Perjalanan Kepemimpinan Kota Blitar
Kota Blitar memiliki sejarah kepemimpinan yang menarik, dengan berbagai wali kota yang memiliki latar belakang dan gaya kepemimpinan yang berbeda. Mulai dari akademisi, birokrat hingga tokoh organisasi dan pesantren, setiap pemimpin memberikan kontribusi unik dalam pembangunan kota. Berikut adalah beberapa sosok penting yang pernah memimpin Kota Blitar.
Djarot Saiful Hidayat
Djarot Saiful Hidayat memimpin Kota Blitar selama dua periode, yaitu 2000–2005 dan 2005–2010. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai akademisi dan dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Ia juga pernah aktif di organisasi GMNI hingga menjadi Ketua DPC GMNI Brawijaya.
Pada masa kepemimpinannya, Djarot dikenal dengan gaya sederhana dan gemar blusukan. Ia lebih fokus pada penataan pedagang kaki lima daripada menghadirkan pusat perbelanjaan modern. Penataan kawasan alun-alun menjadi salah satu program yang cukup dikenal. Selama masa kepemimpinannya, Kota Blitar berhasil meraih penghargaan Adipura selama tiga tahun berturut-turut pada 2006, 2007, dan 2008.
Setelah meninggalkan Blitar, karier politiknya terus berkembang hingga menjabat Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta serta anggota DPR RI periode 2019–2024.
Samanhudi Anwar
Muhamad Samanhudi Anwar menjadi Wali Kota Blitar pada periode 2010–2015 dan kembali menjabat pada 2016–2019. Ia sebelumnya juga pernah menjabat Ketua DPRD Kota Blitar dan anggota DPRD Kota Blitar.
Samanhudi dikenal memiliki latar belakang keluarga Nahdlatul Ulama. Ia berasal dari keluarga yang aktif dalam kegiatan keagamaan di Bangkalan, Madura. Selain itu, ia juga pernah menempuh pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Kedungdung, Modung, Bangkalan.
Pada Pilkada Kota Blitar 2010, pasangan Samanhudi dan Purnawan Buchori berhasil unggul di berbagai wilayah kelurahan di Kota Blitar. Kemenangan tersebut menjadi awal kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Kota Blitar.
Selama masa kepemimpinannya, Kota Blitar memperoleh sejumlah penghargaan, seperti penghargaan laporan keuangan terbaik pada 2014 dan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Award 2013 bidang sanitasi sektor air limbah dari Kementerian Dalam Negeri RI.
Santoso
Nama Santoso dikenal sebagai sosok birokrat yang memiliki perjalanan panjang di lingkungan Pemerintah Kota Blitar. Ia mengawali karier sebagai guru sebelum menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan.
Pria kelahiran 15 Januari 1961 itu pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan hingga Sekretaris Daerah Kota Blitar pada 2014. Setelahnya, ia menjabat Wakil Wali Kota Blitar periode 2016–2019 sebelum dipercaya menjadi wali kota.
Santoso juga dikenal memiliki latar belakang pendidikan di IKIP Negeri Malang dan Universitas Negeri Malang. Perjalanan kariernya banyak berkaitan dengan dunia pendidikan dan birokrasi pemerintahan.
Di bawah kepemimpinannya, Kota Blitar memperoleh sejumlah penghargaan, mulai dari opini WTP berturut-turut dari BPK hingga penghargaan penanganan pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Selain itu, Kota Blitar juga mendapatkan penghargaan sanitasi total berbasis masyarakat serta pengakuan atas tradisi Grebeg Pancasila.

Syauqul Muhibbin
Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin kini memimpin Kota Blitar untuk periode 2025–2030. Wali Kota Blitar dengan rekam jejak birokrat dan organisatoris, ia terpilih bersama Elim Tyu Samba pada Pilkada 2024.
Mas Ibin lahir di Blitar pada 25 Januari 1984. Ia seorang santri, yang menempuh pendidikan di MI Nurul Huda Minggirsari, MTsN 1 Kota Blitar, hingga MAN 4 Denanyar Jombang sebelum melanjutkan kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain pendidikan formal, ia juga dikenal memiliki latar belakang pesantren. Mas Ibin pernah menimba ilmu di Ponpes Mamba’ul Maarif Denanyar Jombang dan Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogyakarta.
Sebelum menjadi wali kota, ia aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan kini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal GP Ansor periode 2024–2029.
Pada awal kepemimpinannya, wali kota tersebut mendorong penguatan UMKM serta pembangunan infrastruktur kawasan Mataraman di Kota Blitar. Ia juga menghadirkan gelaran Bazar Blitar Djadoel yang disebut mampu meningkatkan perputaran ekonomi daerah.








