SAMARINDA – Kantor Kementerian Agama Kalimantan Timur telah merilis jadwal imsakiyah Ramadan 1447 hijriah atau 2026 untuk wilayah Kalimantan Timur. Jadwal ini menjadi panduan bagi masyarakat di Kaltim dalam mengetahui waktu imsak, salat lima waktu, dan berbuka puasa selama bulan suci tersebut.
Pada hari ini, terdapat perubahan kecil pada waktu berbuka puasa (Magrib) di beberapa wilayah. Untuk Kabupaten Berau dan Paser, waktu berbuka puasa maju satu menit dibandingkan hari sebelumnya. Berikut rincian jadwal berbuka puasa di berbagai daerah:
- Kabupaten Berau: pukul 18.28 WITA
- Kabupaten Kutai Barat: pukul 18.38 WITA
- Kabupaten Paser: pukul 18.36 WITA
- Kabupaten Penajam Paser Utara: pukul 18.34 WITA
- Kota Balikpapan: pukul 18.34 WITA
- Kota Bontang: pukul 18.30 WITA
- Kota Samarinda: pukul 18.32 WITA
- Kabupaten Mahakam Ulu: pukul 18.39 WITA
- Kabupaten Kutai Timur: pukul 18.29 WITA
- Kabupaten Kutai Kartanegara:
- Kecamatan Anggana: pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Kembang Janggut: pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Kenohan: pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Kota Bangun: pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Kota Bangun Darat: pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Loa Janan: pukul 18.31.30 WITA
- Kecamatan Loa Kulu: pukul 18.31.30 WITA
- Kecamatan Marangkayu: pukul 18.30 WITA
- Kecamatan Muara Badak: pukul 18.30 WITA
- Kecamatan Muara Jawa: pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Muara Kaman: pukul 18.33 WITA
- Kecamatan Muara Muntai: pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Muara Wis: pukul 18.34 WITA
- Kecamatan Sangasanga: pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Samboja: pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Samboja Barat: pukul 18.31 WITA
- Kecamatan Sebulu: pukul 18.31.30 WITA
- Kecamatan Tabang: pukul 18.36 WITA
- Kecamatan Tenggarong: pukul 18.32 WITA
- Kecamatan Tenggarong Seberang: pukul 18.31.30 WITA
Selain jadwal imsakiyah, ada juga lima opsi doa berbuka puasa yang bisa dibaca oleh umat Muslim selama Ramadan. Doa-doa ini berasal dari berbagai riwayat hadis dan memiliki makna yang dalam serta mengandung nilai spiritual.
- Doa pertama berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar ra. Rasulullah ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insyaallah.”Doa kedua masih dari riwayat Abu Daud, dari Mu’adz bin Zahrah. Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”Doa tambahan yang sering dibaca masyarakat:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”Doa ketiga berasal dari riwayat Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.”Doa kelima berasal dari riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa:
- اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”






