu, jika seseorang sudah terbiasa melakukan puasa Senin dan Kamis, maka puasa Syawal yang dilakukannya akan mendapatkan pahala tambahan. Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk memperhatikan niat dan cara melaksanakan puasa sunnah agar mendapatkan manfaat maksimal.







