Berita Populer Regional: Aksi Ibu-ibu Larang Jenazah Dikubur hingga OTT Bupati Pekalongan
Berikut rangkuman berita populer regional yang viral dalam 24 jam terakhir. Peristiwa-peristiwa ini menarik perhatian publik karena sifatnya yang unik, kontroversial, atau memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat.
1. Aksi Ibu-ibu Berkerudung Biru Sempat Larang Jenazah Warga Sampang Dikubur, Tagih Utang Rp200 Juta
Sebuah video aksi ibu-ibu berkerudung biru melarang jenazah warga dimakamkan viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Dalam video tersebut, seorang perempuan mengklaim bahwa almarhumah memiliki utang senilai Rp200 juta kepada dirinya. Ia bahkan tidak memperbolehkan jenazah dikuburkan sebelum ada tanggung jawab dari keluarga.
Peristiwa ini mencuri perhatian masyarakat karena menyentuh aspek hukum, moral, dan budaya. Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini telah diselesaikan secara musyawarah tanpa mengganggu proses pemakaman.
2. Pembacok Mahasiswi UIN Suska Riau Raihan Mufazzar Sempat Terpikir Akhiri Hidup, Kini Salat Taubat

Raihan Mufazzar, mahasiswa tersangka pembacokan mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, sempat terpikir mengakhiri hidupnya.
Kondisi psikologisnya dibedah oleh tim Bagian Psikologi Biro SDM Polda Riau guna memahami motif dan dinamika emosinya secara komprehensif. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengungkapkan bahwa saat ini Raihan menunjukkan rasa penyesalan yang sangat dalam.
Ia bahkan melafalkan Surah Al-Kafirun dan Ayat Kursi serta menyampaikan keinginannya untuk melaksanakan salat taubat. Menurut hasil asesmen psikologis, Raihan memiliki kepribadian yang tertutup atau introvert dan tidak pernah merasakan kehangatan dalam lingkungan keluarganya.
3. Kronologi Vina Cirebon Jadi Pengantin Pesanan: Difoto Candid, Dijanjikan Mahar dan Uang Bulanan

Terungkap kronolog versi keluarga awal mula Vina Cirebon, warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon Jabar jadi korban Tidan Pidana perdagangan Orang (TPPO) modus pengantin pesanan hingga dikirim ke China.
Sebelum membawa Vina ke China, rombongan warga negara asing empat kali datang menemui keluarga Vina. Pada kunjungan terakhir, mereka menyerahkan mahar. Tak lama berselang, Vina dibawa ke China dan hingga kini masih berada di sana.
Menurut kuasa hukum keluarga Vina, Asep Maulana, Vina diam-diam difoto oleh orang Tiongkok. Dari situlah komunikasi bermula. Vina disebut ditawari memiliki pacar orang Tiongkok dan akhirnya terjebak dalam skenario pengantin pesanan.
4. Outfit Gaya Bangsawannya Disorot, Istri Gubernur Kaltim Beri Balasan Menohok: Hidup cuma Sekali!

Sarifah Suraidah istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Masud menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial buntut outfit atau gaya busanannya.
Netizen menilai, gaya busana Sarifah Suraidah berlebihan, ala bangsawan hingga bak noni Belanda. Saat ia bertemu dengan seorang penjual sayur, Sarifah Suraidah mengajak ngobrol sejenak dan memberikan uang tunai. Namun yang menjadi sorotan justru pakaian yang dikenakannya.
Ia mengenakan longdress mirip noni Belanda lengkap dengan topi putihnya. Tak lupa perhiasan mencolok menghiasi jari tangan, telinga, hingga lehernya. Meski demikian, Sarifah Suraidah memberi balasan menohok dengan ucapan “Hidup cuma sekali!”
5. KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Hotel Kawasan Ikonik Simpang Lima Semarang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memburu sejumlah pihak yang dinilai tidak kooperatif pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
Hingga saat ini, KPK belum mengungkap identitas pasti dari pihak-pihak yang sedang dalam pencarian tersebut. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa tim penyidik masih bergerak di lapangan untuk melacak pihak-pihak terkait yang mencoba menghindar dari pemeriksaan.
Baru tiga orang ditangkap KPK, yaitu Fadia Arafiq (Bupati Pekalongan), satu orang ajudan bupati, dan satu orang kepercayaan bupati. Ketiganya tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 10.25 WIB.






